Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 18 Mei 2024 10:29 WITA ·

Pengguna WhatsApp Tidak Mematikan Centang Biru Memiliki 4 Tanda Kepribadian Ini


Pengguna WhatsApp Tidak Mematikan Centang Biru Memiliki 4 Tanda Kepribadian Ini Perbesar

Bolmut, Sulutnews.com – WhatsApp dari Meta adalah aplikasi perpesanan dan panggilan video yang GRATIS. Aplikasi ini telah digunakan oleh lebih dari 2 miliar orang di lebih dari 180 negara. WhatsApp sederhana, reliabel, dan privat sehingga Anda dapat tetap terhubung dengan teman dan keluarga secara mudah. Sabtu (18/05/2024).

Tahukah Anda tentang fitur tanda terima telah dibaca atau centang biru di WhatsApp?

Tanda tersebut dapat diaktifkan dan dinonaktifkan sesuai keinginan pengguna.
Di era digital sekarang orang lebih banyak tidak mematikan centang biru di whatsApp daripada orang yang mematikan centang birunya di whatsApp.

Dilansir dari JawaPos.com, di era digital sekarang orang lebih banyak tidak mematikan centang biru di whatsApp daripada orang yang mematikan centang birunya di whatsApp.

Mengapa demikian? Survei yang dilansir oleh JawaPos.com, Senin (12/05/2024), dari laman Digital Daze bahwa 23 persen dari 2 miliar pengguna WhatsApp menonaktifkan centang birunya.

Sementara sisanya 77 persen tersebut orang yang tidak mematikan centang birunya di WhatsApp.
Ternyata orang yang tidak mematikan centang biru di WhatsApp memiliki empat ciri-ciri kepribadian berikut ini penjelasannya menurut psikolog :

1. Tepat Waktu
Orang yang tidak mematikan centang biru di WhatsApp mungkin mereka termasuk dalam kelompok individu yang menghargai ketepatan waktu. Mereka juga tidak nyaman dengan ambiguitas.

Dan mereka pun juga butuh kepastian akan pesan yang dikirim apakah pesan tersebut terkirim dan dibaca atau belum oleh penerima. Tampaknya fenomena ini juga berlaku di beberapa platform seperti email direct message instagram.

“Alat komunikasi berkembang seiring berjalannya waktu, namun psikologi manusia tetap konsisten. Kami selalu ingin tahu apakah pesan kami, baik ditulis pada papirus atau diketik pada layar sentuh modern telah diterima dan diakui,” kata Sejarawan teknologi Dr Ian Fitzroy.

Ketika mereka membaca pesan, Anda akan mengetahuinya. Perilaku online mereka sering kali mencerminkan perilaku mereka yang lugas, agak mudah ditebak, namun sebagian besar transparan.

Contohnya teman Anda yang tepat waktu dan mengirimkan ucapan terima kasih mungkin merupakan pendukung tanda terima telah dibaca.

2. Berkepribadian Jujur
Helena Winston, seorang psikolog perilaku digital mengatakan bahwa orang yang tidak mematikan tanda centang birunya di WhatsApp mereka berkeinginan bertindak jujur.

“Banyak dari kita memiliki keinginan bawaan untuk jujur. Dengan mengaktifkan centang biru, pengguna ini mungkin menunjukkan suatu bentuk kerentanan digital bahwa Anda tidak menyembunyikan apapun,” ujar Helena Psikolog spesialisasi perilaku digital.

3. Keterbukaan dan Keramahan

Penelitian Winston juga menunjukkan hubungan antara penggunaan tanda centang dan ciri-ciri kepribadian seperti keterbukaan dan keramahan.

Bayangkan saja seseorang yang sedang berkencan mengakui bahwa mereka telah membaca pesan tetapi memilih untuk tidak membalas. Mungkin hal ini akan menjadi sebuah pertanyaan bagi pasangan Anda.

Berbeda dengan saat Anda mematikan tanda centang biru pada WhatsApp tentu pasangan Anda tidak akan mengetahui pesannya telah dibaca atau belum.

4. Validasi
Sains punya cara untuk menjelaskan perilaku kita yang paling biasa sekalipun. Ambil contoh, gelombang kegembiraan yang Anda alami ketika seseorang menyukai postingan Anda atau me-retweet status Anda.
Perasaan itu sebenarnya adalah otak Anda menerima dosis dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan penghargaan dan kesenangan.

Hal itu bisa Anda terapkan pada tanda centang biru itu. Pesan Anda dibaca dan Anda menerima validasi. Sesederhana itu.

Apa jadinya jika validasi itu sengaja disembunyikan? Lalu segalanya mulai menjadi lebih rumit. Liana Richardson, seorang ahli saraf spesialis komunikasi menjelaskannya bahwa otak manusia merespon umpan balik. Dan umpan balik tersebut akan memberitahu Anda tentang status sosial Anda dalam suatu kelompok.

Artikel ini telah dibaca 1,198 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Menegaskan Pelayanan Pertanahan Harus Diberikan Secara Maksimal Terhadap Masyarakat

4 April 2026 - 10:39 WITA

Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak di Keluang,Dorong Solusi Untuk Warga Terdampak

3 April 2026 - 22:52 WITA

Mengurai Benang Kusut Koperasi Tambang Rakyat di Sulut

2 April 2026 - 23:36 WITA

Melintasi Dinamika Haul Alkhairaat 2026 Di Kota Palu

30 Maret 2026 - 14:08 WITA

Kompetensi Visi Misi Para Calon Ketua Harian & Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulut 2026 – 2031 Bukan Hanya Janji

29 Maret 2026 - 20:40 WITA

Bupati Bolmong Utara Menghadiri Halal Bihalal Desa Talaga Guna Mempererat Persaudaraan ( Ukuwah)

28 Maret 2026 - 17:58 WITA

Trending di Bolmut