Hukum Tua Desa Tontimomor Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Tanah, Maringka: Tunggu Putusan PN Baru Dicopot

Written by  Sep 14, 2022

Minahasa,Sulutnews.com - Jadi Tersangka dugaan kasus pemalsuan surat-surat tanah di Desa Tontimomor, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti oleh Penyidik Polres Minahasa.

Jabatan OK alias Orny sebagai hukum tua di Desa Tountimomor Kecamatan Kakas, banyak di Perbincangkan oleh Masyarakat Minahasa.

Pasalnya, meski sudah di Tetapkan sebagai tersangka, posisi jabatan OK sebagai hukum tua di Desa tersebut, masi aktif menjabat atau belum tergantikan, "Ucap sejumlah Masyarakat Minahasa kepada Sulutnews.com Selasa (13/8) kemarin.

Menjawab pertanyaan warga tersebut, Bupati Minahasa Ir. Royke Octavian Roring M.Si., Melalui Asisten 1 Kabupaten Minahasa Drs. Riviva W Maringka M.Si., dikonfirmasi menjelaskan, bahwa untuk mengangkat ataupun memberhentikan seorang hukum tua atau Kepala Desa, harus melalui prosedur.

Terkait dengan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa, sudah ada Per mendagri No. 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Peraturan ini cukup jelas mengatur tentang tata cara Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, "Ucap Mantan Kadis Pendidikan Minahasa tersebut.

"Kita lihat saja nanti, kalau yang bersangkutan sudah Dinyatakan sebagai terdakwa dan sudah ada (PN) Putusan Pengadilan tetap, baru kita pelajari dan tindak lanjuti, kata Maringka saat diwawancarai sulutnews.com belum lama ini.

Terkait Kasus yang membuat Nasib OK alias Orny menjadi Tersangka dugaan kasus pemalsuan surat-surat tanah di Desa Tontimomor, Maringka Mengaku belum mengetahui persis status Penetapan OK yang telah ditetapkan tersangka oleh Polres Minahasa.

Sebelumnya status Tersangka Hukum Tua Tontimomor ini disampaikan Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK, melalui kasat Reskrim AKP Edi Susanto saat dikonfirmasi Wartawan, Senin (12/09) belum lama ini.

"Ada dua yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu ER (53) dan OK (59),"ucap Kasat Reskrim. Kedua tersangka diketahui suami istri dalam kasus dugaan pemalsuan surat-surat tanah tersebut.

Keduanya lanjut Kasat Reskrim Polres Minahasa, dijerat dengan pasal 263 ayat (2) sub 263 ayat (1) jo pasal 55 ayat 1 ke 1,2 KUHP.

Diketahui, kasus ini berawal saat Mathilda Diamare pemilik lahan terkejut lantaran kapleng yang dijualnya kepada Wildy Tuju, belakangan muncul surat kepemilikan lain atas nama Elvi Rompis.

Matilda kaget sebab namanya masuk dalam prosesi jual beli tanah. Sehingga ia (Matilda) membantah dianggap telah bersekongkol OK dalam penerbitan surat keterangan jual beli tanah yang diduga palsu.

Matilda pun mengaku tidak pernah menjual tanah kepada Elvi Rompis. Apalagi telah menandatangani surat keterangan jual beli yang sedang menjadi permasalahan saat ini.

Padahal menurut Mathilda, dia hanya menjual lahannya (kavling) yang berada di Desa Tountimomor kepada Helmy Sigar -ibu dari Wildy- sekitar Oktober 2020 dengan surat perjanjian jual beli yang diketahui Pemerintah Desa yang juga ditanda tangani oleh Hukum Tua OK pada saat itu.

Dia pun heran kepemilikan tanah seharusnya berada pada Helmy Sigar ternyata muncul surat kepemilikan lain yang diduga palsu atas nama Elvi Rompis dan ditanda tangani oleh Kumtua OK

dan Elvi Rompis kepada Polres Minahasa, dengan STTLP Nomor : LP/B/270/V/2022/SPKT/POLRES MINAHASA/POLDA SULAWESI UTARA. (**/ARP)