Tomohon, Sulutnews.com - Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut, S.E. menghadiri sekaligus membuka kegiatan Implementasi Penatausahaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Pemerintah Kota Tomohon,Kegiatan ini dilaksanakan di Mercure Hotels Manado Tateli Beach Resort, 13-15 Januari 2022.

Dalam kegiatan tersebut Wawali Wenny membacakan sambutan Walikota Tomohon Caroll J.A Senduk SH,dengan menyampaikan,Sebagaimana diketahui bersama bahwa sejak bergulirnya reformasi di bidang pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban keuangan daerah, dengan diberlakukannya Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, Undang-Undang nomor 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara, yang ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah, telah terjadi perubahan yang paradigmatik di bidang pengelolaan dan pertanggungjawaban  keuangan daerah, antara lain mencakup masalah penatausahaan keuangan yang harus dilaksanakan secara relevan, handal dan akuntabel.

Dalam rangka kemudahan penyampaian informasi pemerintahan daerah kepada masyarakat, maka pemerintah membuat regulasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 70 tahun 2019 tentang sistem informasi pemerintahan yang meliputi informasi pembangunan daerah, informasi keuangan daerah dan informasi pemerintahan daerah lainnya. informasi keuangan daerah terdiri dari informasi perencanaan anggaran daerah, pelaksanaan anggaran dan penatausahaan keuangan daerah, informasi akutansi dan pelaporan keuangan daerah, pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah, barang milik daerah dan informasi keuangan daerah lainnya.

Untuk memenuhi informasi pemerintahan daerah, maka Kementerian Dalam Negeri telah memfasilitasi dengan membangun satu aplikasi berbasis elektronik yang terintegrasi untuk digunakan oleh pemerintah daerah, hal ini tentu telah membantu pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kota Tomohon, dimana tahapan perencanaan dan penganggaran tahun anggaran 2022 telah menggunakan aplikasi SIPD yang di bangun oleh Kementerian Dalam Negeri, sehingga untuk tahun anggaran 2022 untuk pelaksanaan dan penatausahaan keuangan daerah akan menggunakan aplikasi SIPD ini.

Selanjutnya dengan diselenggarakan kegiatan ini, maka diharapkan saudara-saudara dapat memanfaatkan kesempatan yang baik sehingga mampu meningkatkan kapasitas, kompetensi, profesionalitas sebagai aparatur pengelolaan keuangan daerah dalam menjalankan peran dan fungsinya, sehingga kinerja pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah senantiasa konsisten, dengan mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber dari kementerian dalam negeri yang sudah memenuhi undangan kami walaupun saat ini masih dalam masa pandemi covid-19. kepada para peserta yang adalah utusan masing-masing perangkat daerah agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga memperoleh banyak manfaat untuk diterapkan dalam memudahkan pelaksanaan tugas kedepan.

Turut pula di hadiri,Narasumber Direktur Pelaksanaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Drs. Horas Pandjaitan, M.Ec.Dev.

Para peserta Bendahara Pengeluaran, Bendahara Pengeluaran Pembantu dan Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD

Dan Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Tomohon Drs. Gerardus Mogi, M.A.P., Para Sekretaris Dinas/Badan/Kantor Se- Kota Tomohon.(prise)

Tomohon,Sulutnews.com - Akibat penolakan pelantikan dan pergantian direksi di Rumah Sakit Umum (RSU) GMIM Bethesda Tomohon, yang di lakukan sejak dua hari  oleh seluruh karyawan/karyawati dan pensiunan Rumah RSU GMIM Bethesda Tomohon

Jumat (14/1/2022), sekira Pukul 09:00 Wita, Ruma Sakit Bethesda tiba - tiba di datangi oleh sekelompok oknum yang diketahui berasal dari Kantor Sinode GMIM dan Yayasan Medika GMIM.

Dari video yang beredar yang tengah viral di media sosial, puluhan orang ini terlihat ingin memaksa masuk di dalam rumah sakit tersebut, sehingga nyaris bentrok dengan para pendukung Dr. Ramon Amima yang terus berjaga - jaga di area RSU Bethesda GMIM Tomohon.

Akibat dari peristiwa ini, dua pintu masuk yang berada di depan rumah sakit dan di gedung lantai dua, diduga turut di rusak oleh puluhan oknum yang di pimpin langsung oleh oknum - oknum petinggi dari Kantor Sinode GMIM dan Yayasan Medika GMIM.

"Mereka tiba - tiba datang dan memaksa masuk sehingga nekat merusak pintu rumah sakit dengan menggunakan linggis dan palu, ungkap Kepala Bagian SDM RSU GMIM Bethesda ibu Zusan Onturael.

Beruntung ada aparat dan masyarakat sekitar yang tiba di rumah sakit, sehingga suasana keamanan kembali kondusif.

Diceritakan Zusan kelompok tersebut datang tanpa ada pemberitahuan kepada pihak rumah sakit, padahal pelayanan rumah sakit terhadap pasien sementara berlangsung, ujarnya.

Atas kejadian ini kami seluruh karyawan dan karyawati RSU GMIM Bethesda sangat terpukul dengan perlakuan yang di lakukan oleh oknum - oknum petinggi sinode GMIM dan Yayasan Medika GMIM. "Ingat kami yang bekerja di rumah sakit ini juga bagian dari Jemat GMIM ungkap Suzan.

"Kami minta  hormati dan hargai kami. "Saat peristiwa itu terjadi kami sedang menggelar rapat bersama di gedung pertemuan tukasnya. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com -  Dua orang pelaku penganiayaan yang terjadi di PT Pertamina Cluster 13 Kelurahan Tondangow Kecamatan Tomohon Selatan, Kamis (13/1) berhasil diringkus oleh Team URC Totosik Polres Tomohon.

Kapolres Tomohon, AKBP Arian Primadanu Colibrito SIKMH melalui Katim URC Totosik, Aipda Yanny Watung kepada media ini membenarkan peristiwa tersebut.

Diterangkan Aipda Yanny, berdasarkan laporan korban dan hasil interogasi terhadap kedua pelaku yang diketahui merupakan warga Tondangow Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon. Peristiwa penganiayaan ini terjadi saat kedua korban Fadly kaligis (32) Warga Kelurahan Tondangow Kecamatan Tomohon selatan dan Frendly Kaparang (31) Warga Desa Kecamatan Kawangkoan Barat, Sekira Pukul 11.00 Wita hendak mengambil alat kerja di Cluster 4 dengan menggunakan kendaraan roda empat  (R4).

Dikatakan Aipda Yanny, saat kedua korban hendak melewati area  cluster 13, Niklas kaligis (43)  dan Fadly kaligis (32) (Pelaku.red) kemudian meneriaki korban dengan berkata ' Hey orang luar nimbole lewat sini'.

Tak memperdulikan teriakan kedua pelaku, "kedua korban dengan pelan - pelan terus melewati tempat tersebut.

Dikarenakan teriakan mereka tidak mendapat respon,  kedua pelakupun langsung mengejar mobil yang di kendarai oleh korban dan menghadang mobil tersebut sehingga terjadilah  adu mulut dan dengan sekatika Pelaku Fadly Kaligis langsung memukul  Frendly kaparang dengan menggunakan Sekop sehingga mengenai di bagian lengan kiri Korban.

Lanjut dijelaskan Aipda Yanny, setelah memukul  Frendly kaparang kedua pelaku menuju di bagian depan mobil dan memukul korban  Jeembry Ruus yang mengendarai mobil serta manarik korban untuk keluar dari dalam mobil.

"Beruntung di TKP ada beberapa pekerja yang langsung  melerai aksi kedua pelaku tersebut, sehingga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua pelaku, Frandly Kaparang mengalami memar di bagian lengan kiri dan Jeembry Ruus (Korban.red) mengalami bengkak di bagian Kepala.

Diketahui usai kejadian itu Kedua Pelaku penganiayaan yakni Fadly kaligis melarikan di kerumahnya dan Niklas kaligis melarikan diri di perkebunan dekat TKP.

"Setelah menerima laporan dan  dilakukan Pencarian kedua pelaku sudah kami temukan dan langsung diamankan ke Mapolres Tomohon bersama dengan sebilah sekop  yang ada di tempukan semen dekat TKP, tukas Aipda Yanny. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Seluruh Karyawan/ Karyawati dan Ratusan Pensiunan  Rumah Sakit Umum (RSU)  GMIM Bethesda Kota Tomohon kembali melakukan aksi Menolak Pergantian Direksi dan Menolak Direksi yang baru Dilantik oleh Yayasan Medika GMIM.

Menarikannya dari aksi yang digelar kali ini, Kamis (13/1), mereka menghadiahkan Peti Mati yang bertuliskan pundi amal 500 juta dan sejumlah karangan Bunga Duka Cita yang tampak tergantung di depan pintu masuk rumah sakit.

Selain menghentikan pelayanan Poli Rawat Jalan, para pendemo juga menutup sejumlah akses pintu masuk, sehingga para pengunjung  dibuat kecewa karena pelayanan di rumah sakit ini menjadi terganggu.

Ibu Hosyana Owu  kepada media ini menuturkan dirinya kecewa dengan pergantian Direksi. "Kita tau bersama saat ini pelayanan, fasilitas dan kesejahteraan para pegawai dan pensiunan sudah sangat baik ungkap pensiunan tersebut.

Menurut Hosyana, pergantian Direksi adalah penghinaan besar, sehinga kami menghadiahkan peti mati dan  karangan Bunga Duka Cita.

"Apa lagi masa jabatan Dr. Ramon Amima yang dilantik 1 Oktober 2020 sesuai Surat Keputusan (SK) sebagai sebagai Direktur, nanti berakhir tahun 2024, ujar Hosyana.

Hal serupa juga di sampaikan  ibu Tressje Poluan Pang, bersama para pensiunan lainnya, Tressje mengatakan kehadiran mereka bersama para karyawan/ karyawati tidak lain adalah Menolak Pergantian Direksi dan Menolak Direksi yang baru Dilantik oleh Yayasan Medika GMIM.

"Kami sangat menyesalkan pergantian Direksi ini, karena pergantian ini tidak sesuai aturan tukasnya.

Dari pantauan, aksi menolak pergantian Direksi dan menolak Direksi yang baru Dilantik oleh Yayasan Medika GMIM, mendapat pengawalan ketat  oleh Polres Tomohon dan Polsek Tomohon Tengah. Wakapolres Tomohon Kompol. Ferdinand Runtu SH  juga tampak memimpin langsung jalannya aksi penolakan tersebut. (Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com – Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut sampaikan tanggapan Walikota Caroll Senduk pada Rapat Paripurna DPRD atas pemandangan umum Fraksi-Fraksi mengenai dua buah rancangan peraturan peraturan daerah tentang perubahan kedua atas peraturan daerah Kota Tomohon nomor 8 Tahun 2012 tentang redtribusi Jasa Usaha dan rancangan peraturan daerah tentang perubahan kedua atas peraturan daerah Kota Tomohon nomor 9 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha, Rabu, 12 Januari 2022.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy Sundah, SE didampingi Wakil Ketua Drs. Johny Runtuwene, DEA, dan Erens Kereh, AMKL.

Tanggapan Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut, SE :
Selaku pemerintah Kota Tomohon sekali lagi kami menyampaiakan apresiasi kami kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Tomohon sehubungan dengan agenda paripurna terhadap Ranperda yang telah kami ajukan dapat terlaksana diawal tahun 2022 ini.

Kami berharap ini menjadi langkah awal yang baik dalam memulai agenda kerja kita sepanjang tahun 2022 ini. Selaku pemerintah Kota Tomohon menyampaikan terima kasih kepada seluruh fraksi-fraksi DPRD Kota Tomohon

Mengenai catatan dari fraksi-fraksi dapat kami jelaskan sebagai berikut :

  1. Fraksi Partai PDI Perjuangan : Mengenai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dalam rangka menopang pelaksanaan pembangunan daerah melalui sumber-sumber pendapatan daerah dari retribusi daerah. Adapun upaya ini disesuaikan dengan kondisi daerah dan melakukan penyesuaian terhadap aturan yang lebih diatas.
    Selanjutnya sejalan dengan catatan fraksi pdi-perjuangan yang memberikan catatan bahwa peningkatan tarif retribusi diiringi dengan peningkatan kualitas kinerja pemerintah dan pelayanan atas pemungutan retribusi, kami selaku pemerintah menyampaikan bahwa dengan peningkatan tarif tersebut sebagai salah satu upaya dalam rangka meningkatkan pelayanan dimaksud.
  2. Fraksi Partai Golongan Karya : Pertama, penyusunan Ranperda ini telah mempedomani aturan yang lebih tinggi melalui proses harmonisasi peraturan perundang-undangan dengan pihak Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Utara. Dan telah menyesuaikan dengan peraturan-peraturan terbaru yang berhubungan dengan retribusi daerah, baik itu mengenai retribusi jasa umum maupun retribusi jasa usaha. Selanjutnya berkaitan dengan penetapan tarif dapat kami sampaikan dalam tahapan penyusunan ranperda ini telah melalui kajian oleh masing-masing perangkat daerah pemungut, yang telah disesuaikan dengan kondisi terkini, dengan mempertimbangkan besaran biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan tarif yang selayaknya untuk dipungut penerima jasa layanan selaku wajib retribusi atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait.
    khususnya terkait perhitungan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, dapat kami sampaikan bahwa perhitungan akan tarif ini telah mempedomani peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 7 tahun 2021 tentang tata cara perhitungan tarif retribusi dalam penyelenggaraan penanganan sampah.
  3. Fraksi Restorasi Nurani : Selaku pemerintah kami mengapresiasi atas dukungan yang diberikan dari Fraksi Restorasi Nurani yang mempedomani ketentuan pasal 155 ayat (1) undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah yaitu tarif retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali untuk selanjutnya disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan perekonomian daerah. .

Selanjutnya atas catatan seluruh fraksi mengenai tarif retribusi, secara detail dapat dibahas lebih terperinci dalam tahapan pembahasan bersama panitia khusus yang akan dibentuk oleh DPRD.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, SE. ME, serta Anggota DPRD Kota Tomohon. (*/Merson)

Tomohon, Sulutnews.com - Walikota Tomohon Caroll Senduk SH dan Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut SE (CS-WL), kembali melakukan penyegaran di sejumlah jabatan, di Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, pelantikan digelar di Aula Rumah Dinas Walikota Tomohon, Rabu (12/1/2022).

Pelantikan pejabat pemerintahan CS-WL mencakup 9 jabatan. Masing-masing, 5 pejabat Eselon III setara Eselon IV.

Sambutannya Walikota Tomohon Caroll Senduk SH melalui Wakil Walikota Wenny Lumentut SE mengucapkan banyak selamat kepada para pejabat yang sudah diberikan amanah dan kepercayaan baru, “Semoga tugas dan tanggung jawab baru yang dipercayakan bagi mereka yang dilantik, dapat dijawab dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas, untuk mewujudkan Kota Tomohon yang semakin maju, berdaya saing dan sejahtera”, ungkapnya.

Dikatakan, seperti yang sudah ditetapkan sebelumnya, jika di tahun 2022 ini, Pemkot Tomohon menetapkan sebagai tahun kinerja.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan Kota Tomohon yang semakin hebat,” ajak mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara itu.

Dalam pelantikan pejabat oleh Wakil Walikota Wenny Lumentut SE tersebut, hadir juga Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon Edwin Roring SE ME serta sejumlah pejabat Eselon II dan III.

Berikut nama-nama pejabat Eselon III dan IV yang dilantik:

  • Eselon III
  1. Erny M Timbuleng SH, jabatan lama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakot Tomohon, dilantik sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Tomohon.
  2. Royke M Tangkawarouw, jabatan lama Kabag Organisasi dan Tata Laksana, dilantik sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakot Tomohon.
  3. Paula Verra Pontoh, jabatan lama Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDM Daerah Kota Tomohon, dilantik sebagai Kepala Bagian Organisasi Setdakot Tomohon.
  4. Harny Belly Korompis, jabatan lama Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakot Tomohon dilantik sebagai Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Tomohon.
  5. Stevy Pijoh, jabatan lama Pelaksana pada BPBD Tomohon, dilantik sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakot Tomohon.
  • Eselon IV
  1. Siska Desti Mangundap Amd Kep, jabatan lama Pelaksana pada Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dilantik sebagai Lurah Kinilow Satu.
  2. Marthen Simon Pangemanan, jabatan lama Pelaksana pada Kecamatan Tomohon Tengah, dilantik sebagai Lurah Kamasi.
  3. Audi Pangemanan, jabatan lama Pelaksana pada Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon, dilantik sebagai Lurah Kumelembuai.
  4. Janly Winda, jabatan lama Pelaksana pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Tomohon dilantik sebagai Lurah Paslaten Dua.

(*/Prise)

Tomohon, Sulutnews.com - DPRD Kota Tomohon Melaksanakan Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Mendengarkan Tanggapan / Jawaban Walikota Terhadap Pemandangan Umum Fraksi – Fraksi Terhadap Dua (2) Buah Rancangan Peraturan Daerah, Masing – Masing 1. Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Tomohon Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum Kota Tomohon. 2. Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Tomohon Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Usaha. Bertempat Di BPU Kelurahan Tumatangtang Satu, Rabu, 12 Januari 2022.

Rapat Paripurna DPRD dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy J. Sundah, SE didampingi Wakil Ketua Drs Johny Runtuwene Dan Wakil Ketua Erens Kereh, Amkl Bersama Para Anggota DRPD.

Dalam Rapat Paripurna ini  Sekertaris DPRD Fransiskus F. Lantang, SSTP Membacakan surat masuk dan dilanjutkan dengan tanggapan / Jawaban Walikota Tomohon yang disampaikan oleh Wakil Walikota Wenny Lumentut, SE terhadap Pemandangan Umum Fraksi – Fraksi Terhadap Dua (2) Buah Rancangan Peraturan Daerah, Masing – Masing 1).Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Tomohon Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Retribusi jasa umum Kota Tomohon. 2).Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Tomohon Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Usaha dan dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus, untuk Ketua Pansus Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Tomohon Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Retribusi jasa umum oleh Anggota DPRD Jenny Sompotan, dan untuk ketua Pansus  Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Tomohon Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Usaha oleh Anggota DPRD Christo B. Eman, SE

Rapat Paripurna dihadiri oleh Wakil Walikota Wenny Lumentut, SE dan Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, SE, ME bersama jajaran Pemerintah Kota Tomohon.(*/Merson)

Tomohon,Sulutnews.com - Pelayan Rumah Sakit Umum (RSU)  GMIM Bethesda Tomohon sempat terganggu akibat keributan yang terjadi di antara Pihak Karyawan RSU Bethesda dan Pihak Yayasan Medika GMIM, Rabu (12/1) sekira Pukul 13: 00 Wita.

Keributan ini terjadi menyusul adanya  Pergantian Plt Direktur yang siap dilantik oleh Yayasan Medika GMIM.

Tampak aksi protes dan dorong - mendorongpun sempat terjadi di Depan Rumah Sakit tersebut. "Dikarenakan seluruh Karyawan RSU Bethesda langsung terkumpul dan secara bersama - sama mereka dengan tegas menolak pelantikan yang nyaris digelar.

"Sontak saja dengan batalnya kegiatan pelantikan ini, langsung memunculkan tanda tanya besar kususnya di kalangan Karyawan RSU Bethesda.

Pasalnya pergantian Direktur RSU Bethesda ini dinilai mereka tidak sesuai aturan.

Apa lagi selain tidak adanya surat pemberitahuan, ternyata masa jabatan

Dr. Ramon Amima sejak di lantik pada 1 Oktober 2020 sebagai sebagai direktur, sesuai SK ternyata nanti berakhir di tahun 2024.

"Sebagai bentuk aspirasi kami seluruh karyawan RSU GMIM Bethesda, sebelumnya kepada masyarakat kami sampaikan  minta maaf yang sebesar - besarnya, ungkap Humas RSU Bethesda  Franny L Walingtan SH.

Dikatakan Walangitan mulai besok Kamis  (13/1), RSU Bethesda akan menutup sementara atau belum akan melayani Pelayanan Poli Rawat Jalan.

Alasan tersebut dijelaskan Walangitan, karena seluruh karyawan RSU Bethesda telah bersepakat untuk menolak pergantian Direktur yang baru.

Pagi tadi, kami tiba - tiba saja mendapat undangan dari Yayasan Medika GMIM untuk segera menghadiri pelantikan Plt Direktur RSU Bethesda yang akan di jabat oleh dr Yanti Langi.

Lanjutnya, Pelantikan ini awalnya akan digelar  di RSU Pancaran Kasih Manado. "Karna dari pihak RSU Bethesda tidak ada yang hadir di Pelantikan tersebut, maka tempat pelantikan mereka pindahkan di RSU Bethesda.

"Hal inilah yang membuat kami seluruh Karyawan tidak setuju dan  menolak pelantikan Direktur yang baru, karena memang keputusan Yayasan Medika GMIM untuk memberhentikan Dr. Ramon Amima  tidak sesuai aturan, tukasnya.

Sampai berita ini di turunkan, Pihak Yayasan Medika GMIM belum memberikan tanggapan resmi terkait Pergantian Direktur RSU Bethesda Tomohon. Sementara dari pantauan media ini, tampak juga dari Pihak Polres dan Polsek Tomohon Tengah masi berjaga - jaga di dalam area rumah sakit tersebut.  (Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com - Merespon laporan masyarakat terkait adanya keributan di Kelurahan Matani Dua, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.

Tim URC Totosik Polres Polres Tomohon di Pimpin Aipda Yanny Watung mengamankan

seorang pria SS (22) alias Satria asal Matani Dua, bersama sang isteri TN (24), serta seorang Wanita PW (23) asal Lahendong.

Adapun kronogi tersebut di terangkan oleh Kapolres Tomohon, AKBP Arian Primadanu Colibrito SIKMH  melalui Katim URC Totosik, Aipda Yanny Watung, "bermula dari  laporan masyarakat terkait adanya keributan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) ungkap Aipda Yanny.

Kejadian itu dijelaskan Aipda Yanny,  terjadi pada Minggu (9/1/2022) sekira Pukul 16.00 Wita, dimana TN (Istri pelaku .red) mendapat informasi suaminya Satria sementara berduaan dengan Wanita Lain (WIL) berinisial PW, perempuan asal Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan.

“Jadi Istri pelaku dapat info, suaminya sedang bersama wanita lain di salah satu kost yang berada di Kelurahan Matani Tiga,” ucap Aipda Yanny.

Perempuan TN, lanjut Aipda  Yanny, selanjutnya langsung menuju ke rumah kost tersebut, dan mendapati suaminya sedang duduk bersama perempuan PW.

“Adu mulut antara TN dengan PW pun terjadi dan berujung perkelahian.

Satria yang menyaksikan perkelahian tersebut selanjutnya mendorong dan menampar istrinya TN sampai jatuh ke tanah.

Beberapa saat kemudian, ungkap Yanny, kakak TN tiba dan langsung membawa istri Satria ke rumahnya, yang selanjutnya diikuti Satria dan PW.

“Akibat dari perbuatan tersebut TN isteri pelaku, mengalami luka gores, di bagian bawah mata sebelah kiri, luka gores di dada dan luka gores ditangan sebelah kiri,” terangnya.

Sekira Pukul 20.00 Wita, ketika sudah berada di rumah TN, keributan kembali terjadi hingga ketiga oknum tersebut terpaksa diamankan ke Mapolres Tomohon  tukas Aipda Yanny.(Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Tiga orang pria warga Kelurahan Kakaskasen terpaksa diamankan Polisi pada Sabtu (8/1/2022) malam.

Ketiga orang tersebut menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Zefanya Kindangen (18), seorang mahasiswa yang berdomisili di Kelurahan Pinaras Tomohon Utara.

"Para pelaku yaitu PH (14), AT (16) dan ES (19), ketiganya warga Kelurahan Kakaskasen," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penganiayaan tersebut terjadi di Kelurahan Kakaskasen Satu Kecamatan Tomohon Utara tepatnya di simpang empat Happy Leste.

"Berkat laporan masyarakat, Polisi bergerak cepat dan melakukan penangkapan terhadap 3 pelaku di TKP. Saat ini tiga pria ini sudah dibawa ke Mako Polres Tomohon untuk diproses lanjut," singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)