Manado,Sulutnews.com — Tongkat estafet kepemimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara secara resmi beralih kepada Brigjen. Pol. Yudho Hermanto, S.I.K., M.M., dalam upacara penyambutan dan serah terima jabatan yang berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, di Lapangan Presisi Mapolda Sulut. Pergantian ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, yang diterbitkan pada akhir Agustus 2026.
Brigjen. Pol. Yudho Hermanto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan (Karopaminal) Divisi Pengawasan (Divpropam) di Markas Besar Polri. Sementara itu, Kapolda Sulut yang lama, Komjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., telah diangkat dalam jabatan baru sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) di Mabes Polri.
Serah Terima Secara Simbolik
Prosesi penyambutan diawali dengan kedatangan Kapolda yang baru di gerbang utama Mapolda Sulut, dan disambut langsung oleh Wakapolda Sulut, Brigjen. Pol. Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda Sulut, jajaran Kepolisian Resor (Kapolresta dan Kapolres), perwakilan Bhayangkari, serta seluruh personel dan Aparatur Sipil Negara lingkungan Polda Sulut.
Secara simbolik, penyerahan Pataka Maesa’an Waya dilakukan oleh Komjen. Pol. Roycke Harry Langie kepada Brigjen. Pol. Yudho Hermanto sebagai tanda beralihnya tanggung jawab kepemimpinan Polda Sulut.
Pesan dan Harapan Mantan Kapolda
Dalam kesempatan tersebut, Komjen. Pol. Roycke Harry Langie menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Polda Sulut atas kerja sama dan pengabdian selama ini. Beliau juga berpesan agar seluruh personel tetap menjaga komitmen kedisiplinan, kepatuhan terhadap hukum, dan memelihara hal-hal baik yang telah terbangun selama ini.
“Berikan dedikasi dan loyalitas yang sama — bahkan lebih — kepada Kapolda yang baru. Jangan pernah lelah berbuat baik, dan terus berikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pesan Roycke kepada seluruh personel.
Di akhir perpisahan, beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama mengabdi di Bumi Nyiur Melambai.
Pernyataan Kapolda Baru: Amanah, Sinergi, dan Pelayanan Profesional
Brigjen. Pol. Yudho Hermanto, S.I.K., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat Sulawesi Utara.
“Saya berharap dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar Polda Sulut dan masyarakat Sulawesi Utara. Saya memohon dukungan dan sinergi dari seluruh jajaran demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa Pataka yang diserahterimakan bukan sekadar simbol organisasi, melainkan lambang kehormatan, kebanggaan, dan pengingat tanggung jawab moral. Persatuan dan kebersamaan menjadi fondasi utama kekuatan Polda Sulut.

Terkait pelayanan dan penegakan hukum, Kapolda menekankan agar seluruh personel bekerja secara profesional, akuntabel, dan humanis, serta senantiasa bertindak cermat, tepat, rukun, dan sesuai peraturan perundang-undangan.
Brigjen. Pol. Yudho juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mantan Kapolda atas dedikasi, kepemimpinan, serta fondasi positif yang telah dibangun selama memimpin Polda Sulut.
Komitmen Jaga Kamtibmas Melalui Sinergi dan Kearifan Lokal
Usai upacara penyambutan dan pelepasan mantan Kapolda, Brigjen. Pol. Yudho Hermanto menegaskan komitmennya kepada awak media. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif tidak dapat dilakukan kepolisian semata, melainkan memerlukan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat luas.
“Tanpa dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan instansi terkait, mustahil kita menjaga kamtibmas yang kondusif di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, saya memohon agar kita senantiasa bekerja sama, berkoordinasi, dan berkomunikasi secara erat,” tegasnya.
Selain memperkuat kerja sama lintas instansi dan kekompakan internal, Kapolda juga menekankan pentingnya pendekatan kearifan lokal dalam menjaga keamanan wilayah. Nilai-nilai luhur dan budaya positif yang tumbuh di tengah masyarakat Sulawesi Utara perlu dihargai, dipelihara, dan dijadikan kekuatan bersama dalam menjaga kedamaian dan ketertiban.
“Banyak nilai positif dan budaya produktif yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Sulawesi Utara. Itulah yang perlu kita kembangkan dan optimalkan. Mari kita jaga bersama agar suasana tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.(Yayuk)






