Sangihe

Sangihe (12)

Tahuna, Sulutnes.com - Ketua majelis daerah (MD) gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara, Pdt Ivone Indria  Awuy Lantu melakukan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin 17-01-2021.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para gembala (pimpinan gereja) se kabupaten kepulauan Sangihe bersama para ibu rohani yang terdiri dari sembilan wilayah di pusatkan di GPdI Victori Tahuna.

Menurut Pdt Verol Tambuwun, salah satu panitia adapun kunjungan kerja MD di kepulauan Sangihe dalam rangka menyusun berbagai program kerja untuk persiapan musyawarah daerah majelis daerah Sulawesi Utara pada tahun ini. "Kunjungan kerja ini dalam rangka persiapan muda pada tahun ini" ungkap Tambuwun.

Pada kesempatan itu ketua MD, Pdt Ivone Indria  Awuy Lantu mengatakan kehadirannya selain untuk kunjungan kerja ia pun ingin memantau kondisi pelayanan dari para gembala di wilayah perbatasan "Kehadiran kami juhaau melihat langsung dan mendengar apa yang menjadi kendala para gembala di wilayah kepulauan Sangihe sebagai wilayah perbatasan" tuturnya.

Lanjut, ia berharap kedepannya para gembala pimpinan gereja harus tetap solid untuk melanjutkan misi gereja di tengah kehidupan masyarakat perbatasan berbagi kasih dan Kepedulian sehingga gereja benar-benar menjadi terang dan berkat.

"Harapannya GPdI di wilayah perbatasan ini semakin maju tak lupa juga harus tampil beda sebagai pembawa kabar baik di tengah masyarakat terlebih lagi harus menjadi berkat" tambah ketua MD.

Selain itu, ketua MD berharap GPdI di kepulauan Sangihe untuk bersinergi dengan pemerintah dalam rangka pembangunan di daerah agar tercipta kemitraan antara gereja dan pemerintah. (Andy Gansalangi)

Tahuna, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, merespon peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari stasiun Meteorologi maritim Bitung.

Dalam peringatan dini tersebut dikatakan waspadai banjir pesisir atau (rop) akibat fase bulan purnama terhitung dari hari ini 17 sampai 20 Januari 2022, terjadi pasang air laut maksimum yang lebih siknifikan terjadi di wilayah pesisir Utara dan Timur Sangihe.

Juga dalam peringatan itu agar masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi akibat fenomena alam tersebut.

Menyikapi hal itu, pemerintah melalui sekretaris daerah Herry Wolf mengatakan, agar masyarakat tidak mengabaikan setiap informasi yang di keluarkan oleh BMKG bila perlu mengudate informasi setiap saat agar mengetahui perkembangan cuaca di wilayah kepulauan Sangihe.

"Pemerintah tentu mendorong masyarakat agar tetap waspada bila perlu harus update informasi terbaru terkait perubahan cuaca" kata Wolf.

Menurutnya, wilayah kepulauan Sangihe memang cuacanya sewaktu-waktu berubah jadi perlu informasi dini agar masyarakat khususnya para nelayan dapat mengakses dan mengetahui perkembangan cuaca sehingga terhindar dari musibah.

Selain itu kata Wolf, banjir rop sering terjadi di wilayah kepulauan Sangihe dan fenomena ini menjadi hal biasa air bisa naik sampai menggenangi jalan termasuk area pasar Towoe. "Ini sering terjadi di Sangihe akan tetapi kita tetap waspada" kunci Wolf. (Andy Gansalangi)

Tahuna, Sulutnews.com - Warga RT 9 Kelurahan Santiago kecamatan Tahuna, Kepulauan Sangihe sejak tadi pagi memblokir jalan masuk ke lokasi galian C. Pasalnya jalan tersebut rusak parah akibat dilalui kendaraan truk pengangkut material galian C.

Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) mendiami sepanjang jalan tersebut sudah lama memperjuangkan agar ada perbaikan. Dampak dari Kerusakan jalan sangat dirasakan oleh masyarakat sebab angkutan umum meminta bayaran mahal jika harus mengantar mereka masuk kedalam kisaran Rp 25.000 dan itupun tergantung jumlah barang yang diangkut jadi harga bisa lebih tinggi.

Tokoh masyarakat setempat Kirson Kakunsi, kepada media ini mengatakan masyarakat kelurahan Santiago khususnya RT 9 sudah kedua kalinya melakukan aksi serupa, tercatat tahun 2016 melakukan hal yang sama waktu itu mereka mendapat jawaban dan jalan rusak pun di perbaiki.

"Tahun 2016 silam kami juga palang jalan ini sampai akhirnya pemerintah waktu itu Bupati Hironimus Rompas Makagansa langsung merespon dan memperbaikinya" tutur Kakunsi.

Lalu kata ketua RT 9 Karel Makampuge, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju ke lokasi galian C setiap hari kendaraan truk bolak-balik mengukur material herannya pemerintah menutup mata terhadap kerusakan jalan sampai akhirnya jalan rusak parah.

"Ini akses jalan ke galian C seharusnya diperhatikan oleh pemerintah makanya perlu ada aksi sehingga ada kepedulian jika dibiarkan makin parah kerusakan jalan ini, lagipula saat hujan deras jalan berubah jadi aliran air karena drainase dan kerusakan yang sangat parah" ungkap dia.

Lurah Santiago Zyaiful Markus, memberikan keterangan bahwa penutupan jalan itu memang upayah terakhir masyarakat sebab pemerintah kelurahan bersama masyarakat sudah menyuarakan masalah jalan itu sampai pada pembahasan Musrenbang kecamatan yang paling di prioritas adalah jalan itu. "Kami memaklumi bahwa itu jalan terakhir yang masyarakat lakukan" imbuh Markus.

Lanjut Markus, jika jalan ini tetap di blokir akan berpengaruh besar terhadap suplai material galian C untuk sejumlah proyek di kabupaten kepulauan Sangihe, juga bagi warga yang sedang membangun karena mereka tidak bisa masuk ke lokasi galian C.

"Kami pahami dengan penutupan jalan ini dampaknya sangat siknifikan termasuk berpengaruh pada ketersediaan materi galian C, apalagi saat ini beberapa proyek sementara dikerjakan dan materialnya dari wilayah RT 9 itu" kata Lurah.

Kendati demikian Markus akan berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah agar tuntutan masyarakat segera ditindak lanjuti sehingga jalan menuju galian C segera di buka.

Mantan Lurah Santiago, H. Nelson Onthoni, juga mengatakan kondisi serupa ketika ia menjadi lurah dimana keluhan paling mendasar masyarakat soal jalan rusak, jadi ia tidak heran lagi jika aksi serupa dilakukan kembali "iya waktu tahun 2016 saat itu saya lurah masyarakat lakukan aksi serupa untung waktu itu pemerintah bergerak cepat mengatasi sehingga tidak menggangu aktifitas pembangunan" tandas dia.

Sementara itu, Sekretaris daerah Herry Wolf mengatakan pihaknya telah melakukan rapat dengan Dinas pekerjaan umum (PU) untuk mengatasi masalah jalan tersebut, "kami sudah mengambil langkah untuk mengantisipasinya dan kamu telah memerintahkan dinas PU untuk melakukan evaluasi sehingga jalan itu bisa di perbaiki" kata Wolf.

Lanjut dia, diminta masyarakat bersabar sebab memang selam dua tahun ini biasanya pembiayaan jalan bersumber dari dana alokasi khusus namun karena pandemi Covid-19 maka ada kendala pada pembiayaan tetapi pemerintah tetap berupaya. (Andy Gansalangi)

Sangihe,Sulutnews.com – Polres Kepulauan Sangihe bersama Petugas Lapas Kelas II B Tahuna melakukan penangkapan tehadap 2 narapidana yang melarikan diri dari Lapas Kelas II B Tahuna.

Hal tersebut disampaikan Kalapas Kelas II B Tahuna Suharno didampingi Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Denny Wely Wolter Tomponuh dan Kajari Kepulauan Sangihe Ery Yudianto saat pelaksanaan press conference, di Lapas Kelas II Tahuna, Rabu (5/1/2022).

Dijelaskan Suharno, narapidana yang melarikan diri ada 2 orang yaitu lelaki SP (38) yang mendapat hukuman penjara 9 tahun dan lelaki RH (38) yang mendapat hukuman 15 tahun penjara. “Mereka melarikan diri pada tanggal 12 Desember 2021,” jelasnya

Bahkan pada saat pelarian, kedua narapidana ini melakukan tindak pidana pencurian di 3 TKP berbeda, yaitu pencurian 1 unit rammor R2 jenis Yamaha X-Tride di Kampung Lebo Manganitu, pencurian dan perusakan warung di Kampung Laine Manganitu Selatan dan pencurian ranmor R2 Yamaha Vega R di Kampung Tenda Kecamatan Tabukan Selatan.

“Keberhasilan dalam penangkapan ini betul-betul merupakan sinergitas dari Lapas bersama Kapolisian dan instansi terkait lainnya, semuanya sangat mendukung dalam upacara pencarian narapidana yang melarikan diri,” ujar Suharno.

Ditambahkan Kapolres AKBP Denny Tomponuh, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, napi pertama berhasil ditangkap pada tanggal 27 Desember 2021. “Dan setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut kami mendapat informasi target sasaran kedua. Kami langsung menyebarkan foto kedua tersangka ke setiap Polsek dan memerintahkan anggota untuk menutup jalur keluar. Berkat laporan dan keterangan masyarakat, pada tanggal 4 Januari 2022 petugas kembali berhasil menangkap tersangka kedua,” jelasnya.

Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ada di Kepulauan Sangihe yang ikut andil dan memberikan beberapa informasi terkait keberadaan napi tersebut. (Adrian)

Sangihe,sulutnews.com- Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin, S.I.P., M.I.Pol selaku Dansatgas TMMD Ke-112 TA 2021 Kodim 1301/Sangihe  terjun langsung dilokasi TMMD di Desa Pindang Kecamatan Manganitu, Selatan pada Selasa (21/9/2021)

Dandim 1301/Sangihe selaku Dansatgas  memiliki tanggung jawab besar pada keberhasilan Satgas Operasi  TMMD ini, tentunya selain Dansatgas tidak terlepas juga  peran dari  seluruh personil satgas dalam mendukung  keberhasilan TMMD ke - 112 di wilayah Kodim 1301/Sangihe.

Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin selaku Dansatga, saat  meninjau langsung ke lokasi TMMD di Desa Pindang mengatakan bahwa kedatangan ia ke lokasi TMMD adalah   guna mengecek dan  memastikan hasil pekerjaan yang telah dicapai  terkait sasaran pekerjaan yang dikerjakan harus  dilaksanakan setiap harinya sudah sesuai dengan target dan   kualitas yang diharapkan, karena  kita ketahui bersama bahwa hasil dari TMMD nantinya akan dinikmati oleh masyarakat secara langsung maka pekerjaan yang dilaksanakan harus memiliki kualitas yang baik. Ujar Sormin

Lebih lanjut Dandim mengatakan hahwa Dalam peninjauan ke lokasi TMMD  selain untuk memastikan kualitas pekerjaan, juga untuk memberikan dukungan moril secara langsung kepada seluruh personil Satgas TMMD yang berasal dari berbagai satuan di jajaran Kodam XIII/Merdeka dan Polri serta masyarakat yang berpartisipasi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan TMMD.

Dandim berharap agar seluruh personil  tetap bersemangat dalam melaksanakan setiap pekerjaan,  meskipun dengan situasi  melewati medan yang sangat sulit ditambah jalanan sangat licin karena hujan yang tak kunjung berhenti.

Letkol Meinardo Sormin juga menambahkan bahwa seluruh personil Satgas harus bekerja dengan penuh semangat ditengah cuaca yang kurang bersahabat.

"Para personil Satgas harus tetap bersemangat untuk bekerja ditengah cuaca tidak menentu dan lebih banyak hujan dari pada panas karena ini merupakan wujud bakti TNI terhadap masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun "

Tak hanya harus semangat dalam melaksanakan setiap pekerjaan, tapi personil Satgas TMMD juga harus bekerja dengan tetap memperhatikan faktor keamanan untuk menjaga kesehatan tubuhnya agar tetap fit/sehat ditengah pandemi covid-19.

"Saya tidak lupa mengingatkan kepada kita semua untuk senantiasa menjaga kesehatan ditengah cuaca yang tidak menentu ini juga harus tetap menjaga imun kita supaya dengan  kondisi yang kuat /Fit kita dapat menyelesaikan pekerjaan  yang dipertanggung jawabkan kepada Satgas TMMD.  "tutup Sormin"

Mengingat kondisi saat ini masih dalan situasi  pandemi covid-19 maka seluruh personil  yang tergabung dalam satgas   TMMD ke -112  tetap mematuhi dan  menerapkan protokok kesehatan secara ketat. (Adrian)

Sangihe,Sulutnews.com - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 tahun 2021, dibawah pimpinan Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin (Selaku Dansatgas) yang dilaksanakan di Desa Pindang Kecamatan Manganitu Selatan  Kabupaten Sangihe Kepulauan  Sangihe di wilayah Kodim 1301/Sangihe,  tentunya memiliki latar belakang dan alasan yang kuat untuk memilih lokasi tersebut.

Ternyata Satgas TMMD ke - 112 di Pindang ini memiliki sasaran fisik berupa perintisan jalan sejauh 2 Kilo meter dengan rincian 1 Km ke arah barat menghubungkan gereja, masjid, sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Dusun Sampakang dan 1 Km ke arah timur menguhubungkan dusun Tatilade dengan Pempulu, sekolah SD GMIST Eppata Tatilade dan Gereja.

Untuk Sekolah Madrasah dan sekolah Eppata Tatilade ini sama sama memiliki lokasi di tengah perbukitan dan tidak memiliki akses jalan yang layak dihadapkan dengan Kontur tanah yang labil dan terjal sangat  beresiko tinggi jika dilalui para siswa siswi yang akan berangkat maupun pulang dari sekolah terlebih pada kondisi cuaca hujan.

Desa pindang ini memiliki intensitas  curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang, jalan setapak menjadi sangat licin jika dilalui pada kondisi hujan sehingga seringkali siswa siswi diliburkan ketika hujan.

Hal tersebut membuat masyarakat desa Pindang sangat berkeinginan untuk memiliki akses jalan yang layak untuk kedua sekolah ini.

Saat ditemui, Saudara Vence Sahiu (31), seorang guru honorer di SD GMIST Eppata Tilade mengatakan bahwa mereka  berjalan kaki lebih dari 1 Kilo meter  untuk menjangkau sekolah demi keberlangsungan proses belajar mengajar.

Walaupun jumlah murid di sekolah ini terbilang sedikit  tetapi tidak mematahkan semangat Saudara Vence untuk mengajar demi  mencerdaskan generasi muda  penerus bangsa.

"Jumlah pengajar disini ada 3, itupun 1 orang kepala sekolah yang merangkap sebagai guru.

Kami semua harus menempuh jalan curam ini setiap hari" ucap Vence.

Tidak hanya Vence selaku guru yang merasakan manfaat dari TMMD di Desa Pindang ini, semua masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya dengan adanya akses jalan selebar 3,5 Meter  yang langsung menuju ke jalan utama.

"Saya sangat berterimakasih sekali kepada TNI, karena telah membuka jalan dengan masuknya satgas TMMD di Desa Pindang ini karena dengan terbuka nya jalan ini akan memudahkan kami para guru dan para murid untuk menjangkau sekolah" ucap Pak Guru

"Saya harap juga dengan adanya jalan ini akan menambah minat masyarakat untuk menyekolahkan anak anaknya di sekolah ini" tutup vence

Kegiatan TMMD di Desa Pindang ini benar benar menjawab keinginan dan harapan masyarakat untuk memiliki akses jalan yang layak untuk bersekolah, pendistribusian hasil kebun, dan terhubungnya antar dusun di Desa Pindang.

"Ini sebuah berkat yang sangat luar biasa, perintisan jalan ini sudah lama kami dambakan" ucap Kapitalaung

Banyak terimakasih diucapkan dari masyarakat di Desa Pindang tergambar dengan hadirnya masyarakat yang secara sukarela membantu  Satgas operasi  TMMD untuk  menyelesaikan pekerjaan nya. (Adrian)

Tahuna,Sulutnews.com  - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke -112 TA 2021 yang digelar di wilayah Kodim 1301/Sangihe secara resmi dibuka,  di  aula pendopo Jabatan Bupati Kab. Kepulauan Sangihe di Jl. Merdeka, Kecamatan Tahuna. pada hari Rabu (15/9/2021)

Acara pembukaan TMMD Ke -112 TA 2021 di wilayah Kodim 1301/Sangihe dibuka  oleh Sekda Kab. Kepulauan Sangihe Melanchton Harry Wolff, S.T., M.E.

Kegiatan acara pembukaan  dilaksanakan secara   sederhana dengan mempertimbangan  protokol kesehatan secara ketat mengingat saat ini  masih dalam situasi pandemi covid-19, tanpa melibatkan masyarakat.

Adapun Satgas TMMD ini melibatkan personil  TNI terdiri dari TNI  AD sebanyak 120 orang, TNI AL 5 orang, TNI AU 2 orang, Kepolisian 10 orang dan tim asistensi dari Pemda Kab. Kepulauan Sangihe sebanyak 13 orang sehingga total personil yang terlibat dalam satgas  berjumlah  150.

Pada kegiatan pembukaan TMMD Ke -112 ini diawali  dengan  penandatanganan berita acara penyerahan pekerjaan yang ditanda tangani oleh Dandim 1301/Sangihe selaku Dansatgas TMMD ke-112 TA 2021 Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin, S.I.P., M.I.Pol di wilayah Kodim 1301/Sangihe dan Sekda Kab. Kepulauan Sangihe (Mewakili Bupati) serta  penyerahan alat kerja secara simbolis  kepada perwakilan penerima alat kerja diakhiri dengan do'a yang dipimpin oleh Ketua GMIST Pdt. Patras Madonsa, S.Th

Pembukaan kegiatan TMMD ini digelar secara  serentak di seluruh wilayah Indonesia. dengan alokasi  waktu  selama 30 hari,   Satgas TMMD ini pun harus menyelesaikan berbagai sasaran baik sasaran fisik meliputi perintisan jalan sepanjang 2  Km, pembuatan talut, rabat beton sejauh 250 m, pengecatan gereja dan pengecatan masjid serta sasaran non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan, sosialisasi dan pengobatan gratis  bagi warga yang sakit di sekitar lokasi TMMD.

Dalam sambutannya Sekda mengatakan bahwa TMMD merupakan salah satu kegiatan Bakti TNI guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat

"Operasi bakti TNI dilaksanakan dalam berbagai wujud yang salah satunya adalah program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan kriteria sasaran berupa daerah miskin, tertinggal, terisolir, daerah kumuh, daerah perbatasan dan pulau terluar serta daerah terkena bencana alam" ucap Sekda

"Saya berharap dengan kemanunggalan TNI, Pemerintah Kab. Kepl. Sangihe dan masyarakat diharapkan menjadi salah satu jalan bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan ketahanan wilayah di daerah ini" sambung Sekda

Usai kegiatan tersebut  Dandim mengatakan bahwa sasaran kegiatan TMMD kali ini terdiri dari 2 sasaran yaitu fisik dan non fisik dan TMMD merupakan wujud sinergi TNI bersama Pemerintah Daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

"Sasaran TMMD ini ada 2 yaitu Fisik dan Non Fisik, sasaran fisik meliputi perintisan jalan sepanjang 2 Km, pembuatan talut, rabat beton, pengecetan gereja dan masjid serta sasaran tambahan yaitu pemasangan keramik di Gereja GMIST Pindang" Ujar Dansatgas

"TMMD juga merupakan wujud sinergitas TNI bersama Pemda dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat" sambung Dandim

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kajari Kab. Kepulauan Sangihe Eri Yudianto , Kasdim 1301/Sangihe Mayor Inf Rasmul Tamalawe, Kepala BPBD Kab. Kepulauan Sangihe Rivo Pudimang, Kapolres Kab. Sangihe AKBP Tony Budi Suyetyo, S.I.K, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin M.Tr., Hanla. Ketua Sinode GMIST Pdt. Patras Madonsa, S.Th. (Adrian)

Sangihe,Sulutnews.com – Personel Bhabinkamtibmas Polsek Tahuna Bripka Ferdinand Loho dan Babinsa Koramil Tahuna Serka Buisan serta Serda Junaedi, mengawal kegiatan vaksinasi massal Covid-19 tahap I dan II, Rabu (21/7) pagi.

Vaksinasi dilakukan oleh pihak Puskesmas Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan berlangsung di rumah keluarga Sahala-Sampel, Kelurahan Mitung, Kecamatan Tahuna Barat.

Vaksinasi dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Tahuna Barat dr. Dessy Handayani Jonhar, melibatkan 15 tenaga medis.

Untuk vaksinasi tahap I diikuti oleh 47 orang yang telah dinyatakan memenuhi syarat kondisi kesehatan, sedangkan tahap II diikuti 77 orang.

Bripka Ferdinand dalam kesempatan tersebut, mengimbau masyarakat yang sudah menerima vaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan 5M. "Yaitu dengan Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas,” imbaunya.

Sedangkan bagi masyarakat yang belum menerima vaksin, lanjutnya, diimbau segera mengikuti vaksinasi dan tidak perlu takut.

“Masyarakat tidak perlu takut, karena vaksin aman dan halal. Vaksinasi massal ini bertujuan membangun kekebalan kelompok demi menekan laju penyebaran Covid-19,” pungkas Bripka Ferdinand. (Adrian)

Manado, SulutNews.com -- Masyarakat yang berada di perbatasan Kepulauan Sangihe bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapulauan Sangihe menyalakan 1000 lilin di Jalan Boulevard Kelurahan Apeng Sembeka, Tahuna, Kabupaten Sangihe, pada Sabtu (8/5/2021).

Kegiatan yang diprakarsai Lanal Tahuna yang merupakan salah satu Pangakalan jajaran Lantamal VIII bersama Karang Taruna dan masyarakat Kota Tahuna tersebut, dilaksanakan untuk mengenang 53 Prajurit KRI Nanggala 402 yang telah gugur beberapa waktu lalu di Perairan Utara Bali.

Kegiatan pemasangan 1000 lilin yang dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tersebut diawali dengan menyayikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan Cipta, menyayikan lagu Gugur Bunga dilanjutkan doa bersama dan pemasangan lilin diawali Bupati Kepulauan Sangihe diikuti Forkopimda dan masyarakat Kota Tahuna.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin.,M.Tr.Hanla pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini TNI khususnya TNI-AL sedang berduka dengan kejadian musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Utara Bali.

Lebih lanjut Danlanal Tahuna menyampaikan banyak terima kasih atas nama pimpinan TNI Angkatan Laut kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang sudah melaksanakan acara ini dengan penuh hikmat.

"Hingga saat ini pengabdian prajurit Hiu Kencana tidak akan sia-sia, mereka tetap melaksanakan tugas yaitu berlayar abadi. Mereka terus menunjukkan kepada kita sebagai generasi pemuda untuk meningkatkan semangat yang membara untuk memajukan Negara kesatuan Republik Indonesia ini", ujar Danlanal Tahuna.

Sementara itu Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Edzar Gagana S.E., M.E., menyampaikan semangat dan rasa kebangsaan serta nasionalisme sesama anak bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia, membuat masyarakat Kepulauan Sangihe dapat merasakan kepiluan dan kepedihan hati keluarga, karena itu semangat kejuagan kita wujudkan dengan penyalaan seribu lilin dan doa bersama, sebagai bentuk penghayatan serta duka yang mendalam atas gugurnya prajurit KRI Nanggala-402.

"Meskipun kita berada di perbatasan, kita tidak pernah lepas dari peristiwa yang terjadi di negara ini. Karena itu kita merasa terpanggil serta turut merasa sepenanggungan dan duka yang mendalam kepada keluarga dan TNI AL. Selaku Pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada adik-adik karang taruna, Lurah, Camat bersama Lanal Tahuna yang memprakarsai kegiatan ini, yang tentunya mengingatkan kita semua betapa pentingnya rasa solidaritas, rasa kebersamaan serta rasa sepenanggungan, walaupun dalam wujud penyalaan 1000 lilin dari wilayah perbatasan kita berdoa dengan adanya peristiwa dapat menggugah daerah-daerah lain mempunyai semangat yang sama mempunyai komitmen yang sama terhadap kejuangan 53 putra-putra terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini", ujar Bupati Kepulauan Sangihe.

Pemasangan 1000 lilin tersebut dihadiri antara lain Dandim 1301/SangiheLetkol Inf Rahmat Cristanto S.I.P., Kapolres Kabupaten Kepulauan Sangihe AKBP Tony Budi Susetyo SIK, Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe Hery Wolf, Wakil DPRD II Kepulauan Sangihe Maichel Tungari S.E., serta diikuti seluruh personel Lanal Tahuna dan masyarakat Kota Tahuna.

(***/TamuraWatung)

Sangihe,Sulutnews.com -  Penerapan reward (penghargaan) bagi personel berprestasi dan punishment (hukuman) bagi personel yang melanggar aturan, terus diberlakukan di lingkungan Polri.

Termasuk di jajaran Polres Kepulauan Sangihe. Puluhan personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas, mendapat penghargaan dari Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo.

Piagam penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kapolres kepada perwakilan personel, pada hari Senin (01/03/2021) pagi, sesaat usai pelaksanaan apel di Mapolres.

Penghargaan tersebut tertuang dalam dua surat keputusan berbeda.

Dalam Keputusan Nomor: Kep/07/II/2021, tertanggal 10 Februari 2021, Kapolres memberikan penghargaan kepada 26 anggota Polri dan PNS dengan berbagai torehan prestasi.

Yakni, 3 personel masing-masing Kapolsek Tamako, PS. Kasium Polsek Tamako, dan Bhabinkamtibmas Polsek Tamako, diberikan penghargaan karena turut langsung memakamkan secara protokol Covid-19 terhadap jenazah pasien reaktif rapid test Covid-19, Senin (23/11/2020) dini hari, di Kampung Menggawa, Kecamatan Tamako.

Masih dalam Keputusan yang sama, 7 personel diberikan penghargaan atas penggalangan terhadap keluarga jenazah pasien reaktif rapid test Covid-19 tersebut, karena sebelumnya terjadi penolakan untuk pemakaman secara protokol Covid-19.

Ketujuh personel, yaitu Kasat Intelkam Polres Kepulauan Sangihe beserta 1 anggota, PS. Kanit Intelkam Polsek Tamako, PS. Kanit Sabhara Polsek Tamako, PS. Kasi Humas Polsek Tamako, PS. Kanit Provos Polsek Tamako, dan PS. Kanit Sabhara Polsek Tabukan Selatan.

Kemudian 6 personel diberikan penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang terjadi pada 27 Januari 2021, di Jalan Raya Tona. Kasus tersebut terungkap 4 hari kemudian, dan tersangka diamankan di Tona I Tahuna Timur.

Keenam personel tersebut, masing-masing KBO Satlantas beserta 3 anggota Satlantas Polres Kepulauan Sangihe, dan 2 personel Satintelkam Polres Kepulauan Sangihe.

Selanjutnya, 10 personel lainnya diberikan penghargaan atas kehadirannya melaksanakan tugas apel pagi selama bulan Januari 2021 tanpa cacat.

Kesepuluh personel ini berasal dari berbagai satuan fungsi.

Sedangkan dalam Keputusan Kapolres Kepulauan Sangihe Nomor: Kep/08/II/2021, tertanggal 25 Februari 2021, penghargaan diberikan kepada 12 personel.

Yaitu 10 personel diberikan penghargaan atas kedisiplinan dalam kehadiran melaksanakan tugas apel pagi selama bulan Februari 2021 tanpa cacat.

Dan 2 personel lainnya, diberikan penghargaan atas kedisiplinan dalam kehadiran melaksanakan tugas yang diemban sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek jajaran.

Kapolres dalam sambutannya, mengapresiasi 38 personel yang mendapat penghargaan atas dedikasi, loyalitas dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

 “Semoga penghargaan ini juga bisa menjadi motivasi dan semangat bagi personel lainnya dalam bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga meminta seluruh personel untuk menghindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan diri sendiri bahkan institusi.

“Mari kita bekerja, melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Hindari pelanggaran sekecil apapun, karena jika terbukti pasti ada sanksi tegas yang menanti,” tandas Kapolres.

Sementara itu salah seorang personel penerima penghargaan, Briptu Lenda Vivi Mawei, mengaku bersyukur dan bangga atas penghargaan dari Kapolres ini.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Kepulauan Sangihe atas penghargaan yang diberikan.

Hal ini tentunya menambah semangat saya untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya,” pungkas Polwan yang bertugas di Satreskrim ini.(Adrian)