Banten, Sulutnews.com – Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dilaksanakan di Kota Serang Provinsi Banten 6 -9 Februari 2026 merupakan momentum penting bagi dunia Jurnalis atau pers di Tanah Air dalam penguatanya untuk lebih sehat ditengah perkembangan teknologi disrupsi Informasi saat ini yang sangat cepat termasuk Artificial Inteligence (AI).
Pers masih sangat penting dalam menyampaikan informasih secara benar kepada publik. Namun sesuai fakta dan benar serta harus profesional dan beretika sesuai kode etik jurnalistik.
Hal tersebut terungkap dalam acara Konvensi Nasional Media Massa Dengan Thema ” Pers , AI, Dan Transformasi Digital ” Membangun Ekosistim Informasi Untuk Kepentingan Publik, Minggu (8/2) di Ball Room Hotel Aston Kota Serang Provinsi Banten.
Dalam Konvensi Nasional Media Masa tersebut hadir memberikan sambutan pembukaan Menteri Komunikasi dan Informasi Digita Mutya Hafid, Ketua Dewan Pers Prof Dr Komarudin Hidayat , Sekda Banten Deden Apriandhi.
Sementara sekitar tujuh pembicara dari berbagai pakar Digital dan Tim Google serta Wakil Menkoinfo Digital Reza Patrya .
Hadir sekitar 1.000 lebih wartawan dari 38 Provinsi dan Pengurus PWI serta wartawan senior dan pemilik media.
Menurut Menkoinfo Digi Mutya Hafid HPN tahun ini penting karena bersatunya kalangan pers sempat terjadi dua kubuh saat HPN 2025 lalu.

Foto – Pembicara Dalam Konvensi Media Massa Di HPN di Serang Banten
Saat ini HPN di Banten momentum penting kita bersatu mencari solusi untuk menghadapi kecepatan disrupsi informasi yang cepat seperti era AI. ” Ini tantangan kita kedepan. Konvensi Nasional Media Masa dengan menghadirkan pakar ini penting” kata Hafid.
Menurutnya diera AI pers memiliki peran penting menjaring mana informasi yang benar sesusi fakta dan yang bukan. Pers atau media mainstream itu sangat dibutuhkan.Namun tentunya harus sesuai fakta dan profesional dan beretika sesuai kode etik ketika memberikan informasih kepada publik.
Mentri Hafid berharap dengan Konvensi bisa ada konsep dan gagasan baru untuk bisa mengatasi berbagai arus informasi yang belum tentu benar.
Sumber Brita Terpercaya
Ketua Dewan Pers Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, disrupsi informasi era digital AI saat ini memang sering muncul dalam setiap perjalanan sejarah. Ini tantangan tetapi pers jangan diam saja.Melainkan harus kreatif dan inovatif menghadapi tantangan disrupsi informasi saat ini.
Disrupsi informasi muncul dalam perjalanan sejarah. Dan justru itu juga menjadikan peradapan manusia maju. Karena itu harus kreatif dan inovatif.
Bahkan Prof Komarudin mengistilahkan kondisi disrupsi informasi seperti kondisi banjir. Dimana bila banjir kondisi rumah rusak tertimbun lumpur dan sawah rusak sehinga masyarakat bingung.
Tetapi bagi orang kreatif menurut Komarudin dengan banjir akan melahirkan pemikiran untuk membuat kanalisasi, irigasi dan mitigasi lainnya.

Foto – Deklarasi Dewan Pers, PWI , AMSI, SMSI Organisasi Pers Terkait Perlindungan Kepada Pers, dan Peran Pers pada Minggu 8 Februari 2026 di Hotel Aston Serang Banten
Begitu juga dengan dunia pers saat terjadi disrupsi informasi di era AI. Pers harus bisa menjawab kebingungan dan keresahan masyarakat ditengah banjir informasih.
Menurut Prof Komaruddin ini yang terjadi pada media masa ketika ada disrupsi informasih, kadang kadang merasa bingung dan dan jungkir balik penuh hoax dan sebagainya. Dan sebagian masyarakat toksik sulit keluar dari situasi itu bahkan menyenangi dan addicted. Namun pada akhirnya menurut Prof Komarudin orang akhirnya mencari air bersih. Dan orang mencari sumber berita yang terpercaya.
Karena itu Komarudin yakin ditengah arus disrupsi informasih era AI, masyarakat butuh referensi informasi yang akurat melalui media masa atau pers. Karena pers mainstream memiliki disiplin dalam menyanyikan informasih serta fakta fakta yang benar.kepada masyarakat.
Bahkan pers itu semacam lembaga penyulingan. Kedepan suatu saat kata Ketua Dewan Pers masyarakat akan mengalami kejenuhan terhadap berita berita yang toksik.
Sementara Sekda Banten Deden Apriandhi juga berharap dengan Konvensi Nasional Media Massa di HPN, pers harus sajikan berita yang akurat sesuai fakta. Dan juga pers harus menjaring resiko terjadinya disinformasi dan manipulasi fakta diera AI. Pemprof Banten bersyukur HPN di Banten karena dampaknya bagi daerah baik terutama akan mengety peran Pers.
Wakil Menkoinfo Digital Reza Patria bersama sejumlah pakar Teknologi dan Informasi juga menambahkan kedepan Pers Mainstream itu harus diperkuat kualitas pemberitaan. Acara diakhiri dialog dan tanya jawab.(Fanny)





