Foto: IPTU Johan A Rantung Foto: IPTU Johan A Rantung

Pelanggar Operasi Patuh Samrat di Minahasa Didominasi Tak Bawa SIM dan STNK

Written by  Adrianus Pusungunaung Jun 17, 2022

Minahasa,Sulutnews.com - Polres Minahasa melaporkan pelanggar yang ditindak salam Operasi Patuh Samrat 2022 didominasi oleh pengendara yang tidak membawa Surat Isin Mengemudi (SIM) dan  Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolres Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa melalui Kasie Humas IPTU Johan A Rantung pada hari kelima digelarnya Operasi Operasi Patuh Samrat

Ia menyebut sejak Senin (13/6/2022) hingga Jumat (17/6/2022) pihaknya telah menindak 115 pelanggaran. sedangkan teguran berupa lisan berjumlah 436," kata Rantung  Jumat (17/6/2022).

Dia menjelaskan, dari ratusan pelanggaran itu, kebanyakan tidak membawa SIM dan STNK

Atas kondisi itu pihaknya mengimbau bahwa penggunaan kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK sanggatlah penting.

Menurut Rantung, SIM sudah menjadi syarat mutlak bagi setiap pengguna kendaraan bermotor.

Maka dari itu, bagi setiap pengendara hendaknya dipastikan sudah memiliki SIM dan selalu membawanya saat menggunakan kendaraan.

"Membawa SIM bukan hanya untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada razia yang dilakukan oleh kepolisian. Tetapi, SIM juga menjadi bukti bahwa pengendara kendaraan sudah dinyatakan memenuhi sejumlah persyaratan dalam berkendara," ucapnya.

Seperti yang sudah tertuang pada UU no.22 tahun 2009, soal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kelengkapan berkendara bagi pengemudi motor atau mobil yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp1 juta (Pasal 281).

Sementara bagi pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

Khusus dalam pasal 288 ayat 1, dijelaskan wajib membawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang berlaku untuk kendaraan yang digunakan. Perlu diketahui, pasal 288 ayat 1 itu berbunyi seperti ini.

"Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu" tutup Rantung.

Penulis: ARP