Tahuna, Sulutnews.com – Sebanyak 128 Gembala Sidang Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Kabupaten Kepulauan Sangihe mengikuti kegiatan Penataran Gembala Sidang, yang digelar oleh Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Rabu (01/10/2025) di Gedung GPdI Narwastu Tahuna.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh ibu-ibu rohani, dengan sejumlah materi penting di antaranya penguatan doktrin gereja, pengelolaan organisasi, keuangan gerejawi, serta pemahaman tentang pernikahan kudus. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat pelayanan para gembala sidang di tengah jemaat GPdI di wilayah Kepulauan Sangihe.
Dalam arahannya, Ketua MD GPdI Sulut, Pdt. Yvonne Awuy-Lantu, menegaskan pentingnya pengajaran yang berakar kuat pada kebenaran firman Tuhan. Ia mengingatkan bahwa GPdI berdiri di atas dasar Alkitab, termasuk dalam hal doktrin pernikahan kudus.

“Pernikahan yang kudus harus dijalankan sesuai kebenaran firman Tuhan. Ini penting untuk memagari generasi gereja agar hidup dalam kekudusan, menjauhi pergaulan bebas, tidak hamil di luar nikah, apalagi hidup kumpul kebo. Itu bertentangan dengan firman Tuhan,” tegas Pdt. Yvonne.
Ia berharap para gembala sidang mampu menjadi teladan dan pengajar yang mengarahkan generasi muda gereja agar taat dan setia pada firman Tuhan, hidup dalam kekudusan, dan tampil sebagai garam dan terang dunia.
Ia juga berpesan agar seluruh jemaat GPdI di Kepulauan Sangihe tetap kuat dalam iman dan pengharapan, terus maju dan memandang kepada Yesus Kristus sebagai sumber kekuatan, serta menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ketua MD menyampaikan bahwa ke depan wilayah Nusa Utara berpotensi untuk membentuk Majelis Daerah otonom, apabila rencana pembentukan Provinsi Nusa Utara telah terealisasi.
“Sumber daya hamba-hamba Tuhan di wilayah Nusa Utara sangat mumpuni. Jika provinsi ini terbentuk, tentu kami akan mendukung berdirinya MD otonom di wilayah ini,” ujarnya.
Pada penutupan kegiatan, dilaksanakan ibadah bersama yang turut dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan gerejawi yang dinilainya sangat berdampak positif bagi pembangunan karakter dan moral masyarakat.
“Kehadiran gereja sangat penting dalam membentuk akhlak dan moral jemaat sebagai warga masyarakat. Pemerintah sangat mengapresiasi sinergitas dan peran gereja dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Thungari.
Lebih lanjut, Bupati berpesan agar jemaat dan para gembala GPdI tetap berpegang teguh pada doktrin Alkitabiah, di tengah perubahan zaman dan munculnya berbagai tantangan pelayanan.

“Di tengah derasnya arus perubahan dan munculnya berbagai denominasi baru, saya percaya GPdI akan tetap kokoh lewat penguatan doktrin dan kegiatan seperti ini. Para gembala harus menjadi pewaris iman yang melatih generasi penerus agar menjadi pemimpin gereja di masa depan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Pdt. Gidion Tandaju, menyampaikan syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami melihat tangan Tuhan nyata bekerja. Dari perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan, semuanya berlangsung lancar karena penyertaan Tuhan. Kami juga berterima kasih atas dukungan luar biasa dari seluruh panitia dan hamba-hamba Tuhan,” ungkap Pdt. Gidion.
Senada dengan itu, Pdt. Verol Tambuwun, salah satu unsur pimpinan MD GPdI Sulut, turut memberikan apresiasi atas kekompakan panitia dan semangat para gembala sidang yang hadir.
“Kegiatan ini luar biasa. Kekompakan panitia dan antusiasme hamba-hamba Tuhan menunjukkan semangat pelayanan yang tinggi. Inilah wujud kesatuan tubuh Kristus, dan saya percaya hasil dari penataran ini akan menjadi berkat bagi jemaat di seluruh Kepulauan Sangihe,” ujarnya.
Kegiatan Penataran Gembala Sidang GPdI se-Kepulauan Sangihe ini diakhiri dengan doa berkat bersama, menandai komitmen seluruh peserta untuk terus setia melayani dan menguatkan jemaat di tengah tantangan zaman. (Andy Gansalangi)





