Caption: Launching Vaksinasi Booster di Pemkab Minahasa. Caption: Launching Vaksinasi Booster di Pemkab Minahasa.

Pemkab Minahasa Launching Vaksinasi Booster, Ini Penjelasan dr Maya Rambitan

Written by  Adrianus Pusungunaung Jan 14, 2022

Minahasa,Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui dinas Kesehatan melaksanakan lauching vaksinasi covid-19 ke tiga (booster) secara masal, yang dimulai hari ini, bertempat di kantor Bupati Minahasa, Jumat (14/1/2022).

Adapun sasaran dari Vaksinasi ini adalah, usia 18 tahun ke atas, Lanjut Usia (Lansia), dan Kelompok rentan, yang sudah menerima vaksinasi dosis kedua, lebih dari 6 bulan sebelumnya.

Kepada sulutnews.com dr Maya Rambitan

Menjelaskan  Vaksinasi booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis Lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.

Vaksinasi booster dijelaskan Maya,  diselenggarakan oleh Pemerintah dengan sasaran masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok Lansia dan penderita imunokompromais.

Lanjutnya, Pelaksanaan vaksinasi booster bagi sasaran Lansia dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Sementara sasaran non Lansia dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%.

Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK.

"Bisa juga mendaftar melalui aplikasi Peduli Lindungi. Penerima vaksinasi booster berusia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya ucap Maya.

Lanjut dijelaskan Maya, Vaksinasi booster dilakukan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme Homolog, yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Jenis vaksin yang digunakan antara lain, untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml).

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis(0,15 ml).

Penyuntikan dilakukan secara intramuskular di lengan atas. Penyuntikan half dose dilakukan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai 0,3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0,15 ml dan 0,25 ml.

Sambung Maya, bagi ibu hamil, penggunaan vaksin mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVI0-19.

Pelaksanaan kegiatan vaksinasi  booster nantinya akan  dilakukan di Puskesmas, rumah sakit milik pemerintah dan pemerintah daerah maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota.

“Bagi masyarakat yang mau divaksin booster, agar bisa mendatangi puskeskemas terdekat. Dengan membawa KTP, kartu vaksin terakhir atau lewat aplikasi peduli lindungi,” tukas Maya. (Adrian)