Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 4 Feb 2026 11:55 WITA ·

Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global


Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global Perbesar

Harga emas dunia kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan hari ini, menandai fase pemulihan yang signifikan setelah tekanan jual tajam yang terjadi pekan lalu. Logam mulia dengan simbol XAU/USD tersebut tercatat melonjak lebih dari 5% pada Selasa, didorong oleh masuknya kembali minat beli setelah harga terkoreksi dari level tertinggi sepanjang masa di kisaran $5.600. Pada perdagangan terkini, emas bergerak stabil di area $4.980–$4.985, mencerminkan keberhasilan pasar mempertahankan momentum pemulihan usai sempat menyentuh level terendah hampir empat minggu di sekitar $4.402.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai bahwa pergerakan emas saat ini menunjukkan penguatan tren naik secara teknikal. Berdasarkan pengamatan terhadap formasi candlestick dan indikator Moving Average, struktur harga XAU/USD mengindikasikan dominasi buyer yang semakin solid. Kembalinya harga emas ke atas area support kunci menjadi sinyal penting bahwa koreksi sebelumnya bersifat sementara dan tidak mengubah arah tren utama. Dalam proyeksinya, Andy Nugraha menyebutkan bahwa apabila tekanan bullish mampu dipertahankan, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju level $5.239. Meski demikian, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan, terutama jika harga gagal melanjutkan kenaikan, dengan potensi penurunan jangka pendek mengarah ke area $4.899.

Dari sisi fundamental, sentimen global kembali memainkan peran krusial dalam menopang harga emas. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, XAU/USD diperdagangkan di zona positif seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama, menyusul laporan bahwa militer Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden ini terjadi di tengah situasi politik yang memanas, di mana Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan langkah militer terhadap Iran.

Kondisi tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, terutama ketika ketidakpastian geopolitik berpotensi meningkat sewaktu-waktu. Pasar juga terus mencermati perkembangan diplomatik antara AS dan Iran. Permintaan Iran agar pembicaraan dilakukan di Oman serta dibatasi pada isu nuklir menambah kompleksitas negosiasi. Meski demikian, muncul sinyal meredanya ketegangan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan kesiapan untuk melakukan dialog yang adil dengan Amerika Serikat, seiring rencana pengiriman utusan senior kedua negara untuk pembicaraan lanjutan.

Di sisi lain, faktor kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi penyeimbang bagi laju kenaikan emas. Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve dipersepsikan pasar sebagai langkah hawkish, yang berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kondisi ini cenderung membatasi ruang kenaikan emas, mengingat suku bunga tinggi mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas. Meski demikian, berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar masih memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang berada di kisaran 66%, yang dapat kembali memberikan dukungan bagi harga emas jika terealisasi.

Selain faktor geopolitik dan moneter, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan hubungan dagang global. Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan India, yang mencakup penurunan tarif serta peningkatan komitmen pembelian produk AS, turut menciptakan dinamika baru dalam pasar keuangan global.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang bahwa prospek pergerakan emas dalam jangka pendek masih cenderung positif. Kombinasi sinyal teknikal yang menguat dan ketidakpastian global menjadikan emas tetap atraktif bagi investor. Namun, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas, mengingat perubahan sentimen geopolitik dan arah kebijakan The Fed akan sangat menentukan pergerakan harga emas ke depan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 901 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

6 Februari 2026 - 11:39 WITA

Taruna Ikrar Kepala BPOM Resmikan Cafe Jamu Indonesia di PIK 2: Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global

6 Februari 2026 - 11:36 WITA

Libur Tahun Baru Imlek 2577, KAI Divre III Palembang Sediakan 16.008 Tempat Duduk

6 Februari 2026 - 11:32 WITA

Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

6 Februari 2026 - 11:26 WITA

Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026

6 Februari 2026 - 11:19 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Trending di Adat Budaya
error: Content is protected !!