Manado

Manado (1049)

Manado, Sulutnews.com – Wali Kota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, bersama Ketua PMI Kota Manado, Prof. DR. Julyeta PA Lumentut – Runtuwene, MS, DEA, menghadiri kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado, ” Ayo Donor Darah” atas kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, juga dalam rangkaian mendukung suksesnya pelaksanaan Manado Fiesta 2020, ( PMI Fiesta 2020). Bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Kota Manado. Jumat (06/03).

Ketua PMI Kota Manado, dalam kesempatan tersebut menyampaikan kegiatan Ayo Donor Darah, setetes darahmu menyelamatkan sesama, juga dalam rangkaian mengsuport ivent akbar Manado Fiesta 2020 dari PMI Kota Manado.

“Ini momentum untuk bersedekah darah. Setetes darah yang didonorkan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Rencananya kegiatan ini digelar berkesinambungan. ” ujar Ketua TP PKK Kota Manado ini

Sementara itu, Wali Kota GSVL dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kemanusian ini, sebagai langkah untuk memberi kemudahan bagi pasien yang membutuhkan darah, yang diawali oleh ASN dan THL dilingkup Kota Manado yang mendonorkan darah.

Wali Kota GSVL menambahkan, terkadang ketika ada suatu kejadian, pasien dan keluarga korban kesulitan untuk mendapatkan darah.

“Kita ingin menumbuhkan keyakinan kepada masyarakat, ada tempat mengadu jika sedang membutuhkan. Kita berupaya memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan darah di Kota Manado ini ,” ungkap Wali Kota dua periode pilihan rakyat ini.

Diketahui juga, lokasi yang sama, ada beberapa kegiatan yang di ikuti dan di suport oleh Walikota dan Ketua TP PKK Kota Manado, diantaranya Deklarasi Go – Wirausaha kerja sama antara GoJek Indonesia dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Manado, MoU antara Pemkot Manado melalui Dinas Pariwisata dan Telkom serta program Walikota Ron Manado bersama RRI Manado yang disiarkan langsung dari kompleks kantor Dinas Pariwisata.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Kota Manado, Micler CS Lakat, SH, MH, para Pejabat Eselon II dan III, ASN serta THL dilingkungan Pemerintahan Kota Manado.(*/MS)

Manado, Sulutnews.com – Pemerintah Kota Manado bersama Walubi Kota Manado, akan menggelar perayaan Cap Go Meh, pada Sabtu besok (08/02). bertempat di depan Klenteng Ban Hin Kiong yang adalah Klenteng tertua di Kota Manado yang berdiri sejak tahun 1819.

Perayaan Cap Go Meh oleh Pemerintah Kota Manado masuk dalam calender of event Kota Manado, sebagai aset seni dan budaya di Kota Manado dalam bidang pariwisata yang setiap perayaannya banyak ditunggu dan diminati oleh wisatawan manca negara dan lokal.

Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, mengajak masyarakat untuk mengsukseskan perayaan Cap Go Meh, besok hari yang dipusatkan di depan Klenteng Ban Hin Kiong. ini merupakan perwujudan kita dalam kehidupan yang toleran. Masyarakat berbagai, suku, agama, ras dan budaya terus menjaga kerukunan yang telah ada sejak dulu kala di tanah Wenang ini.

Ditambahkan Walikota Vicky Lumentut, kerukunan yang ada di Kota Manado ini tak lepas juga dari peran saudara-saudara kita umat Budha di Kota Manado. Umat Budha melalui Walubi berkomitmen untuk terus merawat kerukunan yang hidup dan terpelihara dengan baik ditengah keberagaman di Kota Manado sebagai Rumah Besar Kita bersama.

“Ayo rakyatku, warga Kota Manado, kita dukung, dan sukseskan perayaan Cap Go Meh pada besok hari, yang masuk dalam kalender event pariwisata di Kota Manado, sukses perayaan Cap Go Meh ini, juga merupakan sukses kita semua menuju Manado Fiesta 2020 yang masuk dalam 100 calender of event wonderful Indonesia 2020.” ucap Walikota Vicky Lumentut, Jumat (07/02).

Diketahui, dalam perayaan Cap Go Meh tahun 2020 ini, akan diikuti oleh Enam dari Sepuluh Klenteng, yang ada di Kota Manado. (*/MS)

Manado, Sulutnews.com – Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA,  menerima kehadiran pelaku usaha asal Korea Selatan, yang berminat untuk Investasi taman bunga dan eko wisata di Kota Manado, bertempat di ruang kerja Walikota Selasa(04/02).

Dalam pertemuan tersebut, Walikota Vicky Lumentut menyambut baik tindaklanjut MoU dengan Tim Korea Selatan yang berkeinginan untuk berinventasi di Kota Manado dalam bidang eko wisata dan taman bunga. Sambil mengarakan Tim untuk dapat mengecek langsung ke wilayah di Manado untuk kelanjutan, didampingi instansi teknis Dinas Pariwisata Kota Manado dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado sehubungan dengan pelayanan bagi investor.

“Terima tim dari Korea Selatan yang berminat untuk lnvestasi taman bunga dan eko wisata di Manado. kelanjutan MoU dengan Pemkot Manado waktu aacara Manado Fiesta 2019. Silahkan tim cek ke wilayah Manado untuk kelanjutannya.” kata Walikota Vicky Lumentut.

Hadir dalam dalam pertemuan tersebut, Asisten I Setda Kota Manado, Drs. Heri Saptono, Asisten II Setda Kota Manado, Ir. Philips Benyamin Sondakh, Kadis Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado, Jimmy. C. E. Rotinsulu, SE, M.Si, Kadis Pariwisata Kota Manado, Dra. Lenda Pelealu, M.Si. (*/MS)

 

Manado, Sulutnews.com -- Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menunjukkan kepeduliannya kepada para tenaga medis yang berjuang melawan Virus Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Sulawesi Utara (Sulut).

Kedatangan Ketua KPRS GMIM dr. Michaela Elsiana Paruntu MARS bersama sejumlah pengurus, pada Senin (6/4/2020) ini, diterima oleh Direktur RSUP Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD.

Saat dihubungi wartawan Sulutnews.com, Micha Paruntu (sapaan akrab Ketua KPRS GMIM) membenarkan sudah menyerahkan bantuan ke RSUP Prof Kandou Manado.

"Hari ini, kami sudah menyerahkan bantuan berupa sarung tangan steril dan non steril, masker bedah serta minuman Vitamin C dan minuman untuk menambah daya tahan tubuh. Bantuan ini merupakan swadaya yang bersumber dari kas KPRS GMIM," ujar Calon Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dari Partai Golkar ini.

Menurutnya, selain tenaga medis di RSUP Prof. Kandou, sebagai RS rujukan untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Sulut, KPRS GMIM juga membawa bantuan yang sama untuk RS GMIM Pancaran Kasih Manado, yang ada dibawah naungan Sinode GMIM.

(TamuraWatung)

Manado, Sulutnews.com - Pemerintah Kota Manado (Pemkot Manado) akan menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak Corona Virus disease atau COVID-19.

Kebijakan pemberian sembako telah dinanti warga direncanakan dilakukan di daerah wilayah gugus tugas masing-masing kepala daerah, usai rapat bersama dengan tim penanganan Covid-19 Sulut, yang diketuai  Gubernur Olly Dondokambey dalam waktu dekat.

Bantuan itu menurut Wali Kota GS Vicky Lumentut dibagikan dalam bentuk bahan pokok seperti sembako.

"Besok atau lusa bantuan sembako sudah bisa kita salurkan," ujar GSVL, Selasa (31/3) di Kantor Pemkot Manado.

Hal ini dilakukan berkaitan dengan  efek virus Corona telah terdampak ke perekonomian Sulut, demikian pula menyusul aturan sosial distancing yang digaungkan pemerintah pusat dan daerah, yang menghasilkan jeritan pilu ratusan warga cilik.

Dalam penyaluran nanti Pemkot Manado berharap melibatkan  pemerintah kelurahan sebagai ujung tombak dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah profinsi dalam menyikapi penyebaran Virus Cor

Sekedar diketahui, Grafik warga yang terpapar pandemik Covid-19, baik yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menurun jumlahnya.

Hasil Update Selasa (31/3) ODP 377 orang, PDP 17 orang dan pasien positif Covid-19, 2 orang. Dengan catatan, 1 dirawat, 1 dinyatakan sembuh meski wafat hasil pemeriksaan Laboratorium 2 kali negatif. Sebelumnya yang masuk kategori ODP 412 se Sulut, PDP 19, pasien positif 2.(*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut bersama unsur Forkopimda Kota Manado mengikuti video conference dengan Gubernur Olly membahas pandemi Covid, Selasa sore (31/3), video conference diikuti para Walikota dan Bupati dari 15 Kota Kabuaten se Sulawesi Utara.

Turut mendampingi Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL), Jubir Satgas COVID-19 dr Sanil Marentek.

GSVL telah melaporkan penanganan virud Corona di Kota Manado mengutamakan keselamatan tenaga kesehatan, pengamanan jaring sosial dan dampak ekonomi, selain tahapan pencegahan yang sudah dilakukan sesuai dengan protokol pencegahan penularan covid-19.

Kepada media GSVL menjelaskan pertama kali menemukan COVID-19, yang terinfeksi virus corona pada tanggal 14 Maret 2020, saat itu juga langsung dilakukan penanganan dan pencegahan meluasnya kasus, kata Wali Kota secara singkat. Ia tampil menggunakan masker tertutup warna biru muda.

Wali Kota menegaskan tindakan pencegahan corona dilakukan sosialisasi, diantaranya menjalankan instruksi Kementrian berupa edukasi tinggal di rumah dan social distancing, cuci tangan, pengunaan masker, dilanjutkan dengan membatasi jumlah kerumunan orang, menutup pusat keramaian mall,  meliburkan sekolah, kantor dan ibadah melalui program home study, home work dan ibadah di rumah melalui live steaming.

"Kita berusaha mencegah tidak terjadi kenaikan jumlah korban terinfeksi disaat itu juga," ujarnya dengan suara optimis.

Ia menambahkan ada dua hal lain yaitu kepada masyarakat diberi pemaparan kondisi antara orang yang sudah terinfeksi sebagai PDP (pasien Dalam Pengawasan) dan orang sudah memerika diri menjurus corona sebagai ODP (Orang Dalam Pengawasan).

Telah dilakukan pula penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat yang diduga sebagai daerah rentan berkembangnya virus, juga untuk menjaga agar arus orang yang keluar masuk Kota Manado tidak membawa dan terpapar Corona. "Karena setiap hari sebelum terpapar ada pasien Corona, sekitar 3000 lebih jumlah pendatang ke kota kita ini," jelas Walikota GS Vicky Lumentut.

Wali Kota berkenan pula menjelaskan tentang rencana pergeseran pos-pos anggaran APBD Kota Manado untuk disumbang bagi kepentingan biaya pencegahan Corona di Kota Manado. "Berkaitan hal dampak ekonomi, kita telah menghadiri Rapat Online yang dihadiri utusan berbagai instansi OJK, BRI, Imigrasi dan lain-lain, guna membahas pengesahan bantuan kepada warga terdampak pendemi corona," ujarnya.

Diantaranya gratis uang kredit motor, Perumahan, Pajak, hingga rencana pembagian bantuan pangan atau beras kepada warga tak mampu. "Kita Pemkot Manado dalam dua tiga hari ke depan berkenan memberi bantuan pangan beras bagi warga masyarakat yang terdampak pendemi corona," paparnya.

Acara tatap muka Wali Kota bersama media didampingi Kadis Kominfo Erwin Kontu serta Kabag Humas Sonny Tamengkeng.

Diwarnai pula dengan tanya jawab, semua pertanyaan wartawan langsung dijawab Wali Kota didampingi Direktur RSU  Manado dr Sanil Marentek seputar pengobat pasien Corona dan kemungkinan kesembuhan.

"Yang perlu dikonsumsi orang yang sehat adalah vitamin C dan E, terutama untuk menangkal penularan corona," jawab dr Sanil Marentek secara singkat usai tatap muka dengan media.(*/Yuk/Liputan Khusus).

Manado, Sulutnews.com - Pemerintah Kota Manado mengajak warganya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Corona dengan hidup bersih dan mencuci tangan agar tidak terpapar COVID-19.

Edukasi hidup sehat dengan langsung menyediakan tempat cuci tangan di ruang publik di samping Kantor Wali Kota Manado oleh BKD-PSDM dan Dinas PMD-PTS Kota Manado.

"Kami harapkan segera digunakan semua tamu pemerintah, ASN dan THL untuk memutuskan mata rantai penyebaran Corona, kata Kaban BKD-PSDM Kota Manado Drs Xeverius Runtuwene.

Sementara itu Kepala Bapelitbang Liny Tambajong mengatakan, pemkot berencana memasang 53 tempat cuci tangan di tempat publik, tetapi baru terpasang 12 unit. "Supaya setiap saat masyarakat dapat mencuci tangan untuk memutus mata rantai Covid-19," katanya.

Ajakan hidup bersih adalah juga untuk menindaklanjuti dan menyamakan persepsi pemerintah pusat terhadap penanganan Corona, Pemkot Manado  membentuk Tim Satgas penaganan Covid-19. Tim terdiri dari unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), instansi vertikal, pelaku kesehatan, stakeholder terkait untuk bekerja mengurangi resiko terpapar COVID-19.

Surat edaran Kemendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang meliburkan sekolah pada masa pencegahan penyebaran Corona juga menjadi dasar memasang tempat cuci tangan oleh Tim Satgas tersebut.

Sejak disediakan pemerintah tanggal 26 Maret 2020, tempat cuci tangan dengan berbagai ukuran mendapat respon dari warga masyarakat saat itu juga ikut cuci tangan usai melakukan aktivitas keseharian di luar rumah. Tampak satu per satu pula tersenyum namun memuji bentuk, ukuran dan desain tempat cuci tangan tersebut yang disediakan pemerintah.

Seperti diketahui sebelumnya Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut mengajak  semua instansi dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Manado untuk kerja mengedukasi serta menuntun teman, saudara dan keluarga kita untuk hidup bersih dan sehat agar tidak terpapar Corona. "Ambil waktu untuk doa pribadi tiap hari, minta dilindungi Tuhan dari bencana." tambah Wali Kota.

Selain cuci tangan Pemkot Manado juga telah mengimbau mall dan pusat hiburan malam untuk melakukan langkah awal menutup sementara operasional dan penggunaan hand sanitizer bagi yang sering berada di luar rumah, demikian keterangan tertulis Wali Kota GS Vicky Lumentut.

Ini lokasi tempat cuci tangan yang disediakan Pemkot Manado :

  1. Lapangan Sparta Tikala (Bapelitbangda), 2. Taman Kesatuan Bangsa (Dinas PUPR), ATM Center Bahu Mall, 3.Taman Berkat (Disperindag), 4. Terminal Malalayang

(Diskop dan UMKM), 5. Depan Mantos (Dispar) 3, 6. Kantor Walikota (DPM-PTSL/BKD-PSDM), 7. Depan IT Center dan depan Pos Pol PP Kantor Walikota (BPBD), 8. Jalam Depan Kantor Camat (Kecamatan Mapanget), 9. Depan Kantor Camat (Kecamatan Tuminting), 10.Patung Kuda (Kecamatan Paal 2),Terminal Paaldua (Kecamatan Paal 2) 11. Halaman Kantor Camat (Kecamatan Bunaken), 12. Pintu masuk Jarod (PD Pasar).(/*Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Sama seperti di daerah lainnya di Indonesia, Ujian Nasional jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/MA/SLB tahun 2020 di Sulut  dibatalkan.

Adapun UN dibatalkan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan di tengah kondisi daerah sedang diancam penyebaran Covid-19.

Terkait hal ini Pemprov Sulut melalui Dinas Pendidikan Daerah kemudian meneruskan edaran kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/MA/SLB berkaitan pembatalan UN dibatalkan. Demikian pula Ujian Kompetensi keahlian jenjang SMK tahun 2020 yang baru saja mengikuti UNBK, juga ikut dibatalkan.

“UN dan Ujian Kompetensi Keahlian 2020 Dibatalkan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara dr Grace Punuh kepada sulutnews.com melalui WA, Jumat (27/3).

Pengambilan kebijakan tersebut berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI serta surat keputusan Gubernur tanggal 26 Maret, sudah dikirim ke dinas terkait di kabupaten/kota, dan para kepala sekolah.

"Penentuan kelulusan siswa berikut untuk PPDB nantipun akan kita tempuh berdasarkan edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nadiem Ahmad Makarim," tambahnya berkaitan dengan pertanyaan seputar syarat kelulusan dan  penerimaan siswa baru tahun Ajaran 2020/2021.

Dalam surat edaran Mendikbud yang juga ditujukan kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia tersebut, dijelaskan mengenai syarat lulus perlu nilai rapor siswa pada semester akhir.

Kemudian PPDB Jalur prestasi, dalam edaran disebut, diisyaratkanh perlu lima bulan akumulasi nilai raport siswa, sedangkan pemberlakuan home study tetap diadakan hingga ada pengguguran edaran menteri berikut pengumuman ancaman pendemi virus corona berakhir di Indonesia.

Untuk ketentuan pendaftaran penerimaan siswa baru ditempuh masih berdasarkan protokol kesehatan PPDB (terlebih dahulu mengukur suhu panas siswa dan cuci tangan), kemudian hal lainnya. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com - Disela-sela tugas polisi yang berat Kapolda Sulut Irjen Pol.Royke Lumowa M.M tampaknya selalu ada waktu untuk berolahraga menggunakan sepeda guna menjaga kondisi kesehatan tubuh.

Bersepeda juga sering dilakukan Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut diwaktu-waktu luangnya. Dengan mengambil Star dari Mapolda sekitar pukul 5.30 Wita, Sabtu pagi (21/3), kedua pejabat inipun bersepeda bersama Pejabat Utama Polda dan Tim Pengaman Polda Sulut.

Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut  menggunakan pakaian olahraga warna hitam dengan tutup kepala (helm) biru muda, sambil menyaksikan pemandangan indah Manado, kemudian rombongan sempat mengunjungi Rumah Dinas Walikota Manado di Kelurahan Bumi Beringin.

Baik Walikota GS Vicky Lumentut  maupun Kapolda Irjen Pol.Royke Lumowa M.M, terlibat perbincangan santai penuh keakraban. Keduanya sama sangat kagum dengan pemandangan sekitar jalur jalan di Manado. Menurutnya, pemandangan yang terhampar di kiri kanan perjalanan sangat indah.

"Dengan bersepeda salah satu bentuk pencegahan agar kondisi tubuh tetap sehat dan tetap terjaga " kata Walikota Manado, GS Vicky Lumentut kepada media, usai berolahraga.

Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa mengajak agar warga Kota Manado, bersepeda karena sangat baik dilakukan, namun diingatkan jika melalui ringroad, untuk nantinya, tidak untuk berfoto-foto. Meski jalur jalannya indah tapi jangan sampai ada yang berhenti di pinggir jalan.

"Bersepeda di tol tidak boleh berswafoto. Selfie-selfie tidak boleh,” kata dia dengan alasan berbahaya untuk keselamatan.

Dengan bersepeda pagi, banyak hal yang akan didapat selain melihat pemandangan serta hasil pembangunan, juga sarana lampu jalan, fasilitas trotoar dan banyak lagi sebagai bahan mengelola keamanan daerah, katanya. (*/yuk).

Manado, Sulutnews.com - Prof DR Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS punya strategi khusus untuk menghindari penularan Corona Virus di lingkungan ibu-ibu yang bekerja di rumah.

Apa strategi itu? Wanita yang digadang-gadang bakal maju dalam pertarungan Pilkada Kota Manado September 2020 mendatang ini, punya jurus berlebihan cuci tangan.

"Kami TP-PKK Kota Manado memperkenalkan 7 gerakan cuci tangan yang benar. Gerakan mudah dilakukan orang dewasa hingga anak-anak," kata Julieta first Kota Manado ini, belum lama ini, pada sebuah acara yang digagas Komisi IX DPR-RI.

Perempuan yang sehat membentuk keluarga bahagia, dan jika

keluarga bahagia maka akan melahirkan keluarga sejahtera, tambah wanita yang juga adalah Rektor UNIMA itu. Untuk edukasi 7 gerakan cuci tangan, bisa kita peragakan sendiri, karena nanti kita akan buat vidionya dan dipublikasi media.

Ia mengatakan juga ikut melakukan sosialisasi di TP-PKK tingkat kelurahan yang membutuhkan pemaparan tentang program pemerintah mengenai kesehatan berikut gerakan mencuci tangan yang sehat.

"Kita berkomitmen membantu semua ibu-ibu dengan resiko tertular virus Corona baru atau COVID-19, dan memberikan edukasi mencuci tangan dengan sabun dan air bersih."

Demikian pula etika batuk dan bersin yang baik untuk pencegahan penularan penyakit terutama pada orangtua dan manula, tambahnya.

Berikut beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam menghindari virus Corona dengan cuci tangan. Siapkan kedua tangan untuk dicuci dengan air bersih dan sabun, atau hand sanitizer. Cuci seluruh tangan, lantas digosok-gosok. Cuci sela jari-jari melakukan gerakan saling mendukung telapak tangan kanan ke atas telapak tangan kiri. Cuci kuku dengan cara menggenggan tangan dan digosok ditelapak. Cuci jempol sambil memutar-mutarnya dalam genggaman tangan. Cuci gosok ujung-ujung jari di tengah telapak dengan memutar. Dan yang terakhir cuci tangan hingga ke pergelangan. (*/yuk).