Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sulut · 11 Jun 2024 12:10 WITA ·

Teddy Pontoh : Pertamina vs BBM Langkah Sama Dengan Mencari Keuntungan Yang Korbankan Rakyat


Teddy Pontoh : Pertamina vs BBM Langkah Sama Dengan Mencari Keuntungan Yang Korbankan Rakyat Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Kelangkaan BBM yang sering terjadi di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara sehingga menyebabkan antrian kendaraan adalah bukti jika pihak Pertamina sebagai pelaksana suplai BBM hanya sebatas menyalurkan, tanpa mau ambil pusing atas dampak yang ditimbulkan ditengah masyarakat. Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Sulut Teddy Pontoh saat gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersana Pertamina, Biro Perekonomian Provinsi Sulut dan Polda Sulut, Senin (10/7/2024) siang di kantor DPRD Sulut.

“Sebagai perusahaan milik pemerintah harusnya Pertamina tidak hanya mencari keuntungan dari kegiatan mensuplai BBM, tetapi juga bertanggungjawab bagaimana menjadikan BBM tidak menjadi sumber masalah yang berdampak multiplayer efek ditengah masyarajat,” kata Pontoh.

Politisi PAN Ini juga mengatakan jika suplai BBM di Sulut sudah sesuai dengan kebutuhan sebagaimana laporan kepada DPR, yang menjadi pertanyaan kenapa justru masih terjadi antrian.” Ini pasti ada permainan dari para mafia BBM yang sengaja menimbun dan menjual kembali BBM kepihak yang tidak berhak,” tegas Pontoh.

Bahkan politisi yang juga pensiunan Anggota Polri ini menduga akibat permainan mafia BBM yang sengaja dibiarkan oleh Pertamina, sehingga mengakibatkan kelangkaan, yang menyebabkan pelaku di sektir Jasa, sejtir Pertanian, Perkebunan, Kelautan, yang harusnya mendapatkan jatah menjadi terdampak dan mempengaruhi hasil produksi.” Pertamina harusnya turut serta memikirkan bagaimana mengatasi persoalan kelangkaan BBM, agar gaji tinggi yang diberikan pemerintah tidak mubasir,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui dalam RDP tersebut Ketua Komisi II DPRD Sulut Sandrs Rondonuwu, dan Anggota James Tuuk juga memberikan argumen keras atas kinerja pertamina yang dinilai buruk.” Sangat disayangkan perusahaan sebesar Pertamina justru diisi oleh pegawai yang tidak mampu memberikan solusi atas kelangkaan BBM yang menjadikan rakyat menderita,” tegas Tuuk sambil berharap ada kebijakan memantau langsung aktifitas SPBU yang terindikasi melakukan aktifitas menyimpang terkait penjualan BBM.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,430 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merson Simbolon Resmi Mendaftar Calon Ketua PWI Sulut Masa Bakti 2026–2031

20 Maret 2026 - 22:07 WITA

Merson Calon Ketua PWI Sulut Bergelar Doktor dan Lulusan Lemhanas

19 Maret 2026 - 17:41 WITA

Plt Sekprov Sulut Denny Mangala: Selama Liburan Idul Fitry 1447 H dan Hari Raya Nyepi Pelayanan Publik Milik Pemda Sulut Seperti RSUD Terbuka 24 Jam

18 Maret 2026 - 17:36 WITA

DPRD Sulut Dan Kepsek Mendukung Gubernur Sulut Keluarkan Instruksi Membatasi Pengunaan HP Bagi Siswa Saat Belajar

15 Maret 2026 - 23:37 WITA

Stevanus BAN Liow Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bagi Ratusan Pemuda GMIM di Kota Manado

14 Maret 2026 - 13:00 WITA

Kapolres Minahasa Selatan Pimpin Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Tompasobaru dan Kapolsek Tumpaan  

12 Maret 2026 - 20:33 WITA

Trending di Minsel