MANADO,Sulutnews.com – Anggota DPRD Sulut Jeane Laluyan, mempertanyakan kinerja Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Negeri Manado (Unima) dalam menangani Kasus kematian Evia Maria mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima. Menurutnya penanganan aduan Evia yang jadi korban dugaanp pelecehan seksual oknum dosen berinisial DAM terkesan lambat.
“Korban melapor 19 Desember tapi tidak ada bentuk perlindungan terhadapnya. Seorang perempuan yang berani mengadu dalam posisi seperti dia tentu sudah dalam keadaan tertekan,” tegas Jeane.
Dia juga menegaskan satgas PPTK dalam menjalankan tugas jangan hanya jadi pajangan di kampus tetspi dapst menjalankan tupoksi sesuai dengan mekanisme.“Apakah layanan konseling dan perlindungan itu benar-benar dijalankan, atau hanya sekedar menerima laporan tetapi tidak ditindak lanjuti,” kata Jeane mempertanyakan.
Berkaca dari kasus kematian Evia, menjadi cermin bahwa dunia perguruan tinggi di daerah ini perlu reformasi di dalam banyak bidang.“Bagaimana bisa kampus yang jadi benteng akademik dan moral justru menjadi tempat yang tidak nyaman bagi mahasiswa karena ada oknum Dosen yang tidak bermoral,” pungkasnya, sambil berharap ada perbaikan secara sistemik dalam pelayanan dan tatalaksana akademik dan kegiatan lainnya di Kampus UNIMA dan juga Kampis ysng lain yang asa di Sulawesi Utar,” (jost tinungki)





