Jakarta, 03 Maret 2026 – Gejolak ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah akibat operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, memicu guncangan pada kondisi ekonomi global. Termasuk pada pasar aset kripto yang turut mengalami tekanan, menanggapi ini Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya menekankan pentingnya penguatan literasi bagi investor Indonesia.
Sebelumnya, Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan ini merupakan tindakan pencegahan atau pre-emptive strike dari pihak intelijen yang dikabarkan mendeteksi ancaman nyata dari program rudal balistik Iran yang dianggap membahayakan pasukan AS dan sekutunya di kawasan tersebut.
Peristiwa ini memicu volatilitas luar biasa pada harga aset Bitcoin ($BTC) yang tertekan ke level $63.000 pada sabtu kemarin, sebelum akhirnya bangkit dan menyentuh $68.000 pada hari ini. Hal in, mencerminkan dominasi rasa takut yang mendalam pada kondisi psikologis pasar sebagaimana terlihat dari indeks Fear & Greed CoinMarketCap yang menyentuh level “Extreme Fear” pada 2 Februari 2026, kemarin.
Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Kondisi volatilitas pasar aset digital saat ini, menuntut investor untuk memahami mekanisme fundamental dan portofolio risiko.
“Gejolak situasi geopolitik saat ini tentu berdampak pada industri aset digital secara menyeluruh, karena itu masyarakat ditekankan untuk benar-benar mengelola informasi secara bijak. Tidak mudah terpengaruh oleh tekanan pasar dan tren pasar saat ini, apalagi mengambil keputusan berdasarkan tekanan Fear of Missing Out (FOMO),” tegas Ronny.
Menurutnya peran literasi keuangan menjadi kunci utama bagi investor lokal agar mampu mengelola portofolio secara cerdas dan terlindungi dari potensi kerugian akibat kurangnya pemahaman terhadap dinamika aset digital yang terus berkembang pesat. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang.
Mengingat aset kripto seperti Bitcoin ($BTC), Tether ($USDT) dan Tether Gold ($XAUT) masih menjadi pilihan diversifikasi di kalangan investor aset kripto jangka panjang. Apalagi, kehadiran $XAUT yang merupakan aset kripto berbasis emas yang diterbitkan oleh Tether dan merepresentasikan 1 troy ounce emas fisik yang disimpan di vault (Swiss).
Di sisi lain, menyikapi situasi saat ini investor jangka panjang juga dapat memanfaatkan fitur staking di Bittime dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 20% bagi pengguna baru. Fitur staking hadir dengan locked periode tertentu, dan selanjutnya dapat diredeem setelah locked periode berakhir atau redeem lebih awal tanpa potongan biaya, serta penalti apapun.
Namun, tentu perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES





