[Keterangan Foto: Kasat Reskrim AKP. Edy Susanto] [Keterangan Foto: Kasat Reskrim AKP. Edy Susanto]

Polisi Dalami Laporan Dugaan Cabul Oknum Hukum Tua di Minahasa

Written by  Adrianus Pusungunaung Jun 12, 2022

Minahasa,Sulutnews.com - Masi ingat Kasus dugaan kasus dugaan cabul dan percobaan pemerkosaan dengan terlapor Oknum Hukum Tua di Desa Makalelon, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa inisial AML (53) Yang di laporkanke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minahasa.

Terbaru saat di Konfirmasi media ini Perkembangan laporan cabul dan percobaan pemerkosaan yang diduga menimpa tiga oknum perempuan ini masi  berproses di Polres Minahasa.

Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK melalui Kasat Reskrim AKP. Edy Susanto saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/2/2022) menegaskan bahwa, kasus ini sementara didalami oleh pihak penyidik Polres Minahasa.

“Ya, kasus ini sementara didalami oleh penyidik, dan jika semua sudah kami periksa, secepatnya akan kami gelar perkara,” tunggu saja perkembangannya, ucap Susanto.

Diketahui sebelumnya Oknum Hukum Tua AML alias Londa (53) dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minahasa terkait kasus dugaan cabul dan percobaan pemerkosaan kepada masing-masing korban JH (27), JP (41), SM (26) Selasa (07/06/2022).

Selesai melaporkan peristiwa tersebut Kepada wartawan, JH salah satu korban bercerita awal mula kejadian pahit a alami. Waktu itu pada tanggal 14 Januari tahun lalu (2021), dirinya ingin mengambil Sertifikat Tanah di kantor Hukum Tua yang juga rumah terlapor.

"Jadi kantor hukum tua itu, rumahnya juga. Saat saya sampai, ia meminta saya naik ke lantai dua ruangan kerjanya. Tiba-tiba, dia (terlapor AML) mulai meraba-raba tubuh saya dan memasukkan tangannya ke dalam baju saya. Di situ saya langsung berontak dan melawan. Tapi tangan saya ditarik masuk ke dalam kamar, “ujar korban.

JH menuturkan, saat dirinya sudah mulai kehabisan tenaga dan tak berdaya, terlapor AML langsung membuka celana korban dan menyetubuhi layaknya suami istri. 

"Saya sudah tidak berdaya. Ia memaksa saya berhubungan badan, “ucapnya sambil menahan tangisan.

Kejadian kedua terjadi saat korban JH ingin mengurus surat jalan ke Papua, Kamis tanggal 29 April 2021. Terlapor juga mengajak korban berhubungan badan, namun korban menolak .

"Kedua saya dipaksa lagi untuk bersetubuh dengannya, saya terus menolak namun terlapor (AML) terus menerus memaksa," jelas korban. Akibat kejadian ini, korban jadi trauma. Dirinya takut berita ini sampai ke telinga suaminya yang bekerja di luar.

Sementara itu, terlapor AML saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Minahasa menegaskan bahwa dirinya datang ke Polres Minahasa untuk memenuhi panggilan penyidik.

Ya, Saya ke Polres Minahasa karna adanya undangan dari penyidik, dan untuk kasus ini silakan konfirmasi ke pihak penyidiknya," ujar terlapor AML sambil meninggalkan Mako Polres Minahasa.

Penulis: ARPa