Foto : RDP : Kepala Badan Perbatasan Jemmy Gagola saat menjelaskan kondisi Wilayah Kepulauan perbatasan dihadapan Komisi I DPRD Sulut Foto : RDP : Kepala Badan Perbatasan Jemmy Gagola saat menjelaskan kondisi Wilayah Kepulauan perbatasan dihadapan Komisi I DPRD Sulut

75 Tahun Masyarakat Lipang Hidup Tanpa Listrik Dari Pemerintah

Written by  Oct 13, 2021

MANADO, Sulutnews.Com - Slogan Indonesia Hebat dan Sulut Hebat ternyata masih belum menjangkau kondisi masyarakat yang ada diwilayah perbatasan yang sudah 75 tahun mengharapkan penerangan listrik yang sampai hari ini belum mereka rasakan. Seperti yang disampaikan kepala badan perbatasan provinsi Sulut Jemmy Gagola pada rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPRD Sulut, jika masih ada Desa di Kabupaten Sangihe tepatnya Desa Lipang belum ada listrik PLN.

" Fakta yang ada listrik PLN di Desa Lipang Kecamatan Nusa Tabukan Kabupaten Sangihe belum ada sehingga masyarakat hanya mengandalkan mesin gendset dan itupun terbatas bagi mereka yang mampu, sementara warga yang kurang mampu hanya bias berlapang dada," ungkap Gagola.

Juga diungkapkan Gagola jika saat ini ada wilayah kepulaian perbatasan yang ada jaringan listrik PLN namun hanya jam oprasional dibatasi hanya 6 jam." Keterbatasan pasokan listrik bagi masyarakat jelas mengganggu aktifitas masyarakat terutama dalam hal menyediakan es sebagai bahan baku pengawetan ikan yang menjadi sumberbpendapatan masyarakat kepulauan yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan," kata Gagola.

Wilayah kepulauan yang masuk kawasan perbatasan yang sudah mendapatkan pasokan listrik namun hanya dibatasi 6 jam oprasional diantaranya Pulau Lakorotan Kabupaten Talaud, Pulau Kawio, Kawaluso dan Pulau Bukide di Kabupaten Sangihe. Juga terdapat Pulau Mantehage dan Pulau Naen Kecamatan Wori Minahasa Utara.(josh tinungki)