Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Banten · 17 Mei 2025 16:02 WITA ·

Anggota DPRD Banten Fraksi Nasdem Diduga Langgar Kode Etik, Sebut Pemerintah “Goblok”


Anggota DPRD Banten Fraksi Nasdem Diduga Langgar Kode Etik, Sebut Pemerintah “Goblok” Perbesar

Lebak,Sulutnews.com – Seorang anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Nasdem, Asep Awaludin, menuai kontroversi setelah menyebut pemerintah “goblok” dalam sebuah kesempatan. Pernyataan tersebut disampaikan saat Asep melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.

Pernyataan Asep tersebut sontak menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPC Badak Banten Perjuangan, Dede Kodir. Menurut Dede, pernyataan Asep tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga melanggar kode etik sebagai anggota dewan.

“Kode etik sebagai regulasi yang memberikan batasan bagi pejabat publik yang duduk di pemerintahan, baik pusat maupun daerah, di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif, seharusnya tidak bikin gaduh,” kata Dede Kodir saat mengirim press release diterima oleh wartawan, Sabtu 17 Mei 2025.

Dede menambahkan bahwa anggota dewan seharusnya memberikan contoh yang terbaik kepada rakyat, bukan malah membuat pernyataan yang tidak pantas dan memicu kegaduhan.

“Mengatakan pemerintah goblok itu pelanggaran berat terhadap kode etik,” kata Dede Kodir.

Dede juga meminta Badan Kehormatan DPRD Provinsi Banten untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran etik yang dilakukan oleh Asep Awaludin.

“Sidang pemeriksaan harus terbuka dilakukan agar rakyat ikut mengawasi demi kepentingan yang lebih baik untuk rakyat Banten,” kata Dede.

Pernyataan Asep Awaludin tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat Banten, yang masih berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi berbagai masalah sosial dan ekonomi.(Abdul)

Artikel ini telah dibaca 1,040 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Kisah Anak SD yang Tiada di Nusa Tenggara Timur: Buku dan Bolpoin Bisa Dibeli Hari Ini, Tapi Nyawa Hilang Selamanya

6 Februari 2026 - 07:54 WITA

Ketum Akhmad Munir : PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi, Siap Gelar HPN 2026 Banten

2 Februari 2026 - 23:11 WITA

DANDIM 1627/ROTE NDAO HADIRI RAKORNAS PUSAT-DAERAH TAHUN 2026

2 Februari 2026 - 23:11 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Trending di Adat Budaya
error: Content is protected !!