Sangihe

Sangihe (4)

Manado, SulutNews.com -- Masyarakat yang berada di perbatasan Kepulauan Sangihe bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapulauan Sangihe menyalakan 1000 lilin di Jalan Boulevard Kelurahan Apeng Sembeka, Tahuna, Kabupaten Sangihe, pada Sabtu (8/5/2021).

Kegiatan yang diprakarsai Lanal Tahuna yang merupakan salah satu Pangakalan jajaran Lantamal VIII bersama Karang Taruna dan masyarakat Kota Tahuna tersebut, dilaksanakan untuk mengenang 53 Prajurit KRI Nanggala 402 yang telah gugur beberapa waktu lalu di Perairan Utara Bali.

Kegiatan pemasangan 1000 lilin yang dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tersebut diawali dengan menyayikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan Cipta, menyayikan lagu Gugur Bunga dilanjutkan doa bersama dan pemasangan lilin diawali Bupati Kepulauan Sangihe diikuti Forkopimda dan masyarakat Kota Tahuna.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin.,M.Tr.Hanla pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini TNI khususnya TNI-AL sedang berduka dengan kejadian musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Utara Bali.

Lebih lanjut Danlanal Tahuna menyampaikan banyak terima kasih atas nama pimpinan TNI Angkatan Laut kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang sudah melaksanakan acara ini dengan penuh hikmat.

"Hingga saat ini pengabdian prajurit Hiu Kencana tidak akan sia-sia, mereka tetap melaksanakan tugas yaitu berlayar abadi. Mereka terus menunjukkan kepada kita sebagai generasi pemuda untuk meningkatkan semangat yang membara untuk memajukan Negara kesatuan Republik Indonesia ini", ujar Danlanal Tahuna.

Sementara itu Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Edzar Gagana S.E., M.E., menyampaikan semangat dan rasa kebangsaan serta nasionalisme sesama anak bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia, membuat masyarakat Kepulauan Sangihe dapat merasakan kepiluan dan kepedihan hati keluarga, karena itu semangat kejuagan kita wujudkan dengan penyalaan seribu lilin dan doa bersama, sebagai bentuk penghayatan serta duka yang mendalam atas gugurnya prajurit KRI Nanggala-402.

"Meskipun kita berada di perbatasan, kita tidak pernah lepas dari peristiwa yang terjadi di negara ini. Karena itu kita merasa terpanggil serta turut merasa sepenanggungan dan duka yang mendalam kepada keluarga dan TNI AL. Selaku Pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada adik-adik karang taruna, Lurah, Camat bersama Lanal Tahuna yang memprakarsai kegiatan ini, yang tentunya mengingatkan kita semua betapa pentingnya rasa solidaritas, rasa kebersamaan serta rasa sepenanggungan, walaupun dalam wujud penyalaan 1000 lilin dari wilayah perbatasan kita berdoa dengan adanya peristiwa dapat menggugah daerah-daerah lain mempunyai semangat yang sama mempunyai komitmen yang sama terhadap kejuangan 53 putra-putra terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini", ujar Bupati Kepulauan Sangihe.

Pemasangan 1000 lilin tersebut dihadiri antara lain Dandim 1301/SangiheLetkol Inf Rahmat Cristanto S.I.P., Kapolres Kabupaten Kepulauan Sangihe AKBP Tony Budi Susetyo SIK, Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe Hery Wolf, Wakil DPRD II Kepulauan Sangihe Maichel Tungari S.E., serta diikuti seluruh personel Lanal Tahuna dan masyarakat Kota Tahuna.

(***/TamuraWatung)

Sangihe,Sulutnews.com -  Penerapan reward (penghargaan) bagi personel berprestasi dan punishment (hukuman) bagi personel yang melanggar aturan, terus diberlakukan di lingkungan Polri.

Termasuk di jajaran Polres Kepulauan Sangihe. Puluhan personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas, mendapat penghargaan dari Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo.

Piagam penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kapolres kepada perwakilan personel, pada hari Senin (01/03/2021) pagi, sesaat usai pelaksanaan apel di Mapolres.

Penghargaan tersebut tertuang dalam dua surat keputusan berbeda.

Dalam Keputusan Nomor: Kep/07/II/2021, tertanggal 10 Februari 2021, Kapolres memberikan penghargaan kepada 26 anggota Polri dan PNS dengan berbagai torehan prestasi.

Yakni, 3 personel masing-masing Kapolsek Tamako, PS. Kasium Polsek Tamako, dan Bhabinkamtibmas Polsek Tamako, diberikan penghargaan karena turut langsung memakamkan secara protokol Covid-19 terhadap jenazah pasien reaktif rapid test Covid-19, Senin (23/11/2020) dini hari, di Kampung Menggawa, Kecamatan Tamako.

Masih dalam Keputusan yang sama, 7 personel diberikan penghargaan atas penggalangan terhadap keluarga jenazah pasien reaktif rapid test Covid-19 tersebut, karena sebelumnya terjadi penolakan untuk pemakaman secara protokol Covid-19.

Ketujuh personel, yaitu Kasat Intelkam Polres Kepulauan Sangihe beserta 1 anggota, PS. Kanit Intelkam Polsek Tamako, PS. Kanit Sabhara Polsek Tamako, PS. Kasi Humas Polsek Tamako, PS. Kanit Provos Polsek Tamako, dan PS. Kanit Sabhara Polsek Tabukan Selatan.

Kemudian 6 personel diberikan penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang terjadi pada 27 Januari 2021, di Jalan Raya Tona. Kasus tersebut terungkap 4 hari kemudian, dan tersangka diamankan di Tona I Tahuna Timur.

Keenam personel tersebut, masing-masing KBO Satlantas beserta 3 anggota Satlantas Polres Kepulauan Sangihe, dan 2 personel Satintelkam Polres Kepulauan Sangihe.

Selanjutnya, 10 personel lainnya diberikan penghargaan atas kehadirannya melaksanakan tugas apel pagi selama bulan Januari 2021 tanpa cacat.

Kesepuluh personel ini berasal dari berbagai satuan fungsi.

Sedangkan dalam Keputusan Kapolres Kepulauan Sangihe Nomor: Kep/08/II/2021, tertanggal 25 Februari 2021, penghargaan diberikan kepada 12 personel.

Yaitu 10 personel diberikan penghargaan atas kedisiplinan dalam kehadiran melaksanakan tugas apel pagi selama bulan Februari 2021 tanpa cacat.

Dan 2 personel lainnya, diberikan penghargaan atas kedisiplinan dalam kehadiran melaksanakan tugas yang diemban sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek jajaran.

Kapolres dalam sambutannya, mengapresiasi 38 personel yang mendapat penghargaan atas dedikasi, loyalitas dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

 “Semoga penghargaan ini juga bisa menjadi motivasi dan semangat bagi personel lainnya dalam bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga meminta seluruh personel untuk menghindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan diri sendiri bahkan institusi.

“Mari kita bekerja, melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Hindari pelanggaran sekecil apapun, karena jika terbukti pasti ada sanksi tegas yang menanti,” tandas Kapolres.

Sementara itu salah seorang personel penerima penghargaan, Briptu Lenda Vivi Mawei, mengaku bersyukur dan bangga atas penghargaan dari Kapolres ini.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Kepulauan Sangihe atas penghargaan yang diberikan.

Hal ini tentunya menambah semangat saya untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya,” pungkas Polwan yang bertugas di Satreskrim ini.(Adrian)

Sangihe,SulutNews.com – Minuman keras (miras) jenis cap tikus dan bahan kimia sianida, berhasil di amankan oleh Polres Kepulauan Sangihe melalui Satresnarkoba dan Satintelkam saat melakukan razia di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kamis (25/02/2021) kemarin, sekitar pukul 04.54 WITA. Diketahui barang bukti (babuk) tersebut ditemukan di dua kapal berbeda.

Diawali dengan razia di atas KM Barcelona. Petugas menemukan cap tikus yang dikemas dalam botol bekas air mineral, sebanyak 49 botol. Terdiri dari 29 botol ukuran 1000 ml dan 20 botol ukuran 600 ml.

Miras tersebut diketahui milik perempuan berinisial MT (49), warga Moade, Tabukan Utara, Sangihe. Untuk mengelabui petugas, miras disembunyikan di antara pakaian bekas yang dimasukkan dalam karung dan tas pakaian.

Masih di atas kapal yang sama, tim gabungan juga mendapati sianida yang disimpan dalam empat kardus. Bahan kimia berbahaya ini diketahui milik pria berinisial ET (66), warga Tona I, Tahuna Timur, Sangihe.

Selanjutnya dalam pemeriksaan di kapal lain yaitu KM Mercy Teratai, tim mendapati cap tikus sebanyak 58 botol yang dikemas dalam botol bekas air mineral ukuran 600 ml. Kemudian juga didapati 15 kantong plastik warna merah ukuran 10 liter yang masing-masing berisi cap tikus.

Cap tikus tersebut milik perempuan berinisial SL, warga Tapuang, Tahuna Timur, Sangihe. Modusnya, pemilik menyembunyikan cap tikus di antara tomat dan bawang merah di dalam kotak kayu.

Sehingga total barang bukti yang diamankan oleh tim gabungan dini hari itu, sebanyak 107 botol atau sekitar 213 liter cap tikus, dan 4 kardus atau sekitar 100 kg sianida.

Terpisah, kepada Sulut News, Jumat (26/02) pagi tadi saat di konfirmasi,  Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. “Para pemilik beserta barang bukti lalu diamankan di Mapolres Kepulauan Sangihe untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Sangihe, SulutNews.com - Kasus perampokan dengan kekerasan (curas) yang terjadi di rumah keluarga Rabuka-Parera, warga Dumuhung, Tahuna Timur, Sangihe, Senin (22/02/2021), sekitar pukul 22.30 WITA.

Berhasil diungkap oleh Polres Kepulauan Sangihe, Pelakunya, pria berinisial RA, dibekuk petugas beberapa sewaktu-waktu usai kejadian ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu (24/02/2020) hari ini.

Dari informasi yang diperoleh dijelaskan Abast, malam itu korban Non Mayke Parera (55) dan suaminya yang menderita stroke, sedang tidur di kamar. 

Korban terbangun dan sangat terkejut saat melihat pelaku yang memakai penutup wajah, berdiri di samping tempat tidur. Sontak, korban pun berteriak ungkap Abast.

Lanjut itu, Pelaku langsung menodongkan sebilah pisau kepada korban, yang sebelumnya diambil dari dapur korban. 

Korban berusaha menangkis pisau tersebut hingga terjadi tarik-menarik dengan pelaku. 

Hingga korban mengalami luka sayatan dibeberapa ruas jari yang dapat diandalkan.

Korban yang kesakitan kembali berteriak meminta pertolongan, namun pelaku langsung membekap mulut korban. 

Sekuat tenaga korban berupaya melepas bekapan tangan pelaku dan berhasil. Korban kembali berteriak suaminya terbangun, dan juga ikut berteriak meminta pertolongan.

Beruntung, teriakan ketiga kali tersebut didengar oleh warga sekitar, yang langsung mendatangi rumah korban, membuat pelaku langsung, diri. Lantaran panik, pelaku meninggalkan sepeda motornya di TKP terang Abast.

Diterangkan Abast, Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Kepulauan Sangihe, yang direspons cepat personel dengan mendatangi TKP. Petugas kemudian memeriksa sepeda motor, dan di dalam bagasi didapati sejumlah barang.

Antara lain dompet berisi KTP pelaku dan istrinya beserta uang tunai Rp. 511 ribu, ponsel Nokia warna hitam diduga milik pelaku, serta ponsel J2 Prime warna perak milik korban. Di sekitar TKP, petugas juga berhasil menemukan sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku saat beraksi.

Tak menunggu lama, petugas segera melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Tertinggalnya pelaku di TKP juga mempermudah petugas dalam pengejaran, dan akhirnya berhasil meringkus pelaku.

"Saat ini elaku beserta seluruh bukti barang sudah diamankan di Mapolres Kepulauan Sangihe untuk di proses lebih lanjut tukas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)