Anak-anak Mandi di Sungai Ranolangsot Anak-anak Mandi di Sungai Ranolangsot

Ranolangsot, Sungai Kecil Yang Bisa Buat Anak Bahagia

Written by  Oct 10, 2021

Minsel, SulutNews.com -- Mark Bertrand, terlihat berlari kecil, sambil sesekali melompat-lompat dan terdengar berulang kali menyanyikan kata 'Ranolangsot, Ranolangsot'. Ia tampak riang gembira di hari Sabtu (9/10/2021) sore, di depan rumahnya di Desa Sulu Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara.

Kegembiraan anak laki-laki berusia 4 tahun ini ternyata muncul saat ibunya Anita mengajak dirinya dan sepupu perempuannya Aletha yang berusia 9 tahun untuk pergi mandi di sebuah sungai yang oleh warga diberi nama Ranolangsot.

Dengan membawa handuk, sabun, shampo dan baju ganti, rombongan kecil ini pun berangkat dengan menggunakan sepeda motor matic berwarna biru.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan beraspal selama 5 menit. Disepanjang jalan Mark terus bersenandung, sebagai ekspresi kegembiraannya sore itu.

Setelah jalan beraspal, perjalanan masih dilanjutkan dengan menyusuri jalan kebun yang sudah dilakukan perkerasan selama 2 menit, baru tiba di Sungai Ranolangsot.

Sudah banyak anak-anak yang terlihat mandi di sungai kecil dan dangkal sore itu, mereka datang dari desa tetangga, Desa Popontolen yang hanya berjarak 3 menit perjalanan dari lokasi pemandian ini. Terlihat kegembiraan mereka persis sama dengan kegembiraan Mark dan sepupunya Aletha sore itu.

"Ye......, mandi Ranolangsot," kata Mark, yang langsung membuka kaos Superman berwarna biru yang digunakannya. Dengan hanya menggunakan celana pendek putih, ia langsung menceburkan dirinya di air sungai dari pegunungan yang jernih dan dingin, berbaur dengan anak-anak lain.

Aletha pun tampak langsung akrab dengan seorang anak perempuan sebayanya yang berasal dari Desa Popontolen.

Selain mandi anak-anak ini melakukan berbagai kegiatan kreatif di sekitar aliran sungai untuk mengekspresikan apa yang menjadi imajinasi mereka.

Anita pun tampak rileks di atas batu besar bersama beberapa ibu lain dan saling tegur sapa seperti kebiasaan masyarakat di pedesaan, sambil memperhatikan anak mereka mandi. Ia dan beberapa ibu pun sempat mengabadikan kecerian Mark dan teman-teman barunya lewat foto dan video.

"Ini destinasi wisata desa yang murah meriah. Yang penting anak-anak senang dan bahagia saat main air, kamipun orang tua pasti ikut senang," kata Anita, sambil tersenyum gembira.

Setelah beberapa saat mandi dan puas main air, sebelum malam tiba, anak-anak inipun membubarkan diri pulang ke rumah mereka masing-masing.

Juga Mark yang terlihat kelelahan namun tetap saja gembira, bersiap pulang ke rumahnya. "Bunda, besok kita kembali lagi ya," pinta Mark dengan muka memohon. 

"Ia Bunda, besok kita kembali lagi ya. Enak kalau mandi di sini," tambah Aletha, sambil tersenyum.

Namun Anita ibunya Mark hanya tersenyum melihat kecerian putra dan ponakannya sore itu. 

Oleh Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan, beberapa waktu lalu air sungai ini sempat dibendung untuk membantu mengairi sawah di Desa Sulu dan Paslaten. Namun konstruksi yang kurang baik menyebabkan bendungan ini rusak dan tidak lagi diperbaiki.

Warga Desa Sulu dan Desa Popontolen yang sering melintas, membendung sungai ini menggunakan batu kali sehingga terbentuk suatu lokasi yang nyaman untuk berenang anak-anak.

Bahkan beberapa warga menginformasikan kalau di sungai ini tak hanya untuk berenang anak-anak saja, jernihnya air sungai oleh warga desa sering digunakan untuk kegiatan lainnya seperti cuci baju, cuci motor dan cuci mobil serta beberapa aktifitas lainnya.

(Tamura)