MANADO, Sulutnews.com – Untuk mengantisipasi pelanggaran pada pelalsanaan Pemilu tahun 2024 mendatang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang melibatkan jurnalis Provinsi Sulawesi Utara Minggu hingga Senin (19-20 /2/2023). Pada giat yang dihadiri Anggota Bawaslu RI Loily Suhenty Deputi Bidang Teknis Bawaslu RI, Deputi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, La Bayoni, Forkopimda, Perwakilan Parpol, sjumlah elemen pengawasan, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan kegiatan yang bertajuk “Merayakan Kegembiraan Mencegah Pelanggaran tersebut dilaksanakan sebagai upaya dari Bawaslu untuk bersama sama bergandengan tangan untuk mencegah dan melakukan mitigasi kerawanan pemilu.
“Saya mengajak semua pihak untuk sama- sama bergandengan tangan melakukan pengawasan atas pelanggaran, sehingga penyelenggaraan Pemilu yang berkwalitas benar- benar terlaksana dengan baik,” tegas Mewoh.
Ditempat yang sama, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan tema yang diangkat adalah Merayakan kegembiraan, mencegah pelanggaran. Apa tidak salah? Sulut ini suka aneh-aneh, sulut telah dinyatakan sebagai daerah dengan kerawan tinggi kedua se Indonesia“Tapi di tema tertulis rayakan kegembiraan. Kok gitu sih. Terlepas dari itu disisi lain saya melihat ini bisa jadi upaya optimisme Bawaslu Sulut,” Kata Lolly.
Juga kata Lolly, ketika data IKP ditarik dari kabupaten, kota, provinsi dan RI lakukan analisis. Maka analisis itu adalah situasi yang nyata.“Kita masih ingat ketika angka partisipasi pemilih itu ternyata 100 persen daerah tingginya mengalahkan DKI dan Jabar maka kita perlu berefleksi. 2024 waspada nggak boleh ada kejadian seperti yang lalu di mana ada warga yang menolak Pilkada, di mana yang lalu ada warga yang tidak bisa memilih,” katanya
Dalam konteks ini, kata lolly, mari kita refleksikan. Ketika hari ini pemutahiran data pemilih mulai berjalan, maka tidak sekedar kita datang dari rumah ke rumah, coklit dan pasang stiker.“Esensinya adalah memastikan jangan sampai ada warga sulut yang punya hak pilih tidak bisa milih, yang tidak punya hak pilih malah bisa milih. Potret 2019 kita tahu semua, apalagi sulut punya beberapa pulau yang diarea perbatasan,” Ucapnya
Mari kita sama-sama awasi dan cegah terjadinya hal-hal negatif di pelaksanaan Pemilu 2024 nanti.(josh tinungki)






