Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jambi · 29 Mar 2026 21:22 WITA ·

Atasan Bungkam,Dugaan kekerasan oknum Kabid terhadap pemandu Lagu semakin di sorot


Atasan Bungkam,Dugaan kekerasan oknum Kabid terhadap pemandu Lagu semakin di sorot Perbesar

Sungai Penuh,[Sulutnews.Com]– Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap pemandu lagu di sebuah karaoke terus menuai sorotan. Tidak hanya terkait peristiwa yang dialami korban, sikap atasan langsung terduga pelaku yang dinilai bungkam turut memicu tanda tanya publik.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Badan (Kaban) tempat oknum Kabid tersebut bertugas hingga kini belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp diketahui telah diterima—ditandai dengan centang dua—namun tidak mendapat balasan. Sikap ini dinilai menambah kesan kurang responsif terhadap persoalan serius yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

Di sisi lain, korban berinisial U menegaskan tidak menerima perlakuan kekerasan yang dialaminya. Ia mengaku mengalami luka dan lebam di sejumlah bagian tubuh akibat dugaan tindakan yang dilakukan oleh terduga pelaku.

“Saya tidak terima diperlakukan seperti itu. Saya mengalami luka dan lebam. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas korban kepada media.

Korban juga memastikan akan tetap melanjutkan proses hukum guna mendapatkan keadilan. Ia berharap kasus yang dialaminya dapat diproses secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

Sikap bungkam atasan terduga pelaku pun disayangkan berbagai kalangan. Seharusnya, sebagai pimpinan, langkah cepat dan tegas perlu diambil, minimal dengan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi internal serta melakukan penelusuran awal sesuai prosedur yang berlaku.

Pengamat, Dr. Kurniadi Aris, SH, MH, MM,CPLA CCFCS menilai, respons cepat dari pimpinan sangat penting untuk menjaga marwah dan kredibilitas Pemerintah Kota Sungai Penuh di mata publik. Ketidakjelasan sikap justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

“Dalam situasi seperti ini, atasan tidak boleh diam. Harus ada langkah konkret, baik berupa klarifikasi, pembinaan, hingga sanksi jika terbukti. Ini menyangkut nama baik institusi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari atasan terduga pelaku maupun dari Pemerintah Kota Sungai Penuh terkait langkah yang akan diambil atas dugaan kasus tersebut.

Publik kini menanti sikap tegas dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, demi memastikan keadilan bagi korban dan menjaga integritas aparatur sipil negara.(TIM).

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Karcis Parkir Objek wisata,Telun Berasap Diduga di Palsukan, Aktivis minta pelaku di Tangkap Secepatnya.

24 Maret 2026 - 13:28 WITA

Idul Fitri 1447 H,DPD IWO-I Sungai Penuh/Kerinci Ajak Pererat Silahturahmi dn Persatuan

19 Maret 2026 - 00:52 WITA

IWOI SUNGAI PENUH–KERINCI BERBAGI TAKJIL UNTUK MASYARAKAT DI BULAN RAMADHAN

12 Maret 2026 - 19:08 WITA

Bupati Monadi dan Wabup Murison Hadiri Rakornas Pusat–Daerah 2026, Perkuat Sinergi Pembangunan

11 Maret 2026 - 05:01 WITA

Kadis Kominfo Kerinci Audiensi ke Komdigi RI, Dorong Pembangunan BTS dan Pemerataan Akses Digital

11 Maret 2026 - 04:52 WITA

Pemkab Kerinci Perkuat Komitmen Cegah Stunting, ASN Digerakkan Lewat Program SECANTING

11 Maret 2026 - 04:42 WITA

Trending di Jambi