Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jambi · 18 Jan 2025 21:46 WITA ·

Alat Berat Diduga Milik Andi Putra Wijaya Lakukan Pengerokan Tampa Izin di Sungai Batang Merao


Alat Berat Diduga Milik Andi Putra Wijaya Lakukan Pengerokan Tampa Izin di Sungai Batang Merao Perbesar

Kerinci,Sulutnews.com – Pengerokan Sungai atau Penambangan material seharusnya mendapat izin atau harus memiliki Izin lengkap dari Pemerintah.sesuai yang di amanatkan oleh UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara, dimana dalam undang-undang ini mengatur tentang perizinan pertambangan rakya atau pengusahaan batuan jenis tertentu dan perizinan lain nya.

Namun terlihat alat berat diduga milik salah satu pengusaha terkenal di kerinci yaitu Andi Putra Wijaya sedang melakukan pengerokan material di area sungai Batang Merao yang tepat berada didalam lokasi Kem atau lokasi pengolahan material miliknya di Desa lubuk Nagodang, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci-Jambi.

Saat awak media ini melintasi jalan raya pada santu 18/01/2025 sekitar pukul 13:30 WIB, terlihat dua alat berat sedang melakukan pengerjaan pembersihan lokasi kem tersebut dan satunya lagi melakukan pengerokan di sungai batang merao dengan mengeluarkan atau mengeruk sungai yang mana terlihat mengeluarkan pasir atau sirtu dari dalam sungai.

Saat media ini mencoba melakukan konfirmasi pada hari bersaman ke salah satu yang di ketahui anak buah atau orang kepercayaan Andi Putra Wijaya ber inisial D melalui Ketua LSM Semut Merah, ia mengaku hanya mengerok guna untuk memasang beronjong untuk pengamanan lokasi kem mereka.

Namun sangat jelas jika pengerokan sungai di lakukan oleh pribadi atau kelompok harus mengantongi izin dari dinas terkait dengan lengkap.

Jika dibiarkan pengerokan sungai atau pertambangan berjalan tanpa mengantongi izin lengkap maka jelas sebuah pelangaran UU yang berlaku. Aparat penegak Hukum di minta oleh masyarakat agar menghentikan pengerokan tersebut karena dapat merusak kelestarian alam dan menyebabkan pendangkalan pada sungai Batang Merao.

Beberapa tahun lalu masyarakat kelurahan siulak deras telah melarang pengerokan sungai tersebut karena dapat membahayakan perumahan dan pemukiman penduduk. “Karena perumahan penduduk yang berada di atas atau sepanjang aliran sungai tersebut sudah sangat rentan dengan longsor” ucap salah satu masyarakat yang di temui oleh media ini pada 18/01/2025.(Saprial)

Artikel ini telah dibaca 1,680 kali

Baca Lainnya

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Kisah Anak SD yang Tiada di Nusa Tenggara Timur: Buku dan Bolpoin Bisa Dibeli Hari Ini, Tapi Nyawa Hilang Selamanya

6 Februari 2026 - 07:54 WITA

Waooh Proses Tender Pinjam Bendera di Rote Ndao: Perhatian Serius

3 Februari 2026 - 20:52 WITA

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao Hadiri Rakornas Pusat -Daerah Tahun 2026

2 Februari 2026 - 23:24 WITA

DANDIM 1627/ROTE NDAO HADIRI RAKORNAS PUSAT-DAERAH TAHUN 2026

2 Februari 2026 - 23:11 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Trending di Adat Budaya
error: Content is protected !!