Tahuna, Sulutnews.com – Perjalanan laut sejauh kurang lebih 270 hingga 300 kilometer dari Tahuna ke Manado tak menyurutkan langkah Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. Di Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG), Jalan Piere Tendean Boulevard, Selasa (10/02/2026), ia membawa satu agenda tegas: memperjuangkan suku bunga kredit yang lebih ringan bagi ASN.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa BSG, Thungari secara terbuka meminta manajemen bank pembangunan daerah tersebut menyesuaikan suku bunga kredit ASN agar lebih kompetitif.
Menurutnya, penurunan BI Rate yang terjadi sebanyak empat kali sepanjang 2024 hingga 2025 semestinya direspons dengan kebijakan bunga kredit yang lebih adaptif.
“Kami mendesak Bank SulutGo agar menyesuaikan suku bunga supaya mampu bersaing dengan bank-bank Himbara lainnya,” ujar Thungari usai rapat.
Loyalitas ASN jadi pertaruhan
Thungari menilai, daya saing suku bunga bukan sekadar angka, melainkan faktor krusial dalam menjaga loyalitas ASN sebagai nasabah utama BSG. Jika bunga kredit tidak kompetitif, potensi perpindahan ASN ke bank lain terbuka lebar.
“Bank SulutGo ini bertumbuh dari kredit ASN. Jika bunga kredit bisa bersaing dan tetap terjaga, maka bank akan semakin kuat dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sangihe dalam mengawal kepentingan ASN, terutama dalam akses pembiayaan yang lebih ringan dan adil.
Selain isu suku bunga, RUPS Tahun Buku 2025 juga mengesahkan laporan keuangan perseroan, membahas laporan kinerja direksi dan pengawasan dewan komisaris, serta menetapkan penggunaan laba bersih.
Sementara itu, dalam RUPS Luar Biasa 2026, para pemegang saham membicarakan sejumlah kebijakan korporasi strategis guna memperkuat posisi BSG sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif dan profesional di tengah dinamika industri perbankan.
Forum tersebut turut menegaskan susunan jajaran pengurus perseroan. Dewan Komisaris BSG dipimpin Komisaris Utama Vicky Lumentut, bersama Djafar Alkatiri, Jaclyn Koloay, Max Kembuan, Rania Riris Ismail, dan Diane sebagai komisaris.
Adapun jajaran Direksi terdiri dari Direktur Utama Revino Pepah, Direktur Operasional Louisa Parengkuan, Direktur Umum Joubert Dondokambey, Direktur Kredit Tetty Rampengan, Direktur Dana Rudiyanto Katili, serta Direktur Kepatuhan Mutesa Holdin.
Dorongan penyesuaian suku bunga ini diharapkan tidak hanya menjaga kepercayaan ASN, tetapi juga memperkuat peran BSG sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya di wilayah kepulauan seperti Sangihe.
Langkah Thungari menunjukkan bahwa jarak geografis bukan penghalang untuk memperjuangkan kepentingan daerah, terutama bagi kesejahteraan aparatur dan keberlanjutan ekonomi lokal.(Andy Gansalangi)





