Cari Keuntungan, Diduga Makelar BLT-UMKM Minta Uang ke Masyarakat Minsel

Written by  May 20, 2021

Minsel, SulutNews.com -- Dampak Pandemi Covid-19, membuat Pemerintah Republik Indonesia memberikan bantuan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (BLT-UMKM).

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) meminta calon penerima BLT-UMKM dapat mengajukan diri melalui Dinas Koperasi dan UMKM di Kabupaten/Kota masing-masing.

Namun sayangnya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sekelompok orang yang mengatasnamakan Koperasi diduga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan.

Sejumlah warga masyarakat Desa Matani Satu Kecamatan Tumpaan kepada wartawan, pada Kamis (20/5/2021) menyampaikan kekesalan mereka.

"Mereka bilang bertahap, tenang jo Bu, mo cair semua", ungkap sejumlah ibu di Desa Matani Satu dengan nada kecewa.

Di kesempatan terpisah, seorang warga Desa Matani Roby Mondoringin saat dijumpai di rumahnya mengaku dalam pengurusan telah menyetorkan uang 120 ribu rupiah.

"Pertama mereka cuma minta KTP asli dengan doi (uang) 120 ribu. Beberapa waktu kemudian saat saya mau ambil KTP tersebut mereka minta tambah 30 ribu, katanya untuk biaya fotokopi dan beli meterai", kata Roby Mondoringin.

Mondoringin mengatakan sampai saat ini apa yang dijanjikan untuk pencairan BLT-UMKM tidak pernah terjadi.

Sementara itu, Inggrit Mondoringin mengaku bahwa di akhir tahun kemarin dirinya pernah mendapat informasi menerima BLT-UMKM dan atas saran kenalannya menghubungi koperasi tersebut untuk membantu menguruskan.

"Tahun lalu kita ada masukkan berkas untuk mengurus UMKM dan namaku keluar sebagai penerima. Karena saya tidak tahu bagaimana cara pencairannya, saya menghubungi Santi Johanis dan menunjukkan koperasi yang di Tumpaan, tapi harus mendaftar lewat mereka untuk bantu dalam pengurusan", terang Inggrit.

"Saya sempat menyerahkan uang 120 ribu dan dibuatkan SKU dan katanya sesudah cair harus memberikan 200 ribu lagi, katanya sebagai administrasi di Koperasi", ujarnya.

Ia pun beberapa waktu lalu ke Bank dengan ditemani ibu Wiwin dan pihak Bank mengatakan bahwa uangnya sudah masuk dan harus membuka blokiran.

"Sesudah itu, saya melakukan penarikan dan mereka panggil ke rumah makan kemudian menyerahkan uang 200 ribu tersebut. Beberapa hari kemudian saya cek buku rekening dan ternyata tidak ada masuk dana 2,4 juta, otomatis yang ditarik adalah uang saya sendiri", ujarnya dengan nada kecewa.

Dirinya kemudian berupaya meminta kembali uang yang sudah disetorkan sebanyak 320 ribu, meski awalnya pihak koperasi mengatakan tidak bisa mengembalikan namun akhirnya dikembalikan.

Di kesempatan terpisah, Abdul Sultan selaku Ketua Koperasi Produsen Serba Usaha Berdikari Tumpaan City yang ditemukan wartawan di tempat usahanya di Pasar Tumpaan mengatakan bahwa 120 ribu itu untuk daftar UMKM.

"Ketentuan dari kita, peraturannya dari kita, 120 ribu itu untuk daftar UMKM dan mereka cuma menjadi anggota untuk pencairan", ungkap Ketua Koperasi. Dirinya bahkan tidak bisa meyakinkan kalau yang daftar di Koperasi mereka bisa menerima BLT-UMKM.

"Kalau mereka ingin cair UMKM, kami tidak bisa menentukan, kami cuma kirim data, pasti mungkin minggu berikut, dua minggu berikut atau bulan depan saya tidak tau itu", tambahnya.

(TamuraWatung)