Foto : Konfrensi Pers BK DPRD Sulut bersama Suara Parampuan Sulut Foto : Konfrensi Pers BK DPRD Sulut bersama Suara Parampuan Sulut

Babak Baru Kasus JAK, BK DPRD Sulut Bakal Gelar Rapat Terbuka

Written by  May 03, 2021

Rondonuwu : Sejumlah Saksi Bakal Dihadirkan

MANADO, Sulutnews.Com - Permintaan Kemendagri terkait kelengkapan berkas Tata Beracara, serta adanya tuntutan dari komunitas Suara Parampuan Sulut yang mendesak agar Rekomendasi Pemberhentian Wakil Ketua DPRD, atas nama James Arthur Kojongian (JAK) segera diresmikan, menjadikan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut bakal menggelar rapat konfrontasi secara terbuka dan dapat disaksikan oleh publik, hal ini ditegaskan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut Sandra Rondonuwu saat menggelar konfrensi pers Senin (3/5/2021) siang. Menurutnya gelar sidang kasus pelanggaran Sumpah Janji oleh politisi Partai Golkar itu akan kembali memanggil para saksi lain untuk merespons surat Kemendagri.

" Apa yang akan BK lakukan tidak mengurangi substansi kejadian dan keputusan rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu dan Rekomendasi terkait pemberhentian JAK sebagaimana yang sudah diterbitkan tetap sah," tegas Saron panggilan akrab srikandi PDIP Sulut ini.

Juga dijelaskannya, pelaksanaan rapat yang sifatnya klarifikasi dengan menghadirkan saksi, adalah untuk menjawab permintaan Kemendagri terkait bukti jika tata beracara BK sudah dilaksanakan." Kalau mau jujur sebenarnya pada tahap awal semua mekanisme sudah dilaksanakan, namun yang bersangkutan justru membantah jika tata beracara tidak pernah dilaksanakan, padahal usai mengikuti rapat bersama BK, yang bersangkutan memberikan pernyataan pers dan itu ada rekaman semua," ungkap Sahron menyayangkan sikap JAK yang tidak konsisten.

Terkait pelaksanaan tata beracara itu sudah di atur dalam kode etik, dan Kode Etik yang kita pakai adalah yang lama karena belum ada Kode Etik yang baru." Bagi saya secara pribadi atau kami BK tidak masalah, karena tata beracara tersebut nanti akan digelar secara terbuka dengan memanggil semua saksi-saksi atau siapa saja yang terlibat dalam masalah tersebut,”pungkasnya.(josh tinungki)