Minahasa,Sulutnews.com – Sejumlah SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tengara (Mitra) belum terpenuhi kuota siswa yang mendaftar lewat Sistim Penerimaan Murid Baru ( SPMB) tahun 2025. Karena itu pihak sekolah memperpanjang pendaftaran hinga Jumat 4 Juli sesuai juga petunjuk Dikda Sulut.
Sedangkan SMA dan SMK Negeri yang sudah terpenuhi kuota tidak lagi.memperpanjang pendaftaran seperti di SMA Negeri 3 Tondano dan SMK Negeri 1 Tondano.
Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepsek SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Minahasa dan Mitra kepada Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut ( JSDS) Selasa (1/7) dan Rabu (2/7) secara terpisah.
Kepsek yang ditemui antara lain Kepsek SMA Negeri 2 Di Desa Taraitak Langowan Minahasa, Nathalia Malonda S.Pd.M.Pd, Kepsek SMA Negeri 1 Posumaen di Mitra Silvana Mumu S.Pd, Kepsek SMA Negeri 1 Remboken Sem Rumagit S.Pd.M.Pd , Kepsek SMA Negeri 3 Tondano Naomi Sulystriani S.Pd.M.Pd.
Dan dari SMK Kepsek SMK Negeri 1 di Desa Rumengkor Tombulu Vanny Motoh S.Pd, Kepsek SMK Negeri 1 Tondano Maxy Tulung S.Pd.M.Pd serta Wakil Kepsek SMK Negeri 2 Tondano Bapak S Malonda S.Pd.

Foto – Plt Kepsek SMA Negeri 3 Tondano Naomi Sulistyorini S.Pd.M.Pd
Menurut para Kepsek SMA dan SMK yang ditemui menyatakan cukup baik SPMB tahun i ini karena sangat ketat dan ini untuk pemerataan penerimaan siswa.” Aturan SPMB tahun ini sangat baik karena untuk pemerataan” kata Kepsek SMA Negeri 2 Langowan Natalia Malonda dan Silvana Mulu Kepsek SMA Negeri 1 Posumaen Mitra. Meski kata mereka belum capai qouta hinga saat ini. Menurut Malonda dan Mumi akan perpanjanf pendaftaran.
Menurut Malonda qouta untuk SMA Negeri 2 Langowan 3 rumbel atau sekitar 108 siswa yang mendaftar lewat online dan manual sekitar 70- an siswa. Begitu juga di SMA Negeri 1 Posumaen menurut Kepsek Mulu ada kuota sekitar 70 an siswa . Namun yang mendaftar belum capai. Pihaknya optimis bisa tercapai bila diperpanjang pendaftaran. Begitu juga di SMA 2 Langowan
Hal yang sama dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Remboken Sem Rumagit dan Wakil Kepsek SMK Negeri 2 Tondano S Malonda serta Kepsek SMK Negeri 1 Tombulu Vanny Motoh. Menurut mereka SPMB sangat baik dan kami ikut aturan meskipun siswa yang mendaftar belum capai kouta. Kami akan perpanjang pendaftaran hinga Jumat 4 Juli. Untuk SMA Negeri 1 Remboken kata Kepsek Sem Rumagit asa 4 Rombel atau sekitar 144 siswa yang akan diterima. Namun belum capai kuota.” Mudah mudahan bertambah ketika diperpanjang pendaftaran” kata Rumagit.
Untuk SMK Negeri 2 Tondano menurut Wakil Kepsek S Malonda sekitar 129 siswa yang akan diterima untuk tujuh program Keahlian. Namun baru 70- an mendaftar. Malonda berharap bisa capai ketika ada perpanjangan pendaftaran.
Bahkan Kepsek SMK Negeri 1 Tombulu Vanny Motoh mengatakan baru 18 siswa yang mendaftar dari sekitar 30 kuota yang diterima. Ia optimis akan bertambah ketika ada perpanjangan .
Capai Kuota
Sementara SMA Negeri 3 Tondano menurut Plt Kepsek Naomi Sulystorini dari 10 Rombel atau 360 yang akan diterima sudah terpenuhi sesuai qouta . Ada sekitar 435 siswa yang mendaftar. Namun hanya diterima 360 sesuai kouta” Kami tidak mau tambah satu siapapun karena ada aturan” kata Naomi. Pihaknya hanya minta siswa yang tidak diterima cari sekolah lain saja.
Begitu juga di SMK Negeri 1 Tondano menurut Kepsek Maxy Tulung ada 280 siswa yang mendaftar namun kami hanya terima 250 sesuai kota untuk 9 program keahlian dua program baru. Kepsek tidak mau melangar aturan yang ada.” Jadi hanya 250 yang akan diterima” kata Tulung.

Foto – Kepsek SMK Negeri 1 Tondano Maxy Tulung S.Pd.M.Pd
Menurutnya animo masuk SMK Negeri 1 Tondano karena kualitas lulusan kita utamakan. Buktinya ada satu siswa lulus masuk Universitas Indonesia ( UI) lewat jalur prestasi tanpa tes Fakultas Keperawatan .Ini prestasi kita selain dikampus di Sulut.
Diperpanjang.
Sementara menurut data yang diperoleh dari Dikda Sulut akan diperpanjang pendaftaran SPMB hinha Jumat 4 Juli karena masih banyak SMA dan SMK belum capai kuota bahkan .masih kosong siswa yang mendaftar. Data yang ada di Sulut SMA Negeri dan Swasta sekitar 228 Sekolah dan SMK Negeri dan Swasta sekitar 194 Sekolah tersebar di 15 Kabupaten dan Kota. (Fanny)







