Print this page

Penyaluran KKS BPNT di Bank Mandiri Memprihatinkan, Mandey: Sangat Rugikan Masyarakat

Written by  Jan 18, 2022

Minsel, SulutNews.com -- Dalam waktu seminggu yang baru lewat (10-14 Januari 2022), Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Amurang disesaki warga masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan untuk mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Kartu ini merupakan bentuk bantuan bagi masyarakat dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan Bantuan Pangan Nonton Tunai (BPNT).

Pihak Bank Mandiri, melalui Novita Mandagi selaku Admin untuk penyaluran KKS saat diwawancarai wartawan pada Jumat (14/1) lalu menyampaikan bahwa penyaluran kartu ini untuk penerima BPNT tambahan di Tahun 2022.

"Ini kan penerima BPNT tambahan, untuk Kabupaten Minsel penerimanya ada 3.000-an. Jadi dalam sehari ada 400-500 KKS yang kami bagikan. Untuk data penerima silahkan ke Dinas Sosial," ungkap Novita.

Menurutnya, sebenarnya data ini sudah diterima sejak akhir bulan Desember Tahun 2021, tapi pihak Bank Mandiri butuh waktu untuk sortir terlebih dahulu sebelum dibagikan.

"Untuk penyaluran KKS ini, kami mendapatkan batas waktu dari Kementerian Sosial untuk disalurkan paling lambat tanggal 14 Januari," terang Novita.

"Kami sebenarnya sudah memberitahukan dari jauh-jauh hari tetapi kadang penerima tidak mendapatkan pemberitahuan," katanya.

Ia mengakui, kalau biasanya penyaluran kartu langsung ke tiap Kecamatan. Tapi karena waktunya mendesak hanya 1 minggu dan kami sudah menyurat ke Dinas Sosial, sehingga disepakati kalau penyaluran dilakukan saja di Kantor Bank Mandiri.

Ia pun menyampaikan adanya beberapa kendala dalam penyaluran KKS, seperti ada penerima yang sudah masuk daftar, tapi kartunya tidak ada dan sejumlah permasalahan lainnya.

Penyaluran KKS BPNT di Bank Mandiri tersebut mendapatkan tanggapan keras dari Ketua LSM PAMI Perjuangan Kabupaten Minahasa Selatan Jenry Mandey.

Saat dijumpai wartawan SulutNews.com, pada Senin (17/1/2022), ia mengatakan bahwa Bank Mandiri KCP Amurang harus bertanggung jawab atas kerugian masyarakat Minsel beberapa hari terakhir demi mengejar deadline penyaluran, namun sangat merugikan masyarakat.

"Kepada Kepala Bank Mandiri KCP Amurang, apabila beberapa minggu ke depan angka pasien covid bertambah berarti anda dan jajarannya harus bertanggung jawab," ujar Mandey, melayangkan peringatan keras.

Menurutnya, selain merugikan waktu karena harus antri dari pagi-malam, calon penerima juga harus berdesakan di area Bank Mandiri, tanpa memprioritaskan warga yang sakit dan lanjut usia terlebih dahulu.

"Kenapa bukan mereka (Bank Mandiri) yang turun ke desa-desa atau kecamatan, ketimbang harus menyuruh mereka yang kesini," ketus Mandey.

Untuk diketahui, penyaluran KKS BPNT tambahan Tahun 2021 yang dilaksanakan pihak Bank Mandiri benar-benar merugikan waktu dan materi warga. Selain harus menunggu sepanjang hari, penyaluran juga mengabaikan penerapan protokol kesehatan karena menimbulkan kerumunan massa secara besar-besaran.

(Tamura)