Reporter : Dance Henukh
Kabupaten Rote Ndao.Sulutnews.com – Kondisi yang terjadi pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ba’a, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, memang cukup serius. Sejumlah anak sekolah di wilayah tersebut tidak mendapatkan makanan maupun snack dari program yang seharusnya menjadi penopang gizi mereka selama lima bulan penuh – terhitung mulai dari bulan September, Oktober, November, Desember 2025 hingga bulan Januari 2026, sementara anggaran untuk MBG telah dialokasikan dan dinyatakan tersedia.
“Sungguh hanya Tuhan yang tahu apa sebenarnya terjadi dengan dana yang telah disiapkan untuk anak-anak kita,” ujar salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya, menggambarkan kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak pihak. Saat ini, situasi ini telah menimbulkan berbagai spekulasi dan tuduhan di kalangan masyarakat lokal, termasuk orang tua siswa dan pihak sekolah. Oleh karena itu, sangat diperlukan klarifikasi yang jelas dan terperinci dari pihak pengelola dapur MBG di Metina terkait penggunaan anggaran yang telah disiapkan untuk program tersebut. Pihak pengelola seharusnya memberikan penjelasan rinci mengenai alokasi dana, proses pemanfaatan, serta alasan mengapa program tidak dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, agar tidak muncul kesalahpahaman atau tuduhan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Jika memang terdapat kendala operasional yang menyebabkan program tidak dapat berjalan dengan lancar – seperti yang disebutkan sebelumnya terkait proses perbaikan dapur MBG di Metina – seharusnya ada laporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Informasi yang perlu disampaikan meliputi progres pekerjaan perbaikan, tenggat waktu penyelesaian yang telah ditetapkan, serta langkah antisipatif yang diambil untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi anak-anak selama masa perbaikan berlangsung. Hal ini penting untuk memberikan kepastian kepada seluruh pihak yang terkait, terutama kepada para siswa yang menjadi penerima manfaat utama program MBG.
Kini, masyarakat menunggu dengan seksama penjelasan resmi dari pihak pengelola dapur MBG Metina. Semoga masalah ini dapat segera menemukan solusi yang tepat dan tuntas, sehingga anak-anak di Ba’a bisa kembali mendapatkan hak mereka untuk menerima makanan bergizi melalui program MBG sesuai dengan yang telah direncanakan dan diharapkan oleh seluruh pihak.





