Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 10 Apr 2026 17:08 WITA ·

Menjawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci Siapkan Talenta Masa Depan


Menjawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci Siapkan Talenta Masa Depan Perbesar

Mahasiswa didorong memahami tantangan bisnis nyata untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang

Jakarta, 31 Maret 2026 – Di tengah percepatan transformasi industri
global dari elektrivikasi hingga rantai pasok, Indonesia menghadapi satu
tantangan krusial yakni memastikan talenta yang dihasilkan tidak hanya siap
kerja, juga siap menghadapi kompleksitas dunia bisnis secara nyata.

 

Data Badan Pusat Statistik
(BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan universitas
masih menjadi perhatian dengan nilai 5,39% pada tahun 2025. Sementara itu,
laporan World Economic Forum memproyeksikan bahwa 39% keterampilan inti tenaga
kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan, menegaskan kesenjangan antara
dunia akademik dan kebutuhan industri kian nyata. Menjawab tantangan tersebut,
kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri bukan lagi pilihan namun
merupakan kebutuhan strategis.

 

Dari teori ke realitas industri

Melalui kemitraan BINUS
Internasional program International Business dan perusahaan Bosch di Indonesia,
mahasiswa tidak hanya belajar konsep, namun juga diajak langsung membedah
tantangan bisnis yang riil, mulai dari strategi adaptasi pasar lokal hingga
dinamika rantai pasok industri global, antara lain:

 

Masa Depan Mobilitas: Peralihan menuju kendaraan listrik
dan hidrogen sebagai masa depan industri otomotif global termasuk di
Indonesia.Strategi Adaptasi Lokal: Pentingnya pendekatan
“local-for-local”, di mana produk dan strategi disesuaikan untuk menjawab
permintaan unik pasar domestik.Resiliensi Rantai Pasok: Studi kasus mengenai
keputusan investasi strategis, diantaranya pada industri semikonduktor,
sebagai respon terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global.

 

Pendekatan ini membawa
mahasiswa keluar dari zona teoritis ke dalam kompleksitas pengambilan keputusan
bisnis yang sesungguhnya.

 

Membentuk cara berpikir, bukan
sekedar keterampilan

“Melalui inisiatif integrated
project pada mata kuliah Multinational Corporation Management, mahasiswa
memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam memahami kompleksitas
operasional perusahaan multinasional ujar Dr Ami Fitri Utama, Head of
Program International Business
BINUS International. “Pengalaman ini tidak hanya
memperkaya wawasan praktis mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam
membentuk kompetensi global mereka agar siap menghadapi tantangan dan peluang
di dunia bisnis internasional.” tambah Dr Ami.

 

Dari sisi industri, berbagi
pengalaman praktis dipandang sebagai kontribusi penting untuk membangun
ekosistem talenta yang kuat. Hal ini tidak hanya tentang transfer pengetahuan,
tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang tangkas dan adaptif.

 

“Di pasar seperti Indonesia, keberhasilan tidak hanya
ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola biaya, menjaga
kualitas, dan memastikan kepatuhan terhadap standar global. Melalui kolaborasi
ini, kami ingin berbagi perspektif tersebut secara langsung kepada generasi
muda.”
ungkap Bernard Simanjuntak, Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia.

 

Lebih lanjut, Bernard
menegaskan, sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia
menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika bisnis di
pasar berkembang, mulai dari skala pasar, kompleksitas regulasi, hingga
kebutuhan lokalisasi.

 

Menurutnya, dalam konteks ini,
kolaborasi antara Bosch dan BINUS tidak hanya berkontribusi pada pendidikan,
tetapi juga pada penguatan ekosistem talenta nasional yang selaras dengan
kebutuhan industri masa depan.

 

Bosch Mendorong model kolaborasi yang lebih luas

Program ini akan berlangsung hingga Juni 2026 dan akan ditutup dengan
presentasi solusi inovatif dari mahasiswa terhadap tantangan industri yang
diberikan.

 

Lebih dari sekadar program akademik, inisiatif ini diharapkan menjadi
model kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industry, yang mampu
mempercepat kesiapan talenta Indonesia sekaligus mendukung daya saing ekonomi
nasional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA

10 April 2026 - 21:30 WITA

SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

10 April 2026 - 18:05 WITA

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45% di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

10 April 2026 - 17:25 WITA

Erajaya Manfaatkan Solusi Salesforce untuk Hadirkan Pengalaman Pelanggan yang Personal dan Terintegrasi bagi 18 Juta Pelanggan

10 April 2026 - 15:52 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun

10 April 2026 - 15:00 WITA

Broker Lokal dengan Layanan 24 Jam Customer Support di Indonesia

10 April 2026 - 14:27 WITA

Trending di Bisnis