Bitung, Sulutnews.com – Ratusan remaja histeris saat dirinya muncul di atas panggung.
Logat kental ketimuran, mampu menghipnotis penggemarnya hingga terasa akrab.
Wizz Baker membawa situasi panggung sampai kepada penonton ikut terhanyut lewat hits hitsnya yang bergenre pop alternatif.
Suasana semakin memuncak ketika ia mengajak bernyanyi bersama lewat lagunya yang berjudul ” Rindu Rumah ”
Lagu ini seolah memberi motivasi untuk selalu berjuang meski jauh dari orang orang tercinta.
Dari atas panggung, Wizz Baker menuturkan secuil kisahnya semasa kuliah di Unima, Tondano kemudian berujung terciptalah lagu ini.
Pria asal Kota Sorong, Papua ini tampil membawakan 8 hitsnya, penonton yang nampak antusias punya cara sendiri untuk menikmati setiap alunan lagu lagu itu.
Mereka berdiri sambil mengangkat tangan, menyalakan flash lightnya masing masing, mengalun mengikuti setiap lirik lagu yang dibawakan.
Tidak hanya itu saja, bahkan para penggemar yang hampir rata rata remaja, tidak ingin melewatkan moment ini begitu saja.
Turun dari panggung, Wizz Baker langsung diserbu untuk dimintai foto selfie, membuat ekstra kesibukan bagi panitia tentunya.
Ia pun penuh ramah meladeni setiap permintaan penggemarnya di acara yang di gagas oleh Komunitas Piratez Bitung dalam tajuk ” Festival Ramadhan” yang berlangsung di Lapangan Belanda, Girian, Kota Bitung. Sabtu(30/03/24) malam.
(Tzr)







