MANADO,Sulutnews.com – Badan Anggaran DPRD Sulawesi Utara bersama Tim Anggaran Pemerintah Provinsi kembali melanjutkan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), tahun 2026. Pada pembahasan yang dipimpin Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen didampingi Wakil Ketua Royke Anter dan Stela Marlina Runtuwene serta anggota Berty Kapojos, Louis Scrahmm, Nik Lomnan, Remly Kandoli, Vonny Paat, Dhea Lumenta, Ingrid Sondakh, Jane Laluyan, Amir Liputo, Jenri Walukow, Piere Makisanti dan Jultje Maringka tersebut menghadirkan Direksi dan Komisari PT Bank Sulut Gorontalo (BSG).
Pada pembahasan tersebut Direktur Utama PT Bank SulutGo Revino Pepah menyampaikan pemenuhan atau target BSG terhadap Pendapatan Asli Daerah tahun 2026 per Oktober total aset bertumbuh sebesar 9,53 % atau secara Year to date 12,6 % sememtara.dana pihak ketiga meningkat sebesar 15,62 % atau Rp 19 Triliun 454 Miliar. Total kredit yang disalurkan sampai Oktober 2025 sebesar Rp 16 Triliin 684 Miliar sementra lana bruto sampai Oktober 2025 mencapai 341 Miliar 982 juta. Melihat posisi PT Bank SulutGo berada pada posisi stabil maka tahun 2026 akan lebih fokus pada Penguatan tata kelola, Ekspansi bisnis yang berkwalitas dan Optimalisasi Biaya.” Tahun depan kita tetap laksanakan efisiensi sebagaimana kita laksanakan tahun ini,” jelas Revino Senin (17/11/2025).
Sememtara itu, Ketua DPRD Sulawesi Utara, dr Fransiscus Andi Silangen mengatakan target yang hendak dicapai PT Bank SulutGo adalah sebesar Rp 70 Miliar 918 juta.” Pembahasan hari ini kita mau mendengar apa progres BSG terhadap rancangan KUA PPAS hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan itu masuk dalam kerangka APBD sebagai pendapatan dan tahun 2025,” kata Andi.
Hadir dalamnrapst tersebut dari BSG, Komisaris Utama, Ramoy Luntungan; dan Direktur Kepatuhan, Machmud Turuis. Dan dari TAPD Sekprov, bersama kepala Biro.(josh tiningki)





