Sangihe

Sangihe (8)

Sangihe,sulutnews.com- Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin, S.I.P., M.I.Pol selaku Dansatgas TMMD Ke-112 TA 2021 Kodim 1301/Sangihe  terjun langsung dilokasi TMMD di Desa Pindang Kecamatan Manganitu, Selatan pada Selasa (21/9/2021)

Dandim 1301/Sangihe selaku Dansatgas  memiliki tanggung jawab besar pada keberhasilan Satgas Operasi  TMMD ini, tentunya selain Dansatgas tidak terlepas juga  peran dari  seluruh personil satgas dalam mendukung  keberhasilan TMMD ke - 112 di wilayah Kodim 1301/Sangihe.

Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin selaku Dansatga, saat  meninjau langsung ke lokasi TMMD di Desa Pindang mengatakan bahwa kedatangan ia ke lokasi TMMD adalah   guna mengecek dan  memastikan hasil pekerjaan yang telah dicapai  terkait sasaran pekerjaan yang dikerjakan harus  dilaksanakan setiap harinya sudah sesuai dengan target dan   kualitas yang diharapkan, karena  kita ketahui bersama bahwa hasil dari TMMD nantinya akan dinikmati oleh masyarakat secara langsung maka pekerjaan yang dilaksanakan harus memiliki kualitas yang baik. Ujar Sormin

Lebih lanjut Dandim mengatakan hahwa Dalam peninjauan ke lokasi TMMD  selain untuk memastikan kualitas pekerjaan, juga untuk memberikan dukungan moril secara langsung kepada seluruh personil Satgas TMMD yang berasal dari berbagai satuan di jajaran Kodam XIII/Merdeka dan Polri serta masyarakat yang berpartisipasi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan TMMD.

Dandim berharap agar seluruh personil  tetap bersemangat dalam melaksanakan setiap pekerjaan,  meskipun dengan situasi  melewati medan yang sangat sulit ditambah jalanan sangat licin karena hujan yang tak kunjung berhenti.

Letkol Meinardo Sormin juga menambahkan bahwa seluruh personil Satgas harus bekerja dengan penuh semangat ditengah cuaca yang kurang bersahabat.

"Para personil Satgas harus tetap bersemangat untuk bekerja ditengah cuaca tidak menentu dan lebih banyak hujan dari pada panas karena ini merupakan wujud bakti TNI terhadap masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun "

Tak hanya harus semangat dalam melaksanakan setiap pekerjaan, tapi personil Satgas TMMD juga harus bekerja dengan tetap memperhatikan faktor keamanan untuk menjaga kesehatan tubuhnya agar tetap fit/sehat ditengah pandemi covid-19.

"Saya tidak lupa mengingatkan kepada kita semua untuk senantiasa menjaga kesehatan ditengah cuaca yang tidak menentu ini juga harus tetap menjaga imun kita supaya dengan  kondisi yang kuat /Fit kita dapat menyelesaikan pekerjaan  yang dipertanggung jawabkan kepada Satgas TMMD.  "tutup Sormin"

Mengingat kondisi saat ini masih dalan situasi  pandemi covid-19 maka seluruh personil  yang tergabung dalam satgas   TMMD ke -112  tetap mematuhi dan  menerapkan protokok kesehatan secara ketat. (Adrian)

Sangihe,Sulutnews.com - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 tahun 2021, dibawah pimpinan Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin (Selaku Dansatgas) yang dilaksanakan di Desa Pindang Kecamatan Manganitu Selatan  Kabupaten Sangihe Kepulauan  Sangihe di wilayah Kodim 1301/Sangihe,  tentunya memiliki latar belakang dan alasan yang kuat untuk memilih lokasi tersebut.

Ternyata Satgas TMMD ke - 112 di Pindang ini memiliki sasaran fisik berupa perintisan jalan sejauh 2 Kilo meter dengan rincian 1 Km ke arah barat menghubungkan gereja, masjid, sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Dusun Sampakang dan 1 Km ke arah timur menguhubungkan dusun Tatilade dengan Pempulu, sekolah SD GMIST Eppata Tatilade dan Gereja.

Untuk Sekolah Madrasah dan sekolah Eppata Tatilade ini sama sama memiliki lokasi di tengah perbukitan dan tidak memiliki akses jalan yang layak dihadapkan dengan Kontur tanah yang labil dan terjal sangat  beresiko tinggi jika dilalui para siswa siswi yang akan berangkat maupun pulang dari sekolah terlebih pada kondisi cuaca hujan.

Desa pindang ini memiliki intensitas  curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang, jalan setapak menjadi sangat licin jika dilalui pada kondisi hujan sehingga seringkali siswa siswi diliburkan ketika hujan.

Hal tersebut membuat masyarakat desa Pindang sangat berkeinginan untuk memiliki akses jalan yang layak untuk kedua sekolah ini.

Saat ditemui, Saudara Vence Sahiu (31), seorang guru honorer di SD GMIST Eppata Tilade mengatakan bahwa mereka  berjalan kaki lebih dari 1 Kilo meter  untuk menjangkau sekolah demi keberlangsungan proses belajar mengajar.

Walaupun jumlah murid di sekolah ini terbilang sedikit  tetapi tidak mematahkan semangat Saudara Vence untuk mengajar demi  mencerdaskan generasi muda  penerus bangsa.

"Jumlah pengajar disini ada 3, itupun 1 orang kepala sekolah yang merangkap sebagai guru.

Kami semua harus menempuh jalan curam ini setiap hari" ucap Vence.

Tidak hanya Vence selaku guru yang merasakan manfaat dari TMMD di Desa Pindang ini, semua masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya dengan adanya akses jalan selebar 3,5 Meter  yang langsung menuju ke jalan utama.

"Saya sangat berterimakasih sekali kepada TNI, karena telah membuka jalan dengan masuknya satgas TMMD di Desa Pindang ini karena dengan terbuka nya jalan ini akan memudahkan kami para guru dan para murid untuk menjangkau sekolah" ucap Pak Guru

"Saya harap juga dengan adanya jalan ini akan menambah minat masyarakat untuk menyekolahkan anak anaknya di sekolah ini" tutup vence

Kegiatan TMMD di Desa Pindang ini benar benar menjawab keinginan dan harapan masyarakat untuk memiliki akses jalan yang layak untuk bersekolah, pendistribusian hasil kebun, dan terhubungnya antar dusun di Desa Pindang.

"Ini sebuah berkat yang sangat luar biasa, perintisan jalan ini sudah lama kami dambakan" ucap Kapitalaung

Banyak terimakasih diucapkan dari masyarakat di Desa Pindang tergambar dengan hadirnya masyarakat yang secara sukarela membantu  Satgas operasi  TMMD untuk  menyelesaikan pekerjaan nya. (Adrian)

Tahuna,Sulutnews.com  - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke -112 TA 2021 yang digelar di wilayah Kodim 1301/Sangihe secara resmi dibuka,  di  aula pendopo Jabatan Bupati Kab. Kepulauan Sangihe di Jl. Merdeka, Kecamatan Tahuna. pada hari Rabu (15/9/2021)

Acara pembukaan TMMD Ke -112 TA 2021 di wilayah Kodim 1301/Sangihe dibuka  oleh Sekda Kab. Kepulauan Sangihe Melanchton Harry Wolff, S.T., M.E.

Kegiatan acara pembukaan  dilaksanakan secara   sederhana dengan mempertimbangan  protokol kesehatan secara ketat mengingat saat ini  masih dalam situasi pandemi covid-19, tanpa melibatkan masyarakat.

Adapun Satgas TMMD ini melibatkan personil  TNI terdiri dari TNI  AD sebanyak 120 orang, TNI AL 5 orang, TNI AU 2 orang, Kepolisian 10 orang dan tim asistensi dari Pemda Kab. Kepulauan Sangihe sebanyak 13 orang sehingga total personil yang terlibat dalam satgas  berjumlah  150.

Pada kegiatan pembukaan TMMD Ke -112 ini diawali  dengan  penandatanganan berita acara penyerahan pekerjaan yang ditanda tangani oleh Dandim 1301/Sangihe selaku Dansatgas TMMD ke-112 TA 2021 Letkol Arm Lukas Meinardo Sormin, S.I.P., M.I.Pol di wilayah Kodim 1301/Sangihe dan Sekda Kab. Kepulauan Sangihe (Mewakili Bupati) serta  penyerahan alat kerja secara simbolis  kepada perwakilan penerima alat kerja diakhiri dengan do'a yang dipimpin oleh Ketua GMIST Pdt. Patras Madonsa, S.Th

Pembukaan kegiatan TMMD ini digelar secara  serentak di seluruh wilayah Indonesia. dengan alokasi  waktu  selama 30 hari,   Satgas TMMD ini pun harus menyelesaikan berbagai sasaran baik sasaran fisik meliputi perintisan jalan sepanjang 2  Km, pembuatan talut, rabat beton sejauh 250 m, pengecatan gereja dan pengecatan masjid serta sasaran non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan, sosialisasi dan pengobatan gratis  bagi warga yang sakit di sekitar lokasi TMMD.

Dalam sambutannya Sekda mengatakan bahwa TMMD merupakan salah satu kegiatan Bakti TNI guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat

"Operasi bakti TNI dilaksanakan dalam berbagai wujud yang salah satunya adalah program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan kriteria sasaran berupa daerah miskin, tertinggal, terisolir, daerah kumuh, daerah perbatasan dan pulau terluar serta daerah terkena bencana alam" ucap Sekda

"Saya berharap dengan kemanunggalan TNI, Pemerintah Kab. Kepl. Sangihe dan masyarakat diharapkan menjadi salah satu jalan bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan ketahanan wilayah di daerah ini" sambung Sekda

Usai kegiatan tersebut  Dandim mengatakan bahwa sasaran kegiatan TMMD kali ini terdiri dari 2 sasaran yaitu fisik dan non fisik dan TMMD merupakan wujud sinergi TNI bersama Pemerintah Daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

"Sasaran TMMD ini ada 2 yaitu Fisik dan Non Fisik, sasaran fisik meliputi perintisan jalan sepanjang 2 Km, pembuatan talut, rabat beton, pengecetan gereja dan masjid serta sasaran tambahan yaitu pemasangan keramik di Gereja GMIST Pindang" Ujar Dansatgas

"TMMD juga merupakan wujud sinergitas TNI bersama Pemda dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat" sambung Dandim

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kajari Kab. Kepulauan Sangihe Eri Yudianto , Kasdim 1301/Sangihe Mayor Inf Rasmul Tamalawe, Kepala BPBD Kab. Kepulauan Sangihe Rivo Pudimang, Kapolres Kab. Sangihe AKBP Tony Budi Suyetyo, S.I.K, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin M.Tr., Hanla. Ketua Sinode GMIST Pdt. Patras Madonsa, S.Th. (Adrian)

Sangihe,Sulutnews.com – Personel Bhabinkamtibmas Polsek Tahuna Bripka Ferdinand Loho dan Babinsa Koramil Tahuna Serka Buisan serta Serda Junaedi, mengawal kegiatan vaksinasi massal Covid-19 tahap I dan II, Rabu (21/7) pagi.

Vaksinasi dilakukan oleh pihak Puskesmas Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan berlangsung di rumah keluarga Sahala-Sampel, Kelurahan Mitung, Kecamatan Tahuna Barat.

Vaksinasi dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Tahuna Barat dr. Dessy Handayani Jonhar, melibatkan 15 tenaga medis.

Untuk vaksinasi tahap I diikuti oleh 47 orang yang telah dinyatakan memenuhi syarat kondisi kesehatan, sedangkan tahap II diikuti 77 orang.

Bripka Ferdinand dalam kesempatan tersebut, mengimbau masyarakat yang sudah menerima vaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan 5M. "Yaitu dengan Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas,” imbaunya.

Sedangkan bagi masyarakat yang belum menerima vaksin, lanjutnya, diimbau segera mengikuti vaksinasi dan tidak perlu takut.

“Masyarakat tidak perlu takut, karena vaksin aman dan halal. Vaksinasi massal ini bertujuan membangun kekebalan kelompok demi menekan laju penyebaran Covid-19,” pungkas Bripka Ferdinand. (Adrian)

Manado, SulutNews.com -- Masyarakat yang berada di perbatasan Kepulauan Sangihe bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapulauan Sangihe menyalakan 1000 lilin di Jalan Boulevard Kelurahan Apeng Sembeka, Tahuna, Kabupaten Sangihe, pada Sabtu (8/5/2021).

Kegiatan yang diprakarsai Lanal Tahuna yang merupakan salah satu Pangakalan jajaran Lantamal VIII bersama Karang Taruna dan masyarakat Kota Tahuna tersebut, dilaksanakan untuk mengenang 53 Prajurit KRI Nanggala 402 yang telah gugur beberapa waktu lalu di Perairan Utara Bali.

Kegiatan pemasangan 1000 lilin yang dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tersebut diawali dengan menyayikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan Cipta, menyayikan lagu Gugur Bunga dilanjutkan doa bersama dan pemasangan lilin diawali Bupati Kepulauan Sangihe diikuti Forkopimda dan masyarakat Kota Tahuna.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin.,M.Tr.Hanla pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini TNI khususnya TNI-AL sedang berduka dengan kejadian musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Utara Bali.

Lebih lanjut Danlanal Tahuna menyampaikan banyak terima kasih atas nama pimpinan TNI Angkatan Laut kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang sudah melaksanakan acara ini dengan penuh hikmat.

"Hingga saat ini pengabdian prajurit Hiu Kencana tidak akan sia-sia, mereka tetap melaksanakan tugas yaitu berlayar abadi. Mereka terus menunjukkan kepada kita sebagai generasi pemuda untuk meningkatkan semangat yang membara untuk memajukan Negara kesatuan Republik Indonesia ini", ujar Danlanal Tahuna.

Sementara itu Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Edzar Gagana S.E., M.E., menyampaikan semangat dan rasa kebangsaan serta nasionalisme sesama anak bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia, membuat masyarakat Kepulauan Sangihe dapat merasakan kepiluan dan kepedihan hati keluarga, karena itu semangat kejuagan kita wujudkan dengan penyalaan seribu lilin dan doa bersama, sebagai bentuk penghayatan serta duka yang mendalam atas gugurnya prajurit KRI Nanggala-402.

"Meskipun kita berada di perbatasan, kita tidak pernah lepas dari peristiwa yang terjadi di negara ini. Karena itu kita merasa terpanggil serta turut merasa sepenanggungan dan duka yang mendalam kepada keluarga dan TNI AL. Selaku Pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada adik-adik karang taruna, Lurah, Camat bersama Lanal Tahuna yang memprakarsai kegiatan ini, yang tentunya mengingatkan kita semua betapa pentingnya rasa solidaritas, rasa kebersamaan serta rasa sepenanggungan, walaupun dalam wujud penyalaan 1000 lilin dari wilayah perbatasan kita berdoa dengan adanya peristiwa dapat menggugah daerah-daerah lain mempunyai semangat yang sama mempunyai komitmen yang sama terhadap kejuangan 53 putra-putra terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini", ujar Bupati Kepulauan Sangihe.

Pemasangan 1000 lilin tersebut dihadiri antara lain Dandim 1301/SangiheLetkol Inf Rahmat Cristanto S.I.P., Kapolres Kabupaten Kepulauan Sangihe AKBP Tony Budi Susetyo SIK, Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe Hery Wolf, Wakil DPRD II Kepulauan Sangihe Maichel Tungari S.E., serta diikuti seluruh personel Lanal Tahuna dan masyarakat Kota Tahuna.

(***/TamuraWatung)

Sangihe,Sulutnews.com -  Penerapan reward (penghargaan) bagi personel berprestasi dan punishment (hukuman) bagi personel yang melanggar aturan, terus diberlakukan di lingkungan Polri.

Termasuk di jajaran Polres Kepulauan Sangihe. Puluhan personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas, mendapat penghargaan dari Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo.

Piagam penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kapolres kepada perwakilan personel, pada hari Senin (01/03/2021) pagi, sesaat usai pelaksanaan apel di Mapolres.

Penghargaan tersebut tertuang dalam dua surat keputusan berbeda.

Dalam Keputusan Nomor: Kep/07/II/2021, tertanggal 10 Februari 2021, Kapolres memberikan penghargaan kepada 26 anggota Polri dan PNS dengan berbagai torehan prestasi.

Yakni, 3 personel masing-masing Kapolsek Tamako, PS. Kasium Polsek Tamako, dan Bhabinkamtibmas Polsek Tamako, diberikan penghargaan karena turut langsung memakamkan secara protokol Covid-19 terhadap jenazah pasien reaktif rapid test Covid-19, Senin (23/11/2020) dini hari, di Kampung Menggawa, Kecamatan Tamako.

Masih dalam Keputusan yang sama, 7 personel diberikan penghargaan atas penggalangan terhadap keluarga jenazah pasien reaktif rapid test Covid-19 tersebut, karena sebelumnya terjadi penolakan untuk pemakaman secara protokol Covid-19.

Ketujuh personel, yaitu Kasat Intelkam Polres Kepulauan Sangihe beserta 1 anggota, PS. Kanit Intelkam Polsek Tamako, PS. Kanit Sabhara Polsek Tamako, PS. Kasi Humas Polsek Tamako, PS. Kanit Provos Polsek Tamako, dan PS. Kanit Sabhara Polsek Tabukan Selatan.

Kemudian 6 personel diberikan penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang terjadi pada 27 Januari 2021, di Jalan Raya Tona. Kasus tersebut terungkap 4 hari kemudian, dan tersangka diamankan di Tona I Tahuna Timur.

Keenam personel tersebut, masing-masing KBO Satlantas beserta 3 anggota Satlantas Polres Kepulauan Sangihe, dan 2 personel Satintelkam Polres Kepulauan Sangihe.

Selanjutnya, 10 personel lainnya diberikan penghargaan atas kehadirannya melaksanakan tugas apel pagi selama bulan Januari 2021 tanpa cacat.

Kesepuluh personel ini berasal dari berbagai satuan fungsi.

Sedangkan dalam Keputusan Kapolres Kepulauan Sangihe Nomor: Kep/08/II/2021, tertanggal 25 Februari 2021, penghargaan diberikan kepada 12 personel.

Yaitu 10 personel diberikan penghargaan atas kedisiplinan dalam kehadiran melaksanakan tugas apel pagi selama bulan Februari 2021 tanpa cacat.

Dan 2 personel lainnya, diberikan penghargaan atas kedisiplinan dalam kehadiran melaksanakan tugas yang diemban sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek jajaran.

Kapolres dalam sambutannya, mengapresiasi 38 personel yang mendapat penghargaan atas dedikasi, loyalitas dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

 “Semoga penghargaan ini juga bisa menjadi motivasi dan semangat bagi personel lainnya dalam bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga meminta seluruh personel untuk menghindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan diri sendiri bahkan institusi.

“Mari kita bekerja, melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Hindari pelanggaran sekecil apapun, karena jika terbukti pasti ada sanksi tegas yang menanti,” tandas Kapolres.

Sementara itu salah seorang personel penerima penghargaan, Briptu Lenda Vivi Mawei, mengaku bersyukur dan bangga atas penghargaan dari Kapolres ini.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Kepulauan Sangihe atas penghargaan yang diberikan.

Hal ini tentunya menambah semangat saya untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya,” pungkas Polwan yang bertugas di Satreskrim ini.(Adrian)

Sangihe,SulutNews.com – Minuman keras (miras) jenis cap tikus dan bahan kimia sianida, berhasil di amankan oleh Polres Kepulauan Sangihe melalui Satresnarkoba dan Satintelkam saat melakukan razia di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kamis (25/02/2021) kemarin, sekitar pukul 04.54 WITA. Diketahui barang bukti (babuk) tersebut ditemukan di dua kapal berbeda.

Diawali dengan razia di atas KM Barcelona. Petugas menemukan cap tikus yang dikemas dalam botol bekas air mineral, sebanyak 49 botol. Terdiri dari 29 botol ukuran 1000 ml dan 20 botol ukuran 600 ml.

Miras tersebut diketahui milik perempuan berinisial MT (49), warga Moade, Tabukan Utara, Sangihe. Untuk mengelabui petugas, miras disembunyikan di antara pakaian bekas yang dimasukkan dalam karung dan tas pakaian.

Masih di atas kapal yang sama, tim gabungan juga mendapati sianida yang disimpan dalam empat kardus. Bahan kimia berbahaya ini diketahui milik pria berinisial ET (66), warga Tona I, Tahuna Timur, Sangihe.

Selanjutnya dalam pemeriksaan di kapal lain yaitu KM Mercy Teratai, tim mendapati cap tikus sebanyak 58 botol yang dikemas dalam botol bekas air mineral ukuran 600 ml. Kemudian juga didapati 15 kantong plastik warna merah ukuran 10 liter yang masing-masing berisi cap tikus.

Cap tikus tersebut milik perempuan berinisial SL, warga Tapuang, Tahuna Timur, Sangihe. Modusnya, pemilik menyembunyikan cap tikus di antara tomat dan bawang merah di dalam kotak kayu.

Sehingga total barang bukti yang diamankan oleh tim gabungan dini hari itu, sebanyak 107 botol atau sekitar 213 liter cap tikus, dan 4 kardus atau sekitar 100 kg sianida.

Terpisah, kepada Sulut News, Jumat (26/02) pagi tadi saat di konfirmasi,  Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. “Para pemilik beserta barang bukti lalu diamankan di Mapolres Kepulauan Sangihe untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Sangihe, SulutNews.com - Kasus perampokan dengan kekerasan (curas) yang terjadi di rumah keluarga Rabuka-Parera, warga Dumuhung, Tahuna Timur, Sangihe, Senin (22/02/2021), sekitar pukul 22.30 WITA.

Berhasil diungkap oleh Polres Kepulauan Sangihe, Pelakunya, pria berinisial RA, dibekuk petugas beberapa sewaktu-waktu usai kejadian ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu (24/02/2020) hari ini.

Dari informasi yang diperoleh dijelaskan Abast, malam itu korban Non Mayke Parera (55) dan suaminya yang menderita stroke, sedang tidur di kamar. 

Korban terbangun dan sangat terkejut saat melihat pelaku yang memakai penutup wajah, berdiri di samping tempat tidur. Sontak, korban pun berteriak ungkap Abast.

Lanjut itu, Pelaku langsung menodongkan sebilah pisau kepada korban, yang sebelumnya diambil dari dapur korban. 

Korban berusaha menangkis pisau tersebut hingga terjadi tarik-menarik dengan pelaku. 

Hingga korban mengalami luka sayatan dibeberapa ruas jari yang dapat diandalkan.

Korban yang kesakitan kembali berteriak meminta pertolongan, namun pelaku langsung membekap mulut korban. 

Sekuat tenaga korban berupaya melepas bekapan tangan pelaku dan berhasil. Korban kembali berteriak suaminya terbangun, dan juga ikut berteriak meminta pertolongan.

Beruntung, teriakan ketiga kali tersebut didengar oleh warga sekitar, yang langsung mendatangi rumah korban, membuat pelaku langsung, diri. Lantaran panik, pelaku meninggalkan sepeda motornya di TKP terang Abast.

Diterangkan Abast, Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Kepulauan Sangihe, yang direspons cepat personel dengan mendatangi TKP. Petugas kemudian memeriksa sepeda motor, dan di dalam bagasi didapati sejumlah barang.

Antara lain dompet berisi KTP pelaku dan istrinya beserta uang tunai Rp. 511 ribu, ponsel Nokia warna hitam diduga milik pelaku, serta ponsel J2 Prime warna perak milik korban. Di sekitar TKP, petugas juga berhasil menemukan sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku saat beraksi.

Tak menunggu lama, petugas segera melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Tertinggalnya pelaku di TKP juga mempermudah petugas dalam pengejaran, dan akhirnya berhasil meringkus pelaku.

"Saat ini elaku beserta seluruh bukti barang sudah diamankan di Mapolres Kepulauan Sangihe untuk di proses lebih lanjut tukas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)