Rote Ndao,Sulutnews.com -Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang digelar komisi A DPRD Kabupaten Rote Ndao, memicu kekecewaan para wakil rakyat, Senin 6 Mei 2024
Ketua Komisi A, Feky Mikael. Boelan, yang memimpin rapat dengar pendapat RDP itu, memulainya dengan mempertanyakan sejumlah hal kepada Kepala Desa Matanae, Kecamatan Rote Timur Reskial Daud Teluain.
Merespon pertanyaan itu, Kades Reskial, sempat mengeluhkan kinerja beberapa perangkatnya yang tidak aktif.
Kondisi itu menurut Kades Reskial, menjadi penyebab terjadinya sejumlah kendala di dalam desa yang dipimpinya terlebih keuangan desa.
“Banyak perangkat yang tidak aktif,” jawab Kades Riskial, kepada Feky Boelan.
“Perangkat Desa mana-mana, yang tidak aktif bapa Desa,” sambung Adrianus Pandie,anggota komisi A Kabupaten Rote Ndao menanyakan.
“Kaur Kepala Urusan perencanaan, Kaur Umum, Kaur Keuangan, Kepala Seksi Kasie Pelayanan,” sebut Kades.
“Saya pernah suruh Linmas pergi jemput mereka di rumah,” tarang nya.
“Model begitu dong itu, kenapa tidak dikasi keluar saj, bapak desa punya hak prerogatif,” kesal Adrianus, mendengar keluhan Kades.
“Jangan sampai Kaur dan seksi di desa itu bapak desa pung tim pemenangan?,” sambung Adrianus, bertanya, dengan meminta Kades Matanae, mengoptimalkan kinerjanya bersama para perangkat.
Dengan sedikit mengalihkan pertanyaan, Adrianus, kemudian menanyakan jumlah dana yang dikelola desa Matanae.
Terlihat kesal di wajahnya, karena Adrianus, memang pernah menduduki posisi seperti Kades.
“Pak Kades, DD dan ADD, nominalnya berapa pada tahun sebelumnya?,” tanya Adrianus.
“Satu milya lebihr,” Kades mengaku dirinya tak tahu nilainya berapa,Karena tak puas, pertanyaan itu kemudian dilontarkan kepada Sekretaris Desa Sekdes yang ikut hadir dalam RPD itu.
“Sekretaris, pak Kades bilang tidak tahu. Berapa anggaran yang masuk di Desa Matanae,” tanya Adrianus yang biasa di sapa dengan pangilan AP terlihat geram.
Mendengar penjelasan Sekdes, Adrianus, yang masih kesal, kemudian memperjelas kapasitasnya di DPRD.
Kekesalanya itu juga dialamatkan kepada Camat, dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPMD, juga kepada Inspektorat.
“Saya di Banggar sudah 20 tahun. Kalau omong anggaran harus tepat. Jangan putar-putar saya,” kesal Adrianus yang di kenal dengan ramah senyum itu.
Helmy Josepha Tolla anggota Komisi A juga memberikan nasehati sang Kades dengan tata cara pengelolaan anggaran di Desa mata nae “Bapa Desa Anggaran ini Dari Rakyat kita untuk kembali ke Rakyat kita maka melayani lah dengan hati – hati Terima kasih Tuhan memberkati” Ungkap Helmy Josepha Tolla yang Akrab di Sapa HT.
Reporter:Dance henukh





