MANADO, Sulutnews.com – Rencana Relokasi bagi masyarakat Tagulandang korban erupsi Gunung Ruang menjadi salah satu pembahasan pada rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Provinsi Sulut bersama Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulut, Ruang Komisi III DPRD Provinsi Sulut, Senin (27/05/2024). Satker BP2W Sulut, Prasetyo Budi Luhur, menjelaskan bahwa relokasi terhadap masyarakat di bawah kaki Gunung Ruang itu dipimpin langsung oleh Presiden, Joko Widodo. Perlu diketahui, kata Prasetyo, sebelumnya juga Desa Modisi ini menjadi tempat relokasi masyarakat Sangihe akibat dari Gunung Awu.
“Yang akan dipindahkan nanti, sesuai dengan data di kami itu, ada sebanyak 301 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari Desa Laingpatehi dan Pumpente” jelasnya.
Menanggapi pernyataan Setelah Satker BP2W itu, Amir Liputo, selaku anggota komisi III DPRD Provinsi Sulut momotong penjelasannya dan bertanya berapa lama pengerjaan bantuan rumah bagi masyarakat Tagulandang ini.“Arahan dari Bapak Presiden ke kami itu selama 6 bulan. Dan targetnya itu, di bulan Desember sudah selesai,” jawab Prasetyo ke Amir.
Lanjut Prasetyo, bahwa pihaknya sudah melakukan survei di lokasi relokasi itu. Dan nantinya akan dibangun rumah warga, kemudian 5 unit rumah ibadah, dibangun balai desa sebanyak 2 unit, beserta sekolah Paud/TK, SD,SMP, sarana olahraga dan tambatan perahu.“Selain itu, akan dilakukan juga pemenuhan air bersih, ijin memberi tahu lagi bahwa lokasi relokasi ini keberadaannya tepat diperbatasan antara Bolsel dan Bolaang mongondow timur (Boltim,” tuturnya.“Ok siap, terima kasih,” ucap Amir kepada Prasetyo sembari menyebut ini kabar gembira bagi masyarakat yang hari ini sedang berada di pengungsian. Bahwa Desember ini mereka sudah punya tempat tinggal dan bisa merayakan natal bagi saudaraku yang beragama nasrani.
Diketahui dalam RDP tersebut, hadir pula kepala BP2W Sulut, Nurdiana Habibi. Berty Kapojos, selaku ketua komisi 3 beserta anggotanya, yakni Boy Tumiwa, Yongkie Limen, Arthur Kotambunan dan Tonao Petrus.(josh tinungki)






