Tahuna, Sulutnews.com – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna. Sebanyak tujuh tahanan Anak Buah Kapal asing dilaporkan melarikan diri dari rumah penampungan sementara pada Kamis, 25 September 2025, sekitar pukul 00.00 WITA.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, para tahanan tersebut kabur dari lantai dua rumah penampungan sementara dengan cara menuruni pagar belakang menggunakan kain yang disambung menjadi tali. Dari total 12 tahanan yang berada di lokasi tersebut, 7 di antaranya berhasil melarikan diri, sementara 5 lainnya tetap berada di tempat.
Ketujuh tahanan yang kabur tersebut diketahui merupakan anak buah kapal (ABK) asing yang ditangkap karena melakukan pelanggaran illegal fishing di perairan Indonesia. Mereka sebelumnya diamankan oleh PSDKP Tahuna untuk menjalani proses hukum atas dugaan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.
Setelah berhasil keluar dari area penampungan, para tahanan diduga bergerak melalui belakang kantor PSDKP menuju laut di depan kantor, di mana kapal sitaan PSDKP sedang berlabuh. Mereka kemudian menggunakan pamboat (kapal kecil) untuk melarikan diri ke laut lepas.
Hingga saat ini, belum ada kabar pasti mengenai keberadaan tujuh tahanan tersebut. Upaya pencarian dan pelacakan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh wartawan, pihak PSDKP Tahuna belum memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi dan langkah penanganan yang diambil pasca insiden pelarian tersebut.
Kepala PSDKP Tahuna, Marten Luhulima di hubungi menyampaikan ia berada di Jakarta dalam rangka kedinasan dan akan menyampaikan pertanyaan resmi setelah ia tiba di Tahuna “Saya sedang di Jakarta, ada penugasan. Nanti sekembalinya saya dari Jakarta saya info kembali” balasnya via pesan washap.
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian dan keprihatinan masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan mekanisme pengawasan dan penjagaan di rumah penampungan sementara milik PSDKP Tahuna. Beberapa warga bahkan menilai bahwa insiden ini mencerminkan adanya kelemahan sistem keamanan dan pengawasan internal.
“Bagaimana bisa tahanan kabur dari lantai dua tanpa diketahui petugas jaga? Ini harus jadi evaluasi serius,” ujar salah satu warga Tahuna yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat juga mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PSDKP Tahuna, terutama dalam hal pengawasan, sistem keamanan, dan manajemen penanganan tahanan asing.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi seluruh jajaran pengawasan kelautan di daerah agar memperketat sistem keamanan dan meningkatkan koordinasi antar instansi, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. (Andy Gansalangi)





