Serang, Sulutnews.com – Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Senin,(9/2) di Kompleks Perkantoran di Kota Serang Provinsi Banten berlangsung meriah karena ada atraksi seni dan budaya.
Acara juga ditandai pemberian penghargaan kepada tokoh tokoh Pers termasuk penulis, wartawan berupa Press Card Nomber One, penghargaan kepada sejumlah Gubernur, Bupati dan Walikota dari berbagai daerah. HPN 2026 dengan Thema ” Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.
Hadir Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimyn Iskandar yang mewakili Presiden Prabowo Subiyanto, Menkoinfo Digital Mutya Hafid, Menteri Desa Yandri Susanyo, Mentri Kreatif, Wakil Menkoinfo Digital Reza Patrya,Gubernur Banten Andra Sony dan sejumlah Kepala Daerah.
Kemudian Ketua Dewan Pers Prof Dr Komarudin Hidayat , Ketua PWI Achmad Munir dan Pengurus PWI tokoh tokoh pers serta ribuan wartawan dari 38 Provinsi.
Menko Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Muhaimyn Iskandar didepan ribuan wartawan menyatakan banga bisa hadir. Dan dia mengatakan diutus mewakili Presiden Prabowo.
Menurut Muhaimyn pers penting saat ini untuk menginformasihkan berita secara akurat diera disrupsi informasi era AI.
Menurutnya Disrupsi informasi digital AI sangat cepat dan tantangan kita.
Menurutnya ada tiga hal yang harus dilakukan pers saat ini yakni pertama adalah pers harus menjadi sarana edukasi atau pendidikan bagi masyarakat, kritis dan produktif.
Kemudian kedua pers harus menjunjung tinggi norma dan etika di rumah digital, dengan pemberitaan yang konsisten bertanggung jawab dan berintegritas.
Dan yang ketiga pers yang melindungi bukan melukai, dengan menjaga kerahasiaan data pribadi. “‘Tiga hal ini harus menjadi perhatian semua insan pers” katanya.
Menko juga mengatakan Indonesia dengan 280 juta penduduk telah menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara.
Dan sebagian besar masyarakat saat ini sudah terhubung internet bahkan setiap orang mengakses internet dunia maya tiga jam setiap hari.
Ini patut diperhatikan dunia pers karena menurut Muhaimyn masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, namun juga akurat, berdasarkan verifikasi yang objektif dari institusi pers. Dijelaskan banjir informasi, seperti konten yang tidak berkualitas dapat menurunkan daya nalar masyarakat.
Dalam kondisi atau situasi ini maka pers yang bijak jadi solusi, pers hadir sebagai penjernih informasi, bukan penambah kebisingan informasi.
Dalam bagian lain Menko mengatakan Indonesia membutuhkan pers dan pemberitaan yang bermartabat, objektif dan beretika, agar terus dipercaya publik.
Karena itu pemerintah berjanji untuk memastikan perusahaan media masuk ke dalam rantai ekonomi agar dapat bertahan di tengah disrupsi media dan kebisingan informasi.

Foto – Suasana Wartawan Dalam acara puncak HPN di Banten
Sebagai bangsa yang besar sangat membutuhkan pers yang sehat dan bermartabat, bukan hanya kebebasan dan profesionalisme, tetapi juga tentang keberlanjutan ekosistemnya.
Setiap Hari 10 Pengaduan
Sebelumnya Ketua Dewan Pers Prof Dr Komaruddin Hidayat mengagakan, saat ini setiap ada 10 laporan pengaduan terkait pemberitaan media massa.Ini harus menjadi perhatian pers agar berkualitas berita dan obyektif sesuai kode etik agar tidak ada pengaduan” Kalau 10 pengaduan tiap hari berapa satu tahun” kata Hidayat.
Kepercayaan kepada pers itu penting kedepan. Komarudin terus mendorong tingkatkan kompetensi wartawan.
Kritik Kunstruktif Fitamin
Ketua PWI Pusat Achmad Munir selaku Penangungjawab HPN mengatakan, sukses HPN saat ini di Provinsi Banten karena dukungan Gubernur Andra Sony dan masyarakat Banten. HPN juga ditandai pemberian penghargaan kepada berbagai wartawan yang menghasilkan karya jurnalis yang baik dan juga kepada kepala daerah yang mendorong budaya dan kerja baik.

Foto – Menteri Kominfo Digital Mutya Hafid Saat Memberikan Selamat Kepada Sejumlah Wartawan Penerima Press Card Nomber One Termsuk Sekretaris PWI Sulut Dr Merson Simbolon M Si
PWI terus juga melaksanakan uji kompetensi wartawan dan berharap kedepan lebih berkompeten. Pers kita menghadapi tantangan banyaknya informasi dan era AI. Pers tetap harus mendukung pemerintah namun kritik pers yang kunstruktif itu fitamin bukan ancaman.
Dalam HPN sejak 6 hinga 9 Februari 2026 banyak kegiatan yang dilakukan antara lain Konvensi Nasional Media, Peluncuran Buku, Dialog Kebudayaan, Olahraga Bersama dengan Pemda Banten juga acara tour wisata bersama Istri PWI dari seluruh Indonesia.(Fanny)





