Manado

Manado (930)

Manado, Sulutnews.com - Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., menginisiasi kegiatan Serbuan Vaksinasi yang diikuti dengan penyerahan bantuan sosial oleh Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi di wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (19/10/2021).

Marsma TNI M. Satriyo Utomo, S.H., mengatakan bahwa untuk memutuskan mata rantai Covid-19, Indonesia harus melaksanakan vaksinasi agar Indonesia bisa kembali normal dan pertumbuhan ekonomi kembali membaik.

“Vaksin ini halal dan vaksin ini sehat untuk masyarakat. Kita tidak perlu khawatir tapi harus antusias untuk melaksanakan vaksinasi agar masyarakat semua bisa sehat dan dijauhi dari wabah Covid-19. Terima kasih kepada Wakil Walikota Bitung dan PT. Sinar Pure Foods International yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini demi mendukung percepatan penanganan Covid-19,” ujar Danlanud Sam Ratulangi dihadapan sekitar 400-an masyarakat Bitung yang ikut vaksinasi.

Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Bitung menyampaikan apresiasi pemerintah Bitung atas kegiatan Serbuan Vaksinasi. Ucapan terima kasih kepada Panglima TNI, juga Kasau dan Pangkoopsau II dalam hal ini Pangkalan TNI AU Lanud Sam Ratulangi atas program serbuan Vaksinasi yang menyasar seluruh masyarakat Indonesia.

Karena telah mendukung Pemerintah Kota Bitung dalam melaksanakan vaksinasi demi terputusnya mata rantai Covid-19.

 “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan vaksin agar kita bisa terlepas dari Covid-19, agar kita semua bisa beraktivitas dengan baik dan menghidupkan kembali lapangan kerja agar kembali normal. Dengan kegiatan nyata serbuan vaksinasi yang di lakukan oleh Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi ini kami berharap dapat menjadi contoh yang baik dan diikuti oleh stake holder yang lain,” kata Wakil Walikota Bitung Bapak Hengky Honandar. “   Setelah melaksanakan vaksin, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan,” pesannya.

Pada Triwulan 3 Tahun 2021, Kota Bitung sudah mengalami penurunan angka penderita Covid-19 menjadi level II. Sebanyak 419 warga masyarakat mengikuti giat di PT. Sinar Pure Foods International Jl. Raya Madidir Unet Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir Kota Bitung Sulawesi Utara.

Pada kesempatan ini pula, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9 Daerah II Lanud Sam Ratulangi Ny. Reni Satriyo Utomo, S.E., turut menyerahkan Bantuan Sosial dalam rangka Peringatan HUT Ke-65 PIA Ardhya Garini Tahun 2021. Kedua peringatan ini dirangkaikan dalam satu kegiatan di wilayah Bitung.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur PT. Sinar Pure Foods International, Ser Samuel Kalamba; Asisten 1 Kota Bitung Julius M, Ondang, S,Pd, Msi., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr. Piter Lumingkewas. Camat Madidir Altin Tumengkol, S. IP, M. Si., Kadislog Lanud Sam Ratulangi Manado Kolonel Kal Moch. Choirudin dan Kadisops Lanud Sam Ratulangi Kolonel Pnb Ade Fitra. Tenaga kesehatan dan Lanud Sam Ratulangi dipimpin oleh Karumkit Lanud Sam Ratulangi Mayor Kes dr. Rachmat Saleh, Sp.Rad., M.Kes.(*/Sus)

Manado, Sulutnews.com - Pemprov Gorontalo memberikan penghargaan kepada enam Desa Mandiri dari 657 Desa di Provinsi Gorontalo, diterima oleh enam Kepala Desa ( Kades) pada saat acara Launching Indeks Desa Membangun (IDM) di Hotel Swissbel Manado Selasa (19/10). Acara yang berlangsung tiga hari itu dihadiri ratusan Kepala Desa dan pejabat terkait.

Kadis Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Gorontalo Drs Slamet Bakrie MSi didampingi Kabid PMD Debby Habibie SE MSi kepada wartawan usai memberikan penghargaan mengatakan enam Desa  Mandiri yang mendapat penghargaan itu merupakan Desa yang sudah baik kondisi masyarakat terutama ekonominya dan lingkungan bersih juga pengelolaan pemerintahan sangat baik. Kedepan atau hinga empat tahun mendatang diharapkan akan meningkat jumlah Desa Mandiri."Kami targetkan bisa sampai 75 persen dari 657 Desa di Provinsi Gorontalo bisa menjadi Desa Mandiri" Kata Bakrie.

Menurut Slamet Bakrie dengan Launching IDM maka target bisa tercapai. Saat ini tinggal satu Desa kategori tertingal di Provinsi Gorontalo. Kemudian ada kategori Desa setengah tertingal dan kategori Desa berkembang dan enam Desa Mandiri.

Terkait dana Desa tahun ini sekitar Rp 639 miliar dana Desa yang diterima Provinsi Gorontalo. Menurut Bakrie dana Desa tersebut dimaanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Pihaknya mengawasi ketat.

Sementara Kepala Desa Bulodawa Kecamatan Suawa Kabupaten Bonebolango Tahir Atiki kepada Sulutnews mengatakan  Desanya mendapat penghargaan Desa Mandiri karena sejak lama sudah melakukan pembenahan terutama terhadap 2958 warga di Desanya. Perbaikan lingkungan dan juga perbaikan ekonomi warga dengan pemanfaatan potensi Desa agar bisa maju dan mandiri."Saya banga dan berterima kasih karena Pemprov Gorontalo memberikan penghargasn sebagai Desa Mandiri"kata Kades  Atiki.(fany)

Manado,Sulutnews.com – Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir menghadiri Launching Tabungan dan Kredit Bohusami Perempuan Hebat oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Bintang Puspayoga.

Kegiatan berlangsung di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (19/10/2021) pagi. Inovasi ini merupakan kerjasama antara Bank SulutGo dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P3AD) Provinsi Sulut.

Menteri PPPA mengapresiasi hadirnya inovasi tersebut, yang sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender.

“Saya berharap, program ini benar-benar dapat dilaksanakan secara tepat dan terarah, sehingga pemanfaatannya dapat dirasakan secara maksimal oleh semua pihak, terutama para perempuan pelaku usaha di Provinsi Sulawesi Utara,” pungkas Menteri PPPA.

Launching ini dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis kartu dan buku tabungan program Tabungan dan Kredit Bohusami Perempuan Hebat.

Turut hadir dalam launching tersebut, di antaranya Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Ketua TP-PKK Rita Tamuntuan, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Kepala Dinas P3AD Provinsi Sulut dr. Kartika Devi Tanos, serta Forkopimda Sulut. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Tim gabungan Maleo Polda Sulut dan Totosik Polres Tomohon kembali mengamankan seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor dan pencurian barang elektronik, lelaki berinisial RSR alias Roy (45).

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Roy diamankan tim gabungan pada Sabtu sore, 16 Oktober 2021 di rumahnya di Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado.

"Penangkapan terhadap Roy merupakan pengembangan, dimana sebelumnya petugas berhasil mengamankan rekannya bernama Gopes pada hari Rabu, 13 Oktober 2021," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat akan dilakukan penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri, kemudian terpaksa diberikan tindakan tegas terukur oleh petugas gabungan.

Baik Roy maupun Gopes kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, merupakan duet pelaku pencurian yang sudah melakukan beberapa kali aksi pencurian di Manado maupun di Kota Tomohon.

"Terakhir sebelum ditangkap, keduanya melakukan aksi pencurian di rumah warga di Kakaskasen Tiga, Tomohon pada hari Minggu, 10 Oktober 2021, dimana saat itu aksi keduanya sempat terekam kamera CCTV," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Roy adalah residivis kasus curanmor dan curanik yang ditahan pada tahun 2018 di Rutan Malendeng dan baru bebas pada tahun 2021. Sebelumnya ia juga pernah ditahan di Lapas Papakelan atas kasus curanik pada tahun 2016 dan bebas tahun 2018.

Barang bukti yang diamankan antara lain, 1 unit ranmor R2, 2 buah laptop, 1 buah kamera foto dan sajam berukuran 30 cm.

Terkait kasus ini, Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast mengingatkan kepada warga agar berhati-hati saat meninggalkan rumah ataupun tidur di malam hari.

"Pastikan rumah dalam keadaan terkunci, begitu juga kendaraan bermotor pastikan dalam keadaan terkunci dan di parkir di tempat yang aman," pesan Kombes Pol Jules Abraham Abast.(Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dikecam warga gara-gara tidak melakukan sosialisasi  pemblokiran Kartu Indonesia Sehat -- BPJS Kesehatan. Hal ini diakui Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Sammy Kaawoan, ditemui diruangkerjanya, kemarin, 18/10/2021.

Saat ditemui wartawan, Sammy yang didampingi 4 staf mengakui pemblokiran Kartu Indonesia Sehat-BPJS Kesehatan tidak dilakukannya sosialisasi.

"Pak Voucke (pasien yang Kartu Kesehatannya terblokir), apa yang harus kita lakukan," tanya Sammy kepada Voucke yang juga wartawan Media Indonesia.

Voucke menjawab, seharus sebelum kebijakan pemblokiran  Pemerintah Kota Manado, harus melakukan sosialisasi agar masyarakat tahu dan siap saat ini Pemkot Manado melakukan validasi data kembali, siapa yang berhak disesuaikan dengan anggaran.

Sammy pun sangat berterima kasih masukan tersebut. Bahkan, sosialisasi ini bisa dilakukan di Puskesmas-Puskesmas,  agar masyarakat tahu ada pemokiran dan sedang validasi data.

"Jadi kalau pada berita di media Cyber  Karabas.Id yang memuat berita Apakah Ketua PWI Sulut layak terima KIS. Bagi saya itu urusan validasi data, dan supaya teman wartawan tau Ketua PWI Sulut itu jabatan profesi tidak digaji. Saya juga datang ke Kantor Dinas Sosial Manado dengan santun, tidak sikap mencak-mencak. Saya justru pertanyakan apa wartawan yang menulis hal itu tau kode etik Jurnalistik dan sudah UKW atau tidak. Harusnya konfirmasi ke saya juga," tegasnya.(*/Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Polda Sulut menggelar press conference terkait penanganan terkini kasus pembunuhan dengan menggunakan senapan angin dan kepemilikan senjata tajam tanpa izin di lokasi PT Bulawan Daya Lestari (BDL) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam press conference di depan sejumlah awak media massa mengatakan, penanganan kasus tersebut menindaklanjuti adanya 2 Laporan Polisi yang diterima di Polres Bolmong pada 27 September 2021 dan juga di Polda Sulut pada 1 Oktober 2021.

“Kejadiannya di lokasi PT BDL Bolmong, pada hari Senin tanggal 27 September 2021, sekitar pukul 14.00 WITA,” ujarnya, Senin (18/10) sore, di Mapolda Sulut, didampingi Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Benny Ansiga.

Kronologi kejadian, lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, awalnya pada Senin (27/09) sekitar pukul 09.00 WITA, masyarakat Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong berkumpul di lapangan olahraga dengan maksud menuju perkebunan Bolingongot untuk melakukan pengukuran dan memasang patok yang berbatasan dengan lokasi PT BDL.

“Saat di lokasi terjadi negosiasi, namun saat itu ada warga masyarakat yang melakukan pelemparan batu ke arah Pos 2 yang berada di lokasi PT BDL, sehingga situasi memanas dan terjadi keributan antara warga masyarakat Toruakat dengan masyarakat yang menjaga lokasi  PT BDL,” jelasnya.

Kemudian aksi saling lempar batu pun terjadi dan terdengar bunyi tembakan senapan angin.

“Mengakibatkan korban lelaki bernama Armanto Damopolii terkena tembakan di bagian dada kanan sebanyak satu kali kemudian meninggal dunia, serta lelaki Septian Nangune yang juga terkena tembakan di bagian dada kanan sebanyak satu kali hingga mengalami luka dan dirawat di rumah sakit,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sejauh ini, sambung Kombes Pol Jules Abraham Abast, pihak kepolisian telah melakukan beberapa upaya.

Antara lain, memeriksa 23 orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa yang terjadi, baik dari masyarakat Desa Toruakat maupun masyarakat penjaga lokasi PT BDL.

Kemudian melakukan pemeriksaan dan olah TKP serta pra rekonstruksi. Dari hasil pemeriksaan TKP, diketahui bahwa TKP berada di wilayah Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.

Upaya lainnya adalah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan serta menyita sejumlah barang bukti.

Barang bukti milik korban meninggal dunia Armanto Damopolii yang diamankan terdiri dari, 1 buah kaos tangan pendek warna hijau tua, 1 buah celana panjang jeans warna biru, 1 buah celana pendek warna hitam, 1 buah celana dalam pria warna merah, 1 buah jaket warna hitam, serta 1 buah topi warna hitam.

Kemudian 1 butir proyektil peluru senapan angin kaliber sekitar 6,5 mm dari tubuh korban meninggal dunia Armanto Damopolii, serta 1 butir proyektil peluru senapan angin kaliber sekitar 5,5 mm dari tubuh korban Septian Nangune.

Selanjutnya, barang bukti lainnya yakni 1 pucuk senapan angin warna coklat/warna kayu jenis PCP (menggunakan tabung) ukuran peluru kaliber sekitar 6,5 mm, 1 buah parang (cakram) beserta sarungnya, serta pakaian yang digunakan terduga pelaku SI pada saat kejadian.

“Pihak kepolisian juga telah menangkap terduga pelaku SI (44), warga Tambun, Dumoga Timur, pada Jum’at (01/10), sekitar pukul 20.00 WITA, juga menangkap terduga pelaku AP pada Sabtu (16/10), sekitar pukul 00.30 WIT, di Pelabuhan Rakyat Sorong, Papua barat. Setelah ditangkap, SI dan AP kemudian ditahan di Mapolda Sulut,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dikatakannya, pihak kepolisian pun telah menggeledah rumah terduga pelaku SI, serta melakukan visum ataupun otopsi mayat di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

“Kami juga masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku lain dan mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Kaloh Korengkeng,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian.

“Dan jika yang bersangkutan sendiri mengetahui adanya informasi ini diimbau segera menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu Kombes Pol Gani Siahaan menambahkan, ada 1 pucuk senapan angin yang masih dalam pencarian.

“Kami masih melakukan pencarian dan penggeledahan di lokasi kejadian ataupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan senapan angin itu ada,” katanya.

Lanjut Kombes Pol Gani Siahaan, dari hasil olah TKP dan pra rekonstruksi di TKP bahwa ada 3 pucuk senapan angin yang digunakan pada saat kejadian tersebut, di mana dua senapan angin mengenai sasaran, yaitu sasaran yang meninggal dunia dan yang mengakibatkan luka.

“Para pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP serta diakumulasikan dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata yang diluar peruntukannya,” tandas Kombes Pol Gani Siahaan. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Tarsius Polsek Maesa di-back up Polda Sulut mengamankan komplotan pelaku pencurian 16 buah handphone di kantor PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PT PNM Bitung. 

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, komplotan terdiri dari 3 pria yakni FB (19), SR (21), dan DA (18), ketiganya warga Bitung Barat 2, Maesa, Bitung.

“Ketiga pelaku ditangkap di Kampung Kolombo, Bitung Barat 2, pada Minggu (17/10/2021), sekitar pukul 01.30 WITA,” ujarnya, Senin (18/10) pagi, di Mapolda Sulut.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, ketiganya melakukan pencurian di kantor PT PNM pada Jum’at (15/10), sekitar pukul 02.00 WITA, dengan peran berbeda. 

“FB dan SR masuk ke kantor lewat pintu belakang dan samping, sedangkan DA memantau situasi di sekitar TKP. FB dan SR lalu mencuri 16 buah handphone berbagai merek,” jelasnya.

Barang bukti senilai kurang lebih Rp55 juta tersebut, 14 buah dicuri dari dalam laci meja kantor, dan 2 lainnya dicuri dari dalam kamar karyawan.

Pelaku FB dan SR diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat pencarian barang bukti.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa 15 buah handphone berbagai merek.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, FB pernah mencuri 1 buah handphone di TKP yang sama, pada Maret 2021 lalu.

“Ketiga pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut, dan kasus ini masih dalam pengembangan,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast.(Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong SH M.I.P,. secara resmi menutup pelatihan dasar dan uji ketrampilan menembak yang digelar bertempat di lapangan tembak Yonif 712 /Raider Danrem 131/Santiago, Minggu (17/10/2021).

Dalam rangka memberikan bekal pengetahuan dasar baik  teori dan praktek /  kemampuan  sertifikasi menembak, sebanyak 37 orang peserta anggota  Perbakin Sulawesi Utara, telah  mengikuti Pelatihan Dasar dan Uji Keterampilan Menembak yang di gelar oleh Pengurus Provinsi Perbakin  Sulawesi Utara selama 3 hari di Aula Santiago Korem 131/Santiago, yang berlangsung dari tanggal 15 -17 Oktober 2021.

Dalam kesempatan tersebut Brigjen TNI Prince Meyer Putong SH.  M.I.P selaku Ketua Umum Perbakin Sulawesi Utara menyampaikan terimakasih dan apresiasi  setinggi tingginya kepada para tim Pelatih dan pembawa materi yang telah  ikut berpartisipasi dan berperan aktif  dalam memberikan  bekal pengetahuan teori  dasar dan pengetahuan uji ketrampilan menembak (Praktek) kepada para peserta.

Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh peserta yang sudah mengikuti/menerima  pelatihan selama 3 hari ini,  dapat mengerti dan memahami  dengan baik materi yang sudah diberikan, dan dapat mengaplikasikan  dilapangan Ujar Brigjen TNI  Meyer.

Lebih lanjut  Brigjen TNI  Meyer sebagai Ketua Umum Perbakin Sulut menyampaikan pesan kepada seluruh peserta  yang sudah mengikuti pelatihan agar setiap materi yang sudah diterima  mejadikan para peserta lebih mampu,  mahir dan profesional,  serta dapat  mematuhi /mentaati segala  peraturan  peraturan  dan  UU  yang berlaku.

Sehingga tau  mana yang bisa dilakukan dan tidak  bisa dilakukan, "kita sebagai anggota Perbakin harus menjadi contoh bagi  masyarakat lain, dalam berbagai hal dan selalu menjaga nama baik pribadi maupun organisasi ujarnya.

Menurutnya suatu organisasi bisa maju dan baik apabila diawaki oleh orang orang  yang memiliki dedikasi tinggi,  tanpa pamri serta management yang baik.

"Saya pun selalu  berharap kita semua  bisa menjadi ujung tombak  dalam kehidupan bermasyarakat maupun dapat  bermanfaat untuk semua orang,  sehingga kedepan Perbakin Sulut bisa lebih menunjukan prestasi yang membanggakan demi nama baik Provinsi Sulawesi Utara, Pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara Askari Dg Masikki ,S.Hut.,Kasi ops Kasrem 131/Santiago Letkol Inf Aris Windarto,  Ketua Harian Perbakin Sulut Lendy L.E. Wangke,  Sekretaris Umum Perbakin Sulut Donald Wengki Goni dan  Bendahara Perbakin Sulut Ronny Laungi. Kegiatan ini berlangsung dengan  menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), diduga memblokir Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan, sepihak. Padahal KIS atau BPJS Kesehatan diperoleh warga lewat program jaminan kesehatan Presiden Joko Widodo, yakni sejuta Kartu KIS.

“Saya sebagai pasien kaget. Saat berobat ke rumah sakit Advent Teling Manado, tidak lagi mendapat perawatan medis sebagaimana mestinya. Kenapa? Ternyata KIS BPJS Kesehatan saya sudah diblokir. Ini info dari pihak managemen rumah sakit,” kata Voucke Lontaan, seorang pasisen kepada wartawan.

Voucke mengatakan, sebagai pemegang KIS/BPJS kesehatan nomor 0001568000992, tentu sangat kecewa.

Dijelaskan Voucke 3 Agustus 2021 lalu kartu kesehatan ini masih bisa digunakan berobat. Tapi, saat ini sudah diblokir. Informasi diblokir sejak akhir September tahun ini,” jelasnya.

Menurut Voucke, informasi yang diterima pemblokiran tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Kota Manado.

“Ini kok heran KIS/BPJS Kesehatan saya dibiayai dengan dana APBN, kenapa Pemkot Manado, dalam hal ini Wali Kota Manado membuat kebijakan sepihak memblokir KIS warga yang diperoleh lewat program Presiden Ir Joko Widodo. Apalagi ini masalah kemanusiaan,” tegasnya.

Pemblokiran juga dilakukan sepihak, tanpa pemberitahuan kepada masyarakat umum pemilik kartu tersebut. “Salah satu contoh saya, sewaktu masuk rumah sakit tidak mendapat perawatan medis. Padahal saya sangat berharap dengan kartu itu bisa dirawat. Nanti diberikan dana deposito baru dilayani. Bukan cuma saya, ada beberapa pasien yang mengeluh serupa,” ujarnya.

Voucke mempertanyakan, penyaluran dana kesehatan untuk KIS/BPJS kesehatan dikemanakan. Sebab, sejumlah warga pemegang KIS sudah diblokir Pemerintah Kota Manado.

“Pemerintahan Kota Manado saat ini bukan mensejahtrakan rakyat. Justru lebih membuat rakyat menderita. Contoh saja pemblokiran kartu KIS di bidang kesehatan, padahal kesehatan  sangat urgen. Saya siap bertanggungjawab apa yang saya sampaikan, karena saya alami sendiri. Ini fakta dan nyata, bukan hoaks,” tandasnya.

Voucke mengatakan, untuk mendapatkan pelayanan medis dirinya terpaksa merogoh kocek senilai Rp 500 ribu sebagai dana deposito, kemudian sisanya Rp 1 juta saya bayar waktu pulang, bersyukur dari total biaya Rp 2,1 jt pihak Rumah Sakit memberikan potongan Rp 600 ribu.

“Saya coba membayangkan bagaimana pasien yang datang mengandalkan Kartu Indonesia Sehat, terus sudah terblokir.

Bagaimana mereka mau membayar biaya pengobatan. Susah kebijakan Pemerintah Kota Manado seperti ini,” ketusnya.

Menunut Voucke, bukan saja dirinya yang mengalami nasib seperti ini. Ada sejumlah warga yang mengantre menanyakan hal itu di BPJS Kesehatan Manado.

“Maaf Pak, saya hanya menginput data yang diterima dari Dinas Kesehatan Manado. Nama Bapak pada kartu KIS BPJS sudah terblokir sejak akhir September 2021. Begitu juga dengan nama anak. Kalau istri Bapak masih tercantum namanya,” kata Merry, seorang petugas di counter 2 Kantor BPJS Manado, saat dikonfirmasikan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Manado, Marini Kapoyos, ketika dihubungi terpisah di ruang kerjanya, mengatakan Dinas Kesehatan Manado tidak mengetahui validasi data warga yang memegang Kartu Indonesia Sehat/  BPJS Kesehatan.

“Pak, kami di Dinas Kesehatan tidak tahu menahu soal validasi data tersebut. Itu urusan Dinas Sosial. Data yang kami ajukan ke BPJS Kesehatan, itu sesuai dengan data dari Dinas Sosial. Soal ada pemblokiran itu bukan kewenangan kami,” katanya.

Dihubungi terpisah, seorang ASN Dinas  Sosial Kota Manado, tidak mengelak ketika ditanya adanya kebijakan Pemerintah Kota Manado tentang pemblokiran KIS/BPJS. “Memang benar saat ini ada sejumlah warga untuk sementara kami blokir BPJS kesehatannya. Itu dilakukan untuk memvalidasi data. Ini sesuai kebijakan pemerintah kota, sebab ada pada KIS namanya masih tercantum tapi orangnya tidak tinggal lagi di kota Manado,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan, kenapa sejumlah nama KIS/BPJS Kesehatan diblokir, dia mengatakan pemblokiran itu hanya sementara saja. “Ada sekitar 4.000 nama warga kota Manado yang masuk daftar tunggu untuk mendapatkan BPJS Kesehatan pemerintah. Ya, kalau nama Bapak (Voucke) pada Kartu BPJS Kesehatan mungkin terblokir karena kesalahan ketik. Kami Dinas Sosial juga mendapat data ini dari kelurahan dan Ketua Lingkungan, tapi herannya ketua lingkungan mengaku tidak pernah merekomendasikan pemblokiran,” kilahnya. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana memimpin langsung Upacara Penutupan Tradisi Pembaretan Bintara Remaja Tahun 2020/2021 Ditsamapta Polda Sulut, Sabtu (16/10) pagi, di halaman Mapolda.

Ditandai dengan pemasangan baret khas Samapta secara simbolis oleh Irjen Pol Nana Sudjana kepada tiga perwakilan bintara remaja.

Irjen Pol Nana Sudjana dalam sambutannya menerangkan, tradisi pembaretan ini diikuti oleh 246 bintara remaja. Terdiri dari 221 bintara lulusan SPN Polda Sulut, 11 bintara lulusan Sepolwan, dan 14 bintara lulusan SPN Polda Papua.

Irjen Pol Nana Sudjana mengucapkan selamat kepada 246 bintara remaja lulusan tahun 2021 yang telah selesai menjalani tradisi pembaretan selama kurang lebih 3 bulan, sejak 13 Juli hingga 13 Oktober ini.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku Kapolda Sulut beserta para Pejabat Utama, mengucapkan selamat datang kepada seluruh bintara remaja di keluarga besar Polda Sulut,” ujarnya.

Irjen Pol Nana Sudjana mengingatkan, seluruh bintara remaja ini sekarang sudah menjadi Anggota Polri yang harus menjadi teladan bagi masyarakat, juga sebagai abdi utama masyarakat, nusa, dan bangsa.

Lanjutnya, seluruh bintara remaja ini sekarang merupakan bagian dari tubuh Polri khususnya Polda Sulut, dan tentunya diharapkan ke depan semakin mampu mengemban tugas-tugas Polri.

“Tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, kemudian melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta penegakan hukum. Ini adalah tugas yang mulia, jadi laksanakan dengan sebaik-baiknya,” pinta Irjen Pol Nana Sudjana.

Pada kesempatan ini Irjen Pol Nana Sudjana kembali mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks dan tinggi.

“Saya minta bintara remaja tidak hanya menjadi Anggota Polri yang apa adanya, tetapi Anggota Polri yang betul-betul mampu secara fisik dan mental maupun memiliki pengetahuan dan wawasan yang tinggi pula,” tuturnya memotivasi.

Irjen Pol Nana Sudjana pun berharap, seluruh bintara remaja harus menjaga diri dan etika, serta menghindari kesalahan dan pelanggaran sekecil apapun yang bisa merugikan institusi Polri.

“Saya minta tidak ada Anggota Polri khususnya di Polda Sulut dan jajaran yang menyakiti hati masyarkat. Jadilah polisi yang betul-betul Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), serta polisi yang betul-betul memang dikehendaki oleh pimpinan dan masyarakat,” pungkas Irjen Pol Nana Sudjana.

Turut hadir pada upacara penutupan tradisi pembaretan tersebut, yakni Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Tedjo Dwikora beserta para Pejabat Utama Polda Sulut. (Adrian)