Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Adat Budaya · 19 Mei 2024 23:18 WITA ·

Tampil Dengan Busana Minahasa Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya Meriahkan Festival Rujak Uleg 2024


Tampil Dengan Busana Minahasa Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya Meriahkan Festival Rujak Uleg 2024 Perbesar

Surabaya,Sulutnews.com – Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya (K3S) turut memeriahkan Festival Rujak Uleg 2024 yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5).

Ketua K3S, Noufry Rondonuwu didampingi Eric Lasut mengatakan, Festival Rujak Uleg merupakan agenda tahunan Pemkot Surabaya. “Warga kawanua yang tergabung dalam K3S merupakan anggota masyarakat Surabaya sehingga sudah selayaknya kami hadir dan memeriahkan acara ini,” kata Rondonuwu.

Dikatakan, dalam festival yang menghasilkan sekitar 1500 porsi rujak, baik dari Pemkot maupun dari peserta, K3S tampil dengan busana daerah Minahasa yang cukup menyita perhatian peserta dan penonton festival. “Kami berupaya tampil maksimal untuk memperkenalkan budaya Minahasa dengan peragaan baju adat dan keikutsertaaan peserta mengulek rujak,”ujarnya.

Festival Rujak Uleg 2024 mengusung tema “The History of Rujak Cingur” ini dihadiri Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Walikota Surabaya Armuji, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, jajaran Forkopimda Kota Surabaya, perwakilan perguruan tinggi, perkumpulan dari berbagai daerah di Indonesia hingga tamu delegasi dari berbagai negara. Dalam Festival Rujak Uleg tahun ini juga ditampilkan teatrikal bertema Pasar Suroboyo hingga fashion show busana ‘Akulturasi Budaya Surabaya’.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tema “The History of Rujak Cingur” adalah simbol dari rasa kebersamaan, toleransi, persatuan, kesatuan, dan gotong royong warga Surabaya. Tema ini, lanjut Cahyadi, menggambarkan bagaimana warga Surabaya menjadi satu kesatuan dari berbagai suku, agama, serta lapisan masyarakat. “Semuanya menjadi menjadi satu bagian. Seperti rujak uleg, tanpa ada cingur, maka tidak akan terasa. Tanpa ada petis juga akan hambar,” tuturnya. Surabaya tanpa ada agama Kristen maka terasa hambar, tanpa ada agama Islam juga tidak akan terasa, tanpa ada agama Buddha juga tidak akan terasa. Begitu pula tanpa ada suku Tionghoa, Jawa, Madura, semuanya tidak akan terasa, maka itulah Surabaya dibangun atas nama kebersamaan seperti rujak uleg.

Dalam Festival Rujak Uleg 2024 Pemkot Surabaya menyajikan 731 porsi rujak uleg. Jumlah porsi rujak uleg yang disuguhkan kepada masyarakat kali ini, disesuaikan dengan angka Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Selain itu, ada 800 porsi rujak uleg yang disajikan dan dibagikan oleh 432 peserta Festival Rujak Uleg 2024 kepada ribuan pengunjung.(*/Stephen)

Artikel ini telah dibaca 1,143 kali

Baca Lainnya

Naniura, “Sashimi Nusantara” Warisan Sakral dari Tanah Batak

25 Mei 2026 - 10:14 WITA

Ketum AMKI, Tundra Meliala : Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026 - 23:44 WITA

Bauana Group: Ungkapan Terima Kasih dan Harapan Penuh Makna Bagi Handoko Santoso

24 April 2026 - 22:25 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Beroperasi Pasca Gempa Bumi 7,6 SR

2 April 2026 - 23:51 WITA

Pentas Mahzani 1000 Pelajaran di Kota Tomohon Lestariikan Warisan Budaya Masyarakat Adat Tombulu

11 Maret 2026 - 23:44 WITA

Trending di Adat Budaya