Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Kotamobagu · 12 Sep 2025 15:45 WITA ·

Kakao Kotamobagu Dilirik Pasar Jepang, Wenny Gaib Dorong Produksi Organik


Kakao Kotamobagu Dilirik Pasar Jepang, Wenny Gaib Dorong Produksi Organik Perbesar

KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, Sp.M., menegaskan komitmennya untuk mendorong para petani kakao di Kotamobagu beralih ke sistem produksi organik. Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Direktur Utama PT Turkodom Indonesia, Cecilia Krista Tumini, bersama tim, dalam pertemuan dengan pemerintah daerah dan petani kakao di Perkebunan Kakao Yantaton, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kamis 11 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengungkapkan bahwa pasar Jepang membuka peluang besar bagi kakao Kotamobagu, dengan syarat utama produk yang diekspor harus dipastikan organik.

“Pak Yosugawa, pemilik perusahaan pembeli kakao kita, meminta kakao organik. Saya jujur menyampaikan bahwa sebagian besar kakao kita masih non-organik. Tapi secara bertahap, petani akan kita arahkan ke produksi organik,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, pihak pembeli di Jepang bahkan telah menyatakan kesiapan membuat MoU dengan pemerintah daerah untuk pembelian kakao organik. Sementara itu, peluang pasar Tiongkok masih terbuka, namun belum ada kepastian kontrak resmi. Karena itu, ia menekankan pentingnya kejujuran dalam perdagangan.

“Kalau organik, sampaikan organik. Kalau non-organik, katakan non-organik. Orang Jepang tidak bisa ditipu. Sekali kita curang, maka akan rusak nama baik kakao kita di mata dunia,” tegasnya.

Wali Kota juga menambahkan, melalui kerja sama antar lima daerah di bawah payung Gadasera, akan ditentukan kebun mana yang benar-benar organik dan mana yang non-organik, agar tidak tercampur. Pemerintah akan ikut memastikan mutu produk sebelum diekspor.

Artikel ini telah dibaca 908 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berkah Ramadhan, Ketua DPC PDIP Kotamobagu Henny Kaseger Bagi-bagi Sembako

20 Maret 2026 - 09:17 WITA

Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto Dampingi Tim Wasops Pastikan Oprasi Ketupat Berjalan Optimal

19 Maret 2026 - 22:40 WITA

Sinergi dengan Kejaksaan, Dinas PUPR Kotamobagu Pastikan Proyek Infrastruktur Berjalan Lancar

17 Maret 2026 - 10:01 WITA

Gubernur Yulius Selvanus Tinjau Pelaksanaan GPM di Kotamobagu Dan Berikan Cadangan Pangan Untuk 12.118 KK Dalam Safari Ramadhan Idul Fitri

10 Maret 2026 - 23:00 WITA

Pemkot Kotamobagu Tetapkan Batas Waktu Pelaksanaan Pasar Senggol

9 Maret 2026 - 00:36 WITA

Resmikan Jembatan MOTABI, Kapolres Irwanto Tuai Pujian Warga

5 Maret 2026 - 00:00 WITA

Trending di Kotamobagu