Menteri ATR/ Kepala BPN Marsekal ( Purn) Hadi Tjahjanto Serahkan 762 Sertipikat Restribusi Kepada Warga

Written by  Fanny Waworundeng Sep 16, 2022

Minsel, Sulutnews.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Marsekal ( Purn) Hadi Tjahjanto  Kamis ( 15/9) bertempat di Desa Ongkaw III Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minsel menyerahkan 762 sertipikat restribusi kepada sekitar 528 warga Desa Ongkaw.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri ATR/ BPN Raja Antoni P.hd, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw, Bupati Minsel Frangky Wongkar SH, Kakanwil ATR/ Kepala BPN Sulut Lufti Zakarya  dan Kepala ATR/ BPN Kabupaten dan Kota serta ribuan masyarakat.

Menteri Hadi Tjahjanto mengatakan sertipikat ini sudah ditangan ibu dan bapak. Ini artinya apa?. Dengan demikian bapak dan ibu sudah ada kepastian hukum hak atas tanah. Mentri manambahkan tanah bapak dan ibu sudah terdaftar dikantor Badan Pertanahan baik itu letak luas dan batas. Jadi sertpikat yang diberikan sudah sah menjadi milik bapak ibu.

Menurutnya dengan pemberian sertipikat maka warga tersenyum manis baik itu petani buruh dan nelayan. Dan warga merasakan negara hadir Dalam  program reforma agraria. "Jadi program ini benar benar membantu warga" kata Menteri.

Dalam bagian lain Menteri minta sertipikat dan tanah dijaga baik baik supaya tidak diserobot mafia tanah.Tapi saya pastikan dengan adanya sertipikat tidak ada lagi  mafia tanah yang bisa utak atik mempermasalahkan  tanah bapak dan ibu.

Dukung BPN

Sementara Wagub Drs Steven Kandow menyatakan terimahkasih kepada Menteri ATR/ Kepala BPN Hadi Tjahjanto atas pemberian sertipikat ini. Dengan pemberian ini semoga bermanfaat bagi warga hinga masa datang.Wagub mengatakan Pemda Sulut dan 15 Kabupaten dan Kota terus membantu Kantor ATR dan BPN dalam pembuatan sertipikat bahkan pendampingan kepada warga agar dirasakan manfaatnya. Wagub menambahkan  sejak kepemimpinannya Gubernur Olly Dondokambey bersama saya keberpihakan kepada rakyat dalam masalah kepemilikan tanah penting dan terus dilakukan.

Menurut data yang ada sertipikat ini berasal dari kegiatan reforma agraria/ restribusi  tanah dengan 762 sertipikat terdiri dari kegiatan restribusi 2021 sebanyak  713 dan  49 sertipikat redistribusi 2022 dengan lokasi Desa Ongkaw.. Ini merupakan hasil dari kegiatan  redistribusi tanah yang bersumber dari Tanah Negara  Bekas HGU Nomor 3/ Ongkaw atas nama PT Jastamin. Tanah HGU di Ongkaw sudah  bersengketa konflik sejak lama.

Untuk  Kedepan masih ada sekitar 415 di Desa Kalasey II Kabupaten Minahasa dan  443 di Pandu Kota Manado sedang dalam proses inventarisasi dan pengukuran untuk pelepasan hak pakai. (Fanny)