Manado,Sulutnews.com – DPRD Sulut mengapresiasi langkah Pemda Sulut yang dipimpin Gubernur Yulius Silvanus SE dan Wakil Gubernur Dr Viktor Mailangkay yang membantu dana Rp 1,5 miliar untuk tiga Provinsi di pulau Sumatra yang terkena bencana banjir dan tanah lomgsor seperti di Provinsi Aceh, Sumatra Utara ( Sumut) dan Provinsi Sumatra Barat ( Sumbar).
” Bantuan ini menunjukan rasa kepedulian Provinsi Sulut sehinga Gubernur memberikan dana Rp 1,5 miliar” kata Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Sulut Louis Schramm SH MH Jumat (5/12) kepada Wartawan Sulutnews.com menangapi adanya kebijakan Gubernur Sulut Yulius Silvanus membantu Rp 1,5 miliar untuk bencana ditiga Provinsi di Sumatra baik Aceh, Sumut dan Sumbar.
Menurut Louis Schramm yang juga sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut, program bantuan ini juga merupakan bagian dari kita orang timur yang punya jiwa tolong menolong atau gotong royong ( Mapalus bahasa daerah Sulut)
Bantuan ini juga bagian dari kebersamaan sebagai satu bangsa Indonesia ” Jadi sangat baik langkah Gubernur membantu warga yang terkena bencana” tambah Louis Schramm.

Foto – Louis Schramm SH.MH Wakil Komisi IV Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Sulut
Sebelumnya menurut Asisten 1 Pemda Sulut yang juga sebagai Plt Kadis Infokom Sulut Dr Denny Mangala M.Si kepada Wartawan Sulutnews.com Jumat (5/12) mengatakan, Pemda Sulut sesuai instruksi Gubernur Yulius Silvanus memberikan dana Rp 1, 5 miliar untuk tiga Provinsi di Sumatra yang terkena bencana banjir dan tanah longsor antara lain di Aceh Rp 500 juta dan Rp 1 miliar untuk Provinsi Sumatra Barat dan Sumatta Utara.
” Jadi ini bentuk kepedulian Pemda Sulut” kata Denny Mangala.
Sebelumnya di Wisma Gubernuran Bumiberingin Manado pada Kamis (4/12) malam Gubernur Yulius Silvanus dengan mengusung nilai mapalus (gotong royong khas Sulut) ke kancah nasional dengan menyalurkan bantuan senilai Rp1,5 miliar kepada korban bencana di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar yang di timpa bencana akibat dampak cuaca ekstrem.
Gubernur Mayjen TNI ( Purn) Yulius Selvanus SE menyampaikan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana dan Pengamanan Aktivitas Masyarakat Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menurutnya nilai (mapalus) bukan hanya untuk kita terapkan di dalam daerah, tetapi juga harus terwujud dalam solidaritas nasional,” ujar Gubernur.
Bantusn bencana ini merupakan wujud kebersamaan sebagai satu Bangsa Indonesia.
Bantuan ini menurut Gubernur ditujukan guna mempercepat pemulihan infrastruktur, layanan darurat, dan kebutuhan mendesak warga yang mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca yang tak stabil.
Bahkan Gubernur juga menyampaikan kekhawatiran terhadap situasi di Aceh, di mana tiga kabupaten tercatat terisolasi karena akses transportasi darat terputus akibat bencana.
Melihat kondisi ini, kata Gubernur ini menunjukkan perlunya dukungan cepat dan menyeluruh dari berbagai daerah.
Dikatakan jugai saudara-saudara kita di Aceh sangat memprihatinkan. Kita harus hadir membantu. Bahkan menurut Gubernur bantuan dari Sulut tidak hanya bersifat materi, tetapi juga simbol empati dan kepedulian yang disertai Doa untuk pemulihan cepat di tiga Provinsi.
Dalam rapat koordinasi juga menyoroti situasi iklim yang ditandai dengan curah hujan tinggi, perubahan pola cuaca, dan peningkatan potensi banjir, tanah longsor, serta gelombang tinggi. (Fanny)





