Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

Adat Budaya · 19 May 2024 23:18 WIB ·

Tampil Dengan Busana Minahasa Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya Meriahkan Festival Rujak Uleg 2024


 Tampil Dengan Busana Minahasa Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya Meriahkan Festival Rujak Uleg 2024 Perbesar

Surabaya,Sulutnews.com – Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya (K3S) turut memeriahkan Festival Rujak Uleg 2024 yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5).

Ketua K3S, Noufry Rondonuwu didampingi Eric Lasut mengatakan, Festival Rujak Uleg merupakan agenda tahunan Pemkot Surabaya. “Warga kawanua yang tergabung dalam K3S merupakan anggota masyarakat Surabaya sehingga sudah selayaknya kami hadir dan memeriahkan acara ini,” kata Rondonuwu.

Dikatakan, dalam festival yang menghasilkan sekitar 1500 porsi rujak, baik dari Pemkot maupun dari peserta, K3S tampil dengan busana daerah Minahasa yang cukup menyita perhatian peserta dan penonton festival. “Kami berupaya tampil maksimal untuk memperkenalkan budaya Minahasa dengan peragaan baju adat dan keikutsertaaan peserta mengulek rujak,”ujarnya.

Festival Rujak Uleg 2024 mengusung tema “The History of Rujak Cingur” ini dihadiri Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Walikota Surabaya Armuji, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, jajaran Forkopimda Kota Surabaya, perwakilan perguruan tinggi, perkumpulan dari berbagai daerah di Indonesia hingga tamu delegasi dari berbagai negara. Dalam Festival Rujak Uleg tahun ini juga ditampilkan teatrikal bertema Pasar Suroboyo hingga fashion show busana ‘Akulturasi Budaya Surabaya’.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tema “The History of Rujak Cingur” adalah simbol dari rasa kebersamaan, toleransi, persatuan, kesatuan, dan gotong royong warga Surabaya. Tema ini, lanjut Cahyadi, menggambarkan bagaimana warga Surabaya menjadi satu kesatuan dari berbagai suku, agama, serta lapisan masyarakat. “Semuanya menjadi menjadi satu bagian. Seperti rujak uleg, tanpa ada cingur, maka tidak akan terasa. Tanpa ada petis juga akan hambar,” tuturnya. Surabaya tanpa ada agama Kristen maka terasa hambar, tanpa ada agama Islam juga tidak akan terasa, tanpa ada agama Buddha juga tidak akan terasa. Begitu pula tanpa ada suku Tionghoa, Jawa, Madura, semuanya tidak akan terasa, maka itulah Surabaya dibangun atas nama kebersamaan seperti rujak uleg.

Dalam Festival Rujak Uleg 2024 Pemkot Surabaya menyajikan 731 porsi rujak uleg. Jumlah porsi rujak uleg yang disuguhkan kepada masyarakat kali ini, disesuaikan dengan angka Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Selain itu, ada 800 porsi rujak uleg yang disajikan dan dibagikan oleh 432 peserta Festival Rujak Uleg 2024 kepada ribuan pengunjung.(*/Stephen)

Artikel ini telah dibaca 1,074 kali

Baca Lainnya

Luar Biasa Kemeriahan Puncak Acara Peringatan HUT Ke-17 Punguan Simbolon dohot Boruna

7 July 2024 - 13:04 WIB

Raih 7 Medali, Indonesia Juara Umum ASEAN University Games Cabor Bridge

30 June 2024 - 22:00 WIB

Bupati Morut : Dewan Adat Wita Mori Bawa Semangat Rekonsiliasi Dualisme Dewan Adat

28 June 2024 - 13:18 WIB

Eks Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan Jadi Advisor SEVIMA Lanjutkan Komitmen Demokratisasi Akses Pendidikan Berkualitas di Indonesia

15 June 2024 - 20:44 WIB

Menyentuh, Aipda Hendra Lepas Seragam demi Evakuasi Jasad Bayi Dibuang

11 June 2024 - 23:36 WIB

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Lakukan Pendampingan Penyaluran BPNT

7 June 2024 - 20:28 WIB

Trending di Jatim