Sulutnews.com Bengkulu Selatan – realisasi pengerjaan Pengoralan jalan lingkungan desa gindo Suli kecamatan bungamas tahun anggaran 2025 menjadi perbincangan beberapa kalangan, hal itu terlihat sangat jelas dari hasil pekerjaan saat awak media lakukan investigasi di lokasi pengerjaan Pengoralan desa gindo Suli kecamatan bungamas.
Hal yang aneh juga tampak pada papan merek yang ter tempel dilokasi pekerjaan Pengoralan jalan lingkungan yang mana volume pekerjaan tidak tercantum dalam papan Impormasi pekerjaan yang di nilai sengaja di lakukan untuk mengelabui bahwasannya dana Rp.122.513.000 terealisasi secara sempurna.
Salah satu warga desa gindo Suli yang namanya enggan di sebutkan yang kebetulan sedang berada dekat lokasi kegiatan Pengoralan menyayangkan upah yang di tentukan oleh TPK untuk penggalian Siring seharga RP.20.000/meter.
Masih warga yang menjadi sumber berita ini juga menjelaskan bahwa beberapa warga yang turut bekerja juga kesal atas pernyataan kepala desa yang ingin penggalian Siring cepat selesai dan akhirnya warga terhenti bekerja karena galian Siring tersebut di teruskan langsung menggunakan alat.
“Kepala desa dengan alasan ingin galian Siring cepat selesai maka mereka teruskan penggalian menggunakan alat berat, namun kita bisa melihat dengan jelas hasil yang di kerjakan oleh warga dan yang di kerjakan alat berat. Siring Yang di kerjakan alat berat boleh di katakan jauh dari yang di harapkan, padahal kalau masih di kerjakan warga upahnya juga cuman Rp.20.000/meter, alat bekerja di lokasi tidak sampai dua hari cuman kita anggap dua hari” ungkap salah satu warga.
Terpisah TPK Pengoralan jalan lingkungan desa gindo Suli Kecamatan Bungamas Akirin menyatakan bahwa pekerjaan tersebut sudah selesai di kerjakan, dirinya menjelaskan bahwa alat yang bekerja itu selama enam hari, cuman pembayarannya hitungan kubikasi.
Disisi lain salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Arif angkat bicara “kita sangat menyayangkan upah penggalian Siring yang sebesar Rp.20.000/meter yang di bayar TPK dengan masyarakat, patut kita menduga dari harga itu terjadi mark-up hari orang kerja HOK pada realisasi kegiatan Pengoralan tersebut”.
Kita berharap terhadap pihak terkait, agar kiranya lakukan audit pada kegiatan Pengoralan jalan lingkungan desa gindo Suli yang di danahi menggunakan anggaran dana desa tahun anggaran 2025, hal ini dianggap penting melihat hasil pekerjaan di lapangan sangat janggal dengan pagu anggaran yang tersedia, serta upah HOK sesuai dengan apa yang diakui oleh salah satu warga gindo Suli, cetus Arif.
Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya sedang diupayakan. (Dinaro)







