Manado,Sulutnews.com – Meski hanya 60 orang siswa SMKN 9 Manado yang lulus cum laude pada Ujian Akhir Sekolah (US) Tahun 2024 namun, setengah dari jumlah ini masih enggan melanjutkan pendidikan lebih tinggi di PTN, PTS atau Sekolah Kedinasan seperti IPDN, Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN) dan di Sekolah Tinggi Politeknik Keuangan Negara (STPKN).
Kepala Sekolah SMKN 9 Manado Altur Rarung,SPd,MSi menjelaskan hal itu terjadi lantaran gencarnya pendidikan Kurikulum Merdeka Belajar ditambah promosi Program Kerja Pemprof TKI untuk Manado – Jepang (Negeri Matahari Terbit).
“Dibandingkan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri seperti di Unsrat, Unima, dan Sekolah Kedinasan IPDN atau STIN, lebih banyak dari mereka memilih terjun ke dunia kerja yakni melalui Program Kerja Pemerintah ke Manado-Jepang,” kata Kepala Sekolah SMKN 9 Manado Alter Rarung,SPd,MSi menjawab pertanyaan wartawan di Manado, Rabu (7/5).
Mereka yang memilih bekerja ke Jepang ini, jumlahnya hampir 70 persen dari jumlah lulusan. Sedangkan sisanya satu orang lulus tes di TNI AD, lainnya di kepolisian, tambah Kepsek Altur Rarung.
Namun demikian tambah Kepsek, ada satu siswa Jurusan Farmasi yang lolos masuk di PTN Fakultas Matematik IPA UNSRAT Manado dan ini sebuah kejutan karena masuk melalui alur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). “Yang mana ini adalah kebanggaan kami di era kurikulum merdeka belajar, sudah membuahkan siswa berprestasi,” tambah pria yang ramah ini.
SMKN 9 Manado merupakan sekolah kejuruan termuda di Profinsi Sulawesi Utara, namun juga sampai dengan tahun 2024 sudah 200 anak yang memperoleh fasilitas belajar di lima jurusan pendidikan, yaitu Jurusan Farmasi, Jurusan Akutansi Keuangan, Jurusan Keperawatan, Jurusan Komputer dan Jurusan Perkantoran.
“Tahun 2024, SMKN 9 Manado sudah memiliki lima jurusan, siswa-siswinya sudah capai 200 orang. 60 orang siswa kelas 12 bahkan sudah lulus US dan kami sedang bersiap membuka PPDB,” ucap Kepsek Altur Rarung mengakhiri pembicaraan. (Yayuk/Tonny)







