Sherly Tjanggulung :Jaringan Internet di Wilayah Kepulauan Nusa Utara Butuh Perhatian Pemerintah

Written by  Nov 23, 2021

MANADO, Sulutnews.Com - Kebutuhan Internet di wilayah Kepulauan Talaud, Sangihe dan Sitaro sama tingginya dengan masyarakat yang ada diwilayah daratan seperti Kota Manado, namun sangat disayangkan jaringan internet diwilayahl yang bwrbatasan dengan negara Piliphina tersebut sering tidak stabil. Terkait halbini Anggota DPRD Sulut Sherlly Tjanggulung mengatakan pemerintah harus memberikan perhatian khusus mengingat saat ini kebutuhan internet mulai tinggi terlebih dengan pemberlakuan sistim pembelajaran during.

" Internet telah menjadi salah satu kebutuhan terutama bagi anak sekolah yang saat ini telah mengalami perkembangan yang hampir 70 persen proses belajar mengajar dilakukan dengan menggunakan metode teknologi yang tentunya membutuhkan internet," kata Tjanggulung.

Politisi partai Nasdem yang selalu kritis ketika bicara kepentingan masyarakat ini juga mengatakan, dengan tingginya kebutuhan Internet, pemerintah diminta harus terus memperhatikan dengan menyiapkan infrastruktur jaringan internet, agar kendala yang menyebabkan jaringan tidak stabil tidak lagi terjadi." Masyarakat di seluruh wilayah kepulauan perbatasan telah menjadikan internet menjadi salah satu kebutuhan layaknya masyarakat yang ada didaerah lain sehingga kestabilan jaringan itu sangat penting," pungkas Tjanggulung yang saat ini sebagai personil Komisi III DPRD Sulut bidang pembangunan.

Untuk diketahui penelitian deskriptif survei untuk mengkaji kualitas layanan telekomunikasi seluler dari sudut pandang pengguna (quality of experience) masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. QoE yang dapat diterima loyalitas konsumen terhadap penggunaan produk operator telekomunikasi seluler secarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 layanan yang diukur, 4 layanan dinilai “Baik” oleh responden yaitu panggilan suara, video, SMS, dan MMS, sedangkan komunikasi data/Internet dinilai “Cukup Baik”. Adapun parameter layanan dengan nilai QoE paling rendah adalah service failure (dropped call), service non-access (blocked call), blockiness (pending), dan upload time yang pada umumnya terkait dengan kapasitas kanal jaringan. Oleh karena itu, peningkatan ketersediaan infrastruktur menjadi penting sebagai solusi permasalahan tersebut. Sebagaimana diketahui (josh tinungki)