Pergantian Prades Tangkuney: Keintjem Anggap Pelecehan, Camat Bilang Sudah Selesai

Written by  May 20, 2021

Minsel, SulutNews.com -- Pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa (Prades) yang tidak sesuai aturan, makin merajalela terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Hal ini pun mendapatkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh adat di desa. Demikian halnya pula dengan pergantian Prades di Desa Tangkuney Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minsel.

Beberapa waktu lalu, pemuka masyarakat/tokoh adat Desa Tangkuney, Freddy Keintjem bersama sejumlah masyarakat kepada wartawan menyampaikan sangat menyayangkan karena Prades masih bekerja dengan baik, tiba-tiba menerima surat pemberhentian dari Hukum Tua.

"Untuk pemberhentian Prades itu ada yang mengatur, kalau mereka ada kesalahan bina dulu. Kecuali sudah 2 kali diberikan teguran dan tidak diindahkan, baru bisa diberhentikan", ungkap Keintjem, menyayangkan.

"Tidak sama dengan ini, memang katu pelecehan sekali. Sementara bertugas pagi (perangkat desa lama), sudah mau dilantik itu yang mau menggantikan. Ini sudah tidak betul", katanya.

Ia yang sudah berusia 72 tahun mengaku baru sekarang menemui pemerintah seperti ini.

"Biasanya kami di sini, apabila ada pergantian, pejabat undang tokoh-tokoh masyarakat rapat, bicarakan dan meminta persetujuan", terang Keintjem.

Di kesempatan terpisah, Camat Tumpaan Rolly Makauli, yang ditemukan wartawan pada Rabu (19/5/2021) menganggap masalah pergantian Prades di Desa Tangkuney sudah selesai.

"Syukur alhamdulillah, puji Tuhan boleh selesai. Tensi-tensi ini bisa kami redam", ujar Camat Tumpaan.

"Saya telah memanggil Hukum Tua, sebelum mengusulkan, rapat bersama, libatkan tokoh masyarakat, tokoh Agama minta masukan. Harus profesional", tambahnya.

Namun ia berjanji, adanya perbedaan fakta dan laporan yang diterimanya akan segera ditindaklanjuti dengan turun langsung ke Desa Tangkuney.

(TamuraWatung)