Manado,Sulutnews.com — Proses Belajar Mengajar (PBM) bagi 883 siswa SMK Negeri 5 Manado di Mapenget, Kota Manado, dipastikan akan berjalan lebih aman, nyaman, dan berkualitas. Hal ini menyusul direalisasikannya proyek Revitalisasi Sekolah Tahun Anggaran 2026.
Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Manado, Olga Fertje Mamusung, S.Pd., M.Pd., menyampaikan hal tersebut kepada awak media di sela-sela kegiatan sekolah, Senin (7/9/2026).
“Kami optimis dengan adanya revitalisasi ini, suasana Proses Belajar Mengajar di SMK Negeri 5 Manado akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Foto – Kepsek SMK Negeri 5 Manado Olga Mamusung S.Pd.M.Pd.
Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini dinilai membawa manfaat yang sangat besar. Oleh karena itu, Kepala Sekolah menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Kemendikdasmen, Gubernur Sulawesi Utara, serta Dinas Pendidikan Daerah. Pembangunan ini sudah lama diharapkan, mengingat beberapa ruang kelas dan ruang administrasi sebelumnya sudah tidak lagi memadai.
Revitalisasi tahap ke-9 ini bersumber dari anggaran senilai Rp2,513 miliar, mencakup pembangunan aula sekolah, empat ruang kelas baru, ruang administrasi, sejumlah unit toilet, serta beberapa ruang praktik. Pekerjaan dimulai sejak Juli 2026 dan ditargetkan selesai akhir tahun ini, dengan jangka waktu pelaksanaan 140 hari kerja. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 54%, berjalan di bawah pengawasan ketat dari pihak Kemendikdasmen dan konsultan pendamping.
SMK Negeri 5 Manado saat ini memiliki 10 program keahlian. Meski lokasinya berada cukup jauh dari jalur utama Jalan A. Maramis menuju Bandara Sam Ratulangi dan belum terjangkau angkutan umum, animo calon siswa justru terus meningkat setiap tahun.
“Kami optimis ke depan, minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMK Negeri 5 Manado akan semakin besar berkat fasilitas yang baru ini,” tambah Ibu Kepala Sekolah.
SMA Negeri 4 Bitung: Fasilitas Lengkap Kembali Terpenuhi
Hal serupa turut dirasakan di SMA Negeri 4, Kota Bitung. Secara terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Bitung, Wisje Kaunang, S.Pd., menyampaikan bahwa proyek revitalisasi senilai Rp1,7 miliar sangat membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Banyak fasilitas yang mengalami pemulihan dan perbaikan, antara lain ruang kerja tenaga pendidik dan kependidikan, toilet, ruang ibadah, ruang laboratorium komputer, ruang perpustakaan, serta ruang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Kami sangat yakin kualitas Proses Belajar Mengajar akan meningkat pesat berkat rehabilitasi yang terlaksana tahun ini,” ujarnya penuh harap.
SMK Negeri 1 Langowan: Progres Capai 70%, Dikerjakan Warga Sekitar
Sementara itu, di SMK Negeri 1 Langowan, Kepala Sekolah Hartini Ngadirejo, S.Pd., M.Pd., yang sedang menempuh pendidikan Doktor di Universitas Negeri Manado, menyampaikan bahwa proyek revitalisasi senilai Rp1,8 miliar telah mencapai sekitar 70%. Kualitas pembangunan terjaga dengan baik berkat pengawasan ketat serta dukungan tenaga pelaksana yang berasal dari orang tua siswa dan warga sekitar sekolah.

Foto -Gedung baru Yang dibangun dengan dana Revitalisasi di SMK Negeri 1 Langowan Sudah 70-an progres pekerjaannya.
“Saya sangat optimis kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Langowan akan jauh lebih baik ke depannya,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (8/9/2026).
Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan ruang praktik siswa untuk berbagai program keahlian, unit toilet, serta sejumlah ruang administrasi.
Catatan Umum Pelaksanaan Revitalisasi di Sulawesi Utara
Tercatat, sekitar 46 Sekolah Menengah Kejuruan di Sulawesi Utara telah mengajukan usulan revitalisasi untuk tahun 2026. Namun belum semua dapat terealisasi secara bersamaan, mengingat pelaksanaannya dilakukan secara bertahap atau bergelombang.
Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Atas, terdapat 51 SMA serta belasan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menjadi sasaran program serupa. Pada tahun 2025, puluhan satuan pendidikan di Sulut sudah menerima bantuan revitalisasi dan secara resmi diresmikan pada 22 April 2025 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam upacara yang berpusat di SMK Negeri 3 Tondano, Kabupaten Minahasa.
(Fanny)






