Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 8 Feb 2026 14:13 WITA ·

IEF 2026: Logistik Jadi Tulang Punggung Perdagangan Digital


IEF 2026: Logistik Jadi Tulang Punggung Perdagangan Digital Perbesar

JAKARTA — Sesi IEF Talks Panel 2 bertema “Delivering Digital Commerce: The Logistics Layer” berlangsung di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, membahas bagaimana logistik harus bertransformasi untuk mendukung ekosistem digital berbasis ION.

Tanpa logistik kuat, e-commerce tak efektif

Keynote disampaikan oleh Ratnesh Verma (Founder & CEO, PIDGE). “Digital commerce hanya akan sekuat rantai logistiknya. Jika pengiriman mahal dan lambat, manfaat e-commerce tidak akan dirasakan UMKM,” tegas Ratnesh.

Ia juga menyoroti pentingnya sistem logistik terbuka. “ION memberi peluang bagi pemain logistik kecil untuk masuk ke rantai nilai digital yang sebelumnya didominasi perusahaan besar,” katanya.

Menyatukan pemain besar dan kecil

Panel dipandu oleh Shoeb Kagda (Co-Founder IEF) dengan panelis Guruprasad Deshpande (ZAAPKO), T. Koshy (ONDC), Alfons Tefa (Automa), dan Ratnesh Verma (PIDGE). Guruprasad menekankan standar interoperabilitas. “Kita butuh bahasa data yang sama agar semua pemain logistik bisa terhubung tanpa gesekan,” ujarnya. 

“Tanpa standar terbuka, integrasi akan mahal dan lambat,” tambahnya.

T. Koshy menjelaskan pelajaran dari India melalui ONDC. “ONDC menunjukkan bahwa open network bisa menurunkan biaya logistik sekaligus meningkatkan persaingan sehat,” katanya.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk mengadaptasi model ini sesuai konteks lokal,” jelas Koshy.

Alfons Tefa menyoroti tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan. “Last-mile delivery di daerah terpencil adalah tantangan terbesar. Kita butuh solusi berbasis komunitas, bukan hanya perusahaan besar,” ujar Alfons. 

“ION harus mendorong model kolaboratif yang melibatkan kurir lokal,” tambahnya.

Kesimpulan panel

Panel menegaskan bahwa logistik bukan sekadar layanan pendukung, melainkan infrastruktur inti ekonomi digital Indonesia.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 895 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rayakan Momen Kebersamaan dengan Mobil Baru, BRI Finance Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3,35%

5 Maret 2026 - 13:33 WITA

Raih Pendanaan, PhotoBebaz Percepat Ekspansi sebagai Platform Creative-Tech Media

5 Maret 2026 - 11:55 WITA

Sinergi BRI Finance dan Kejari Depok, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Sektor Pembiayaan

5 Maret 2026 - 11:18 WITA

Usia Ideal Untuk Kitten Mulai Mencerna Makanan

5 Maret 2026 - 11:15 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional VII Gelar Bakti Sosial Ramadan

5 Maret 2026 - 10:51 WITA

Tingkatkan Standar Pelayanan Kebersihan saat Angleb, KAI Services Gelar Pembinaan Petugas Cleaning di Regional Yogyakarta

5 Maret 2026 - 10:11 WITA

Trending di Bisnis