Ketua PN Amurang Gelar Pemeriksaan Setempat Sengketa Tanah Di Perkebunan Sasayaban

Written by  Marsel Tiow Aug 11, 2022

Minsel, Sulutnews.com --- Pengadilan Negeri Amurang  menggelar sidang lokasi atau Pemeriksaan Setempat (PS) berada di lokasi perkebunan bukit Sasayaban kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, atas kasus perdata dengan Pengugat Jolli A. Ganap dan Markus Ganap dan pihak tergugat Sonny Sumual CS, Pada Rabu (10/8/2022).

Pemeriksaan Setempat berlangsung dilokasi sengketa dipimpin langsung oleh Hakim ketua Ariyas Dedy SH yang juga sebagai Ketua Pengadilan Negeri Amurang.

Saat di temui media Ketua P.N Amurang Ariyas mengatakan kalau sidang tersebut bertujuan untuk memastikan objek sengketa itu memang ada.

"Kami dari Pengadilan Negeri Amurang, Majelis hakim, untuk perkara gugatan no 65 tahun 2022 melakukan Pemeriksaan Setempat terhadap objek perkara di perkebunan Sasayaban.

Ini dilakukan untuk memastikan bahwa objek sengketa itu memang ada,"ujar Ariyas.

Dia menegaskan pada kesempatan tersebut selain melihat batas-batas di objek sengketa, juga memberikan kesempatan yg sama pada kedua pihak.

"Kedua pihak dapat menjelaskan mengenai objek sengketa dan perbedaan -perbedaan mengenai objek sengketa yang dimaksud.

Hal-hal yang lain diluar objek sengketa itu bukan menjadi bagian dari pemeriksaan hari ini termasuk latar belakang, cerita, bukti atau saksi maupun hal yang lain yang terkadang akan disampaikan oleh para pihak,"jelas Ariyas.

Dia juga menyampaikan bahwa tujuan yang lain dari pemeriksaan setempat agar diketahui masyarakat disekitar lokasi perkebunan tersebut kalau objek tersebut sedang dalam sengketa yang sedang ditangani pihak PN Amurang.

Pada sidang lokasi tersebut baik pihak penggugat yang didampingi kuasa hukum maupun pihak tergugat bersama kuasa hukum menunjukan batas-batas lokasi dan dan memberikan keterangan yang berbeda.

Saat ditanyakan Hakim Ketua soal tepatnya lokasi objek sengketa, pihak penggugat mengatakan kalau lokasi sengketa bertempat di Sasayaban Ranocual Kelurahan Buyungon.

Sedangkan pihak tergugat mengatakan kalau lokasi sengketa yang dimaksud bertempat di perkebunan Sasayaban yang adalah tanah negara.

Novri Lomboan SH didampingi Yesaya Lengkong SH (Lius) selaku pengacara atau kuasa hukum Sonny Sumual (SS) mengatakan berdasarkan bukti yang mereka miliki perkebunan Ranocual bukan berada di wilayah Buyungon.

"Kami punya bukti yang menunjukan kalau lokasi Ranocual bukan berada di wilayah Buyungon,"kata Novri.

Selain itu, dia juga mengatakan pada sidang lokasi tersebut digelar ada tiga orang penggarap yang tidak dimasukan sebagai tergugat.

"Selain Sonny Cs masih ada 3 penggarap lagi yang tidak masuk sebagai pihak tergugat. Jadi secara teknis perkara tersebut tidak dapat diterima atau dinyatakan Niet Ontvankelijke (NO),"Pungkas Novri.  (Sel)