Tumiwa: Pembuangan Limbah PT. Sakura Mas Membuat Nelayan Sulit Dapat Ikan

Written by  Nov 18, 2021

Minsel, SulutNews.com -- Sejumlah nelayan di sekitar Pantai Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), mengeluhkan adanya pembuangan limbah pabrik PT. Sakura Mas Sinar Pratama ke lautan.

Pembuangan limbah ini, telah menyebabkan lautan tercemar dan nelayan makin sulit mendapatkan ikan di dekat pantai.

Adanya pencemaran laut tersebut disampaikan tokoh masyarakat Tumpaan Jimmy Tumiwa saat dijumpai wartawan pada Kamis (18/11/2021).

"Dulunya itu perusahaan ikan, kalau limbahnya dibuang ke laut akan banyak ikan di pantai Tumpaan. Tapi kalau perusahaan ini, limbahnya membuat semua ikan pada menjauh dari pesisir pantai dan menyebabkan nelayan sulit mencari ikan," ungkap Tumiwa.

"Sekarang nelayan Tumpaan harus pergi agak jauh ke tengah laut untuk mencari ikan," katanya.

Ia meminta ada peran aktif dari pemerintah Kabupaten Minsel melalui sejumlah dinas terkait untuk bisa mencegah pencemaran di pantai Tumpaan.

Untuk diketahui, pemakaian organisme laut sebagai indikator pencemaran didasarkan pada kenyataan bahwa alam atau lingkungan yang tidak tercemar akan ditandai oleh kondisi biologi yang seimbang dan mengandung kehidupan yang beranekaragam. Salah satu organisme yang sering dijadikan sebagai indikator pencemaran adalah ikan.

(Tamura)