Manado, Sulutnews.com – Pemda Sulut dibawah Kepemimpinan Gubernur Yuliis Silvanus kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung masyarakat kurang mampu.
Jumat 18 Juli Bertempat di halaman Kantor Gubernur Sulut, Gubernur Yulius Selvanus melakukan Lounching secara resmi meluncurkan program penyaluran beras bantuan pangan untuk wilayah Sulawesi Utara.
Peluncuran ini ditandai dengan pelepasan bendera start oleh Gubernur Yulius Selvanus, didamoingi Wakil Gubernur Sulut Dr Viktot Mailangkay, SH.MH, Kadis Pangan Dr Franky Tintingon SSt. M SI , Kadis Infokom Dr Denny Mangala M.Si dan pejabat terkait.
Distribusi beras diangkut lewat sejumlah mobil truk pengangkut beras yang telah berjejer rapi dan siap diberangkatkan ke seluruh pelosok Sulut.
Bantuan pangan berupa beras ini merupakan alokasi untuk bulan Juni dan Juli 2025, yang ditujukan bagi 138.676 keluarga atau warga Penerima Bantuan Pangan ( PBP) yang tersebar di 1.839 desa di seluruh 15 Kabupaten dan Kota dengan jumlah 2.773 Ton Beras secara gratis.
Dalam sambutannya Gubernur Yulius Selvanus mengatakan bahwa program ini merupakan bagian nyata dari kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban. “Jadi pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan ekonomi” kata Gubernur.

Menurut Gubernur bantuan ini, tujuannya untuk meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas sosial dan ketahanan pangan.
Menjaga Daya Beli
Dikatakan Gubernur program penyaluran bantuan pangan berupa beras ini tidak hanya menjadi bentuk intervensi sosial, namun juga menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang terjadi secara nasional.
Penyaluran ini dilakukan atas kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal Bulog dan pemerintah 15 kabupaten/kota, untuk memastikan distribusi berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan tanpa hambatan.
Menurutnya hadirnya truk-truk logistik yang mengangkut bantuan beras dari gudang Bulog hingga ke titik distribusi menjadi simbol kolaborasi dan kerja nyata pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.
Dengan peluncuran beras ini diharapkan bantuan tersebut dapat segera diterima oleh para warga PBP, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
10 Kg Setiap Penerima
Kadis Pangan Sulut Dr Franky Tintingon Sst.M.Si kepada wartawan mengatakan, bantuan 2.773 ton beras ini adalah program Pemerintah pusat berupa penyaluran beras bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah Pusat yang dikelolah Perum Bulog untuk disalurkan ke Desa dan kelurahan yang menerima bantuan.

Foto- Launching Penyaluran Berad Bantuan Pangan 2.773 Ton Beras Jumat 18 Juli di Kantor Gubernur.
Kadis Pangan Franky Tintingon menambahkan tujuannya membantu dan mengurangi beban pengeluaran dalam upaya mengentaskan kemiskinan dataran rawan pangan dan atasi kekurangan pangan mengendalikan gejolak harga dan inflasi.” Jadi tujuannya jelas sangat membantu warga serta atasi inflasi” kata Tintingon.
Setiap bulan kata Tintingon 138.676 Warga Penerima Bantuan Pangan mendapat 10 kilogram beras setiap bulan selama bulan Juni dan Juli. Menurutnya pihaknya bersama Dinas Pangan di 15 Kabupaten dan Kota mengawasi ketat bersama instansi terkait agar tidak salah penyaluran” Kami pastikan semua 138.676 Warga Penerima beras harus menerima” kata Tintingon. Tintingon bersyukur dan berterimah kasih Gubernur Sulut Yulius Sudah Launching penyaluran beras. Ini akan ada lagi dibilang bulan mendatang tergantung kebutuhan.Dari evaluasi selama ini menurut Tintingon cukup baik dan ada manfaat besar yang dirasakan selama bantuan pangan diberikan pada beberapa waktu lalu.” Jadi sangar terbantu dan inflasi terjaga tetap stabil” kata Dr Franky Tintingon. Sejumah warga di Kabupaten Minahasa kepada wartawan Sulutnews.com mengatakan banga dan senang ada program ini. Karena harga beras terus naik. Bantuan beras ini sangat membantu sekali.

Foto – 15 Kabupaten dan Kota yang mendapat 2.773 Ton Beras Gratis
Kata sejumlah warga namun engan menyebutkan namanya kepada Sulutnews namun engan menyebutkan namanya. Kami berharap bulan depan ada lagi karena beras itu penting bagi kami.( Fanny)







