Reporter : Dance Henukh
ROTE NDAO.SULUTNEWS.COM — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Rote Ndao, sebagai inisiatif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang seharusnya menjadi penopang penting bagi pemenuhan gizi anak sekolah, kini menjadi sorotan publik di Kota Ba’a, Kecamatan Lobalain. Sebuah dugaan kuat muncul setelah sejumlah siswa mengeluhkan tidak menerima makanan maupun snack dalam kurun waktu lima bulan penuh – mulai dari September, Oktober, November, Desember 2025 hingga Januari 2026. Ribuan siswa di wilayah Kota Ba’a tidak merasakan manfaat dari program yang telah dialokasikan anggaran miliaran rupiah, khusus untuk sembilan sekolah di lokasi tersebut.
Dugaan bahwa uang MBG telah dikesampingkan semakin menguat karena pihak pengelola dapur MBG tidak memberikan penjelasan yang jelas dan terperinci terkait kondisi program. Satu-satunya alasan yang disampaikan adalah bahwa alokasi anggaran tidak terealisasi dengan tepat sasaran karena dapur MBG yang berlokasi di Metina sedang dalam proses perbaikan. Kondisi ini membuat para siswa sebagai penerima manfaat utama terpaksa kehilangan akses terhadap makanan bergizi yang direncanakan untuk diberikan setiap hari sekolah.
Sekolah yang Terkena Dampak
Sembilan lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi bagian dari program MBG meliputi:
– UPTD SD 1 Tuabolok
– UPTD SD 1 Mokdale
– UPTD SDN 1 Ba’a
– UPTD SDN 2 Ba’a
– UPTD SD 3 Ba’a
– UPTD SMPN 1 Ba’a
– UPTD SMPN 2 Ba’a
– UPTD SMPN 3 Ba’a
– SMA Kristen Silioam Metina
Setiap sekolah memiliki jumlah siswa yang bervariasi, sehingga dampak yang ditimbulkan mencakup ribuan anak yang berhak mendapatkan dukungan gizi untuk mendukung aktivitas belajar serta perkembangan fisik dan mental mereka. Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai progres perbaikan dapur, tenggat waktu penyelesaian pekerjaan, maupun status penggunaan anggaran yang telah dialokasikan untuk periode lima bulan tersebut.





