Rote Ndao.Sulutnews.com – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao dalam beberapa hari terakhir telah memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Gangguan pada distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pemadaman listrik menjadi masalah yang dirasakan langsung di berbagai pelosok daerah. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Bupati Paulus Henuk mengambil serangkaian langkah yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan untuk mengatasi situasi yang mendesak tersebut.
Respon Cepat Terhadap Situasi
Bupati Paulus Henuk secara terus-menerus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait, antara lain PT PLN untuk menangani permasalahan kelistrikan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time. Koordinasi yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi akurat mengenai kondisi cuaca dan bagaimana dampaknya terhadap jalannya distribusi BBM serta layanan kelistrikan.
Pada malam hari tanggal 25 Januari 2026, hasil koordinasi terbaru menunjukkan bahwa kapal pengangkut BBM telah direncanakan akan berlayar pada tanggal 27 Januari 2026. Kapal tersebut memiliki target tiba di Pelabuhan Batutua pada rentang tanggal 27 hingga 28 Januari 2026, meskipun kedatangannya masih bergantung pada kondisi cuaca yang berlaku di perairan saat pelayaran berlangsung.
Langkah Antisipatif dan Upaya Berkelanjutan
Keseriusan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menangani permasalahan ketersediaan BBM tidak hanya terbatas pada penanganan jangka pendek. Sebagai langkah antisipatif jangka panjang, Bupati Paulus Henuk telah sebelumnya melakukan pertemuan dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga pada tanggal 23 Oktober 2025, bersama Direktur perusahaan tersebut.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas tentang percepatan pembangunan Jobber BBM di Kabupaten Rote Ndao. Fasilitas ini dirancang sebagai solusi strategis yang akan memperkuat ketahanan stok BBM lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada distribusi yang sangat rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, pada minggu ini Bupati juga telah dijadwalkan untuk melakukan pertemuan lanjutan dengan PT Pertamina Patra Niaga, guna memastikan bahwa rencana pembangunan tersebut berjalan sesuai target dan diimbangi dengan tindak lanjut yang konkret.
Keseluruhan langkah ini menjadi bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menjamin ketersediaan energi dan pelayanan dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Permohonan Maaf kepada Masyarakat
Dalam kesempatan ini, Bupati Paulus Henuk juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao atas berbagai ketidaknyamanan serta dampak yang ditimbulkan akibat situasi cuaca ekstrem dan gangguan distribusi BBM.
Pemerintah Daerah berjanji untuk terus bekerja keras, meningkatkan koordinasi antar sektor terkait, serta menyusun berbagai langkah penanganan baik dalam skala jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Demikian rilis media ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi dan tanggung jawab penuh Pemerintah Daerah terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao.
Rote Ndao, 26 Januari 2026
BUPATI ROTE NDAO





